-->

Iklan

Jalan Langkat-Binjai Rusak Parah Disebabkan Hilir Mudiknya Truck Angkut Material Galian

Jumat, 12 Februari 2021, 16.02.00 WIB Last Updated 2021-02-12T09:02:56Z


Binjai - Metrolangkat-binjai.com

Rusaknya beberapa ruas jalan yang ada di Kabupaten Langkat dan Kota Binjai, baik jalan Provinsi maupun Kabupaten/Kota, dikarenakan banyaknya usaha galian C yang mengeluarkan bahan dengan menggunakan Truk dengan kapasitas besar yang tidak sesuai dengan tonasenya serta kekuatan jalan.

Hal itu dikatakan Anggota DPRD Sumut Dapil XII (Binjai-Langkat) H Zainuddin Purba SH, saat disinggung apa yang penyebab banyaknya jalan di Binjai dan Langkat yang mengalami kerusakan, Jumat (12/2). Menurutnya, banyaknya galian C, baik yang ada ijin maupun ilegal, perlu mendapatkan perhatian serius.

 "Hal ini perlu perhatian serius. Carany yaitu menutup galian C ilegal dan mengevaluasi yang sudah keluar ijin dari Gubernur Sumatera Utara," ungkapnya.

Tidak hanya itu, lanjutnya, maraknya galian C ilegal ini juga mengakibatkan banyaknya Truk besar yang mengangkut bahan galian C melebihi kapasitas atau tonasenya.

"Sehingga jalan jalan yang dibangun dengan dana ratusan miliiar rupiah, baik dari sumber dana APBD provinsi Sumut maupun APBD kabupaten Langkat dan kota Binjai, mengalami rusak parah hampir disemua ruas," urai Zainuddin Purba.

Untuk itu, Legislator dari Partai Golkar ini menegaskan bahwa dirinya meminta ketegasan kepala Dinas Lingkungan Hidup dan kepala Dinas Perhubungan dari Pemprovsu. Sebab, sangat diharapkan oleh semua masyarakat agar jalan yang sudah dibangun dengan anggaran besar, bisa dinikmati oleh semua pengguna jalan.

"Permasalahan jalan rusak di Sumatera Utara bukan hanya disebabkan oleh minimnya anggaran, tetapi juga diperparah oleh adanya Truk besar yang melebihi kapasitasnya dalam melintasi jalan tersebut," tegasnya.

Pria yang akrab disapa Pak Uda ini juga mengaku sangat prihatin melihat kondisi jalan Provinsi, Kab/Kota di wilayah Langkat dan Binjai yang mengalami kerusakan parah.

"Jalan tanggungan provinsi seperti jalan menuju wisata Bukit Lawang, Tangkahan, sampai hari ini terus dalam kerusakan. Hal ini disebabkan karena begitu bebasnya Truk truk besar yang melebihi kapasitasnya melintasi jalan ini," ujar Pak Uda.

Mantan Ketua DPRD Kota Binjai ini juga mengatakan, rusaknya ruas jalan dibeberapa daerah yang ada di Binjai dan Langkat, membuat daya tahan jalan tidak lebih dari 6 bulan saja. Setelah itu, akan mengalami kerusakan kembali.

"Padahal pembangunan jalan tersebut diperoleh  masyarakat sampai bertahun tahun menunggu pembangunannya. Namun setelah dibangun tidak lebih hanya 6 bulan akan rusak kembali," katanya.

Untuk itu, sebagai anggota DPRD Sumut, Pak Uda meminta Gubernur Sumut untuk menutup galian C ilegal, mengevaluasi dan mencabut ijinnya. 

Sebab, apabila masih menggunakan Truk besar yang tidak sesuai tonasenya mengangkut bahan galian C, maka jalan yang ada sulit untuk baik.

"Dampak dari pembangunan jalan tol juga sangat memprihatinkan. Truk truk besar terus melindas jalan di Langkat dan kota Binjai, sehingga mengakibatkan jalan jalan mengalami kerusakan parah," tutupnya. (tra)
Komentar

Tampilkan

Terkini

Nasional

+