-->

Iklan

Begini Perkembangan Kasus Pembunuhan Pasutri Di Tungurono Binjai Diduga Korban Begal

Senin, 22 Februari 2021, 20.10.00 WIB Last Updated 2021-02-22T13:10:46Z

 

Keluarga korban saat berara dilokasi penemuan mayat. 


Binjai - Metrolangkat-binjai.com


Suasana haru dibarengi isak tangis dari beberapa warga, seketika pecah ketika mengetahui temuan jasad Pasangan Suami Istri (Pasutri) yang diduga menjadi korban begal di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur, Senin (22/2) adalah bagian dari keluarga mereka. 


Kondisi tersebut menjadi perhatian Petugas Polisi dan warga sekitar yang kemudian berusaha menenangkan Isak tangis dari keluarga.


"Kami tidak menyangka kalau korban adalah keluarga kami. Selama hidup, mereka (korban-red) tidak ada masalah. Mereka juga tidak pernah mencampuri urusan orang," kata salah seorang keluarga yang tidak ingin namanya disebutkan, datang dengan isak tangis di lokasi kejadian, tepatnya di Perkebunan Tebu.



Penelurusan awak media, lokasi penemuan mayat memang menjadi jalan alternatif warga Mencirim Pondok, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, untuk menuju ke Kota Binjai. Meski jalan yang dilalui tidak mulus atau belum di aspal, namun warga tetap saja melintasinya.


"Korban biasanya belanja di Pajak (Pasar-red) Binjai, karena korban mempunyai kedai sampah yang menjual sayur-sayur, bumbu masak dan lainnya di rumah," sambung pihak keluarga.


Informasi dirangkum, Pasutri tersebut diduga sebagai korban begal. Namun, belum diketahui pasti apakah korban dibegal di TKP, yang lokasinya tidak jauh dari salah satu THM.


Dilokasi penemuan jasad korban, tampak terlihat Kapolres Binjai AKBP Romadhoni sutardjo, didampingi Kasat Reskrim AKP Yayang Rizki Pratama, beserta anggota dan Labfor Polda Sumut, yang langsung terjun ke lapangan untuk melakukan olah TKP. Namun, orang nomor satu di Polres Binjai tersebut belum bersedia diwawancarai. 


"Pak Kapolres sudah meminta kepada Kasat Reskrim dan jajaran untuk bertindak cepat mengungkap pelaku pembunuhan sadis tersebut," kata Kasubbag Humas Polres Binjai, AKP Siswanto Ginting, saat dimintai keterangannya.


Kepada warga, Polisi memohon apabila mengetahui informasi atas kejadian ini, agar dapat mengabarkannya ke Polres Binjai. 


"Pak Kapolres juga berjanji akan berusaha mengusut dan menangkap pelaku pembunuhan tersebut," sambung mantan Kanit Intelkam Polres Binjai ini.


Polisi juga sudah mengambil keterangan Alika (19) selaku anak korban, Yamin (48) selaku adik ipar korban dan Putra (32) selaku menantu korban.


"Bapak dan ibu setiap pergi belanja ke Pasar Tavip Binjai sekitar jam empat pagi. Namun hingga jam enam pagi, bapak dan ibu belum pulang juga. Lalu saya bertanya tanya, heran saya kenapa kedua orang tua saya belum pulang," kata Alika, anak korban.


Merasa khawatir dengan keselamatan orangtuanya, akhirnya Alika berinisiatif mengajak Yamin, selaku pamannya, untuk mencari dan menyisir sepanjang jalan yang biasa dilalui korban dari rumah. 


Bahkan sebelumnya menurut Alika, ia juga sempat bertanya kepada salah satu pedagang di Pasar Tavip guna memastikan apakah orangtuanya ada datang untuk belanja.


"Pedagang di pajak ada bilang kalau orangtua saya datang dan membeli," ujarnya.


Rasa penasaran si anak makin menjadi. Ia pun memberitahu Pamannya, yang selanjutnya menyisir sepanjang Jalan Gajah Mada.


"Setibanya di lokasi penemuan, Paman melihat orangtua saya sudah tak bertanya di dalam parit dan kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polisi," beber Alika.


Usai dilakukan penyelidikan dan olah TKP, akhirnya jasad korban tersebut dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk keperluan autopsi. 

Pasutri tersebut diduga sebagai korban karena Sepeda Motor jenis matic yang dibawanya belum diketahui di mana keberadaannya. 

Kondisi jasad Perempuan mengalami luka tusuk di leher dan memar di kepala. Sementara jasad pria, terlihat kepalanya pecah diduga akibat dihantam benda tumpul. 


Korban dalam peristiwa tersebut diketahui bernama Sugianto dan Astuti, warga Kampung Banten, Mencirim Pondok, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang. Kondisi korban dipenuhi luka tusukan benda tajam pada bagian wajah dan kepala. (tra) 

Komentar

Tampilkan

Terkini

Nasional

+