-->

Iklan

Vaksinisasi Tak Maksimal Kalau Hanya Sekolah Diliburkan Tapi Diskotik Dibiarkan

Kamis, 21 Januari 2021, 21.07.00 WIB Last Updated 2021-01-21T14:08:08Z

 

Sanni Abdul Fattah Ketua GNPF Kota Binjai

Binjai - Metrolangkat-binjai.com


Vaksinasi Covid-19 untuk tahap/termin l di Kota Binjai, Provinsi Sumatera Utara, sudah dimulai sejak Kamis (14/1) lalu. Di hari pertama tersebut, sasaran penyuntikan vaksinasi Coronavirus Disease 2019, adalah beberapa tenaga medis serta Kepala Puskesmas.


Setidaknya, ada Delapan Puskesmas serta Satu Rumah Sakit di Kota Binjai, yang menjadi lokasi penyuntikan Vaksinasi Covid-19 ini.


Menurut Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Coronavirus Disease 2019, dr Sugianto Sp.Og, melalui salah seorang Timnya, dr Indra Tarigan, beberapa waktu lalu menyebutkan, setelah Vaksinasi dilakukan terhadap Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) Vaksinasi akan dilanjutkan ke pekerja pelayanan Publik, semisal dari kalangan ASN dan Polri. Di termin ll ini rencananya akan dilakukan pada Bulan Februari-Maret.


Setelah itu, lanjut dr Indra, kalangan masyarakat merupakan tahap terakhir yang akan menjalani Vaksinasi Covid-19, yang rencananya akan dilakukan pada tahap lll, yaitu pada Bulan Maret - April.


Namun, salah seorang tokoh masyarakat yang juga tokoh agama Kota Binjai, Sanni Abdul Fattah, angkat bicara terkait akan dilakukannya Vaksinasi Covid-19 terhadap masyarakat. Menurutnya, hal itu tidak akan maksimal jika masih banyak pelanggaran pelanggaran yang dilakukan masyarakat terkait Protokol Kesehatan (Prokes).


Sebab, menurut Pria yang juga dipercaya sebagai Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Kota Binjai ini, adapun tujuan dilakukannya Vaksinasi tersebut ialah untuk mengurangi transmisi/penularan Covid-19, menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Virus tersebut, mencapai kekebalan kelompok di masyarakat (herd immunity) dan melindungi masyarakat dari Virus Corona agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi.


"Kami sarankan agar Pemko Binjai melakukan sosialisasi ke THM atau Diskotik saja dahulu. 

Coba bayangkan, untuk apa sosialisasi kalau ternyata masih banyak terjadi pelanggaran pelanggaran terhadap Prokes," ujar Sanni Abdul Fattah, saat dikonfirmasi awak media, Kamis (21/1) malam.


Pelanggaran terhadap Protokol Kesehatan yang dimaksud, menurut Pria yang akrab disapa Ustadz Sanni yang paling nyata sekali adalah masih dibukanya tempat tempat hiburan malam (Diskotik) yang ada di Kota Binjai maupun di pinggiran Kota Binjai.


"Bagaimana kasus penderita Covid ini mau menurun jika nyatanya tempat tempat hiburan malam alias Diskotik Diskotik itu yang jelas jelas melanggar Prokes dibiarkan tetap beroperasi. 

Apakah para aparat Pemerintah tidak tau?! Pastinya tidak mungkin. Yang jelas adalah, mereka tutup mata dan tidak mau tau," tegas Ustadz Sanni.


Tidak hanya itu, keheranan Ustadz Sanni kian bertambah karena para Pelajar di Sekolah bahkan di Perguruan Tinggi, masih tetap diliburkan, sementara Diskotik masih terus dibiarkan beroperasi.


"Apa disana (Diskotik-red) bebas dari Covid-19. Tempat itukan kalau boleh kita jujur menjadi ajang peredaran narkoba. Artinya, kan sudah lengkap kerusakan dan bahaya yang ditimbulkan dari tempat itu, tapi mengapa malah dibiarkan. Ada apa ini," ucapnya dengan nada kesal.


Lebih lanjut dikatakan Pria yang juga dipercaya sebagai Ketua Satgas Anti Narkoba (SAN) Kota Binjai ini, dengan adanya pelanggaran Protokol Kesehatan (Prokes), sudah seharusnya para pemilik Diskotik itu dimintai keterangannya.


"Bahkan pemiliknya seharusnya bisa ditangkap dan diproses hukum, karena membuat kerumunan dan melanggar Prokes, bahkan dengan sengaja menentang Pemerintah yang lagi getol getolnya memerangi Covid-19. 

Ini program Pemerintah, tapi pemilik Diskotik terkesan malah menantang Pemerintah," bebernya, sembari berharap agar Pemerintah dapat jeli melihat hal hal yang dapat menimbulkan klaster baru penularan Coronavirus Disease 2019, sehingga uang Negara tidak sia sia digunakan. (tra) 

Komentar

Tampilkan

Terkini

Nasional

+