-->

Iklan

Demo Warga Sei Tualang Sudah Masuk Delapan Hari

Senin, 08 Februari 2021, 22.35.00 WIB Last Updated 2021-02-08T15:35:28Z


 Langkat - Metrolangkat-binjai.com


Memasuki hari ke-delapan aksi unjukrasa yang dilakukan ratusan warga Desa Sei Tualang, Kecamatan Berandan Barat, Kabupaten Langkat, yang dilakukan masyarakat terhadap PT Sri Timur terkait larangan menggembala ternak di areal perkebunan, warga kali ini menghadang alat berat yang masuk ke areal perkebunan tersebut, Senin (8/2) Dinihari.


Kali ini,,suasana di lokasi sempat memanas ketika pihak PT Sri Timur menurunkan alat berat jenis Excavator untuk membuat jalan baru yang berjarak kurang lebih hampir 1 Km. Namun hal itu tidak berjalan mulus karena berujung dihalang halangi oleh masyarakat.


Pantauan awak media di lokasi, terlihat masyarakat masih bisa tenang ketika PT Sri Timur memilih mundur.


Menurut salah satu pekerja PT Sri Timur yang ikut turun di lokasi yang enggan menyebutkan namanya, kedatangan mereka dilokasi tersebut bukan untuk bentrok.


"kami disini bukan datang untuk bentrok sesama masyarakat, namun kami kemari datang untuk mengamankan alat berat peruhasan yang sudah datang tadi pagi," ungkapnya.


Dirinya menambahkan, masuknya alat berat tersebut rencananya hendak dipergunakan membuat jalan. Hal itu bertujuan gar akses mengeluarkan buah milik kebun tidak lagi ada halangan.


Saat disinggung bahwa dalam unjukrasa tersebut bukan hanya para pekerja PT Sri Timur namun ada PT yang lain, dirinya membenarkan hal tersebut.


"Ya benar, disini ada karyawan PT Mira Bilis dan PT Rapala Gebang, sebab kedua Perusahaan masih satu emak," katanya.


Jelang sore hari (sekira pukul 17.00 Wib) ratusan masyarakat masih tetap melakukan aksi unjuk rasa dan mengelar orasi di pinggir Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Medan - Banda Aceh, tepatnya didepan Kantor Koramil 18.


Dalam orasi warga memohon kepada Bapak Presiden RI, Ir Joko Widodo, untuk segera turun tangan menyelesaikan masalah ini. 


"Kita minta HGU PT Sri Timur dicabut demi kesejahteraan masyarakat," terang para warga dalam orasinya.


Tidak hanya itu, masyarakat Desa Sei Tualang juga bertekad tidak akan membubarkan diri dan akan terus menggelar aksi, hingga tuntutan warga dipenuhi oleh PT Sri Timur. (tra) 

Komentar

Tampilkan

Terkini

Nasional

+