Iklan

Selasa, 23 Februari 2021, 11.24.00 WIB
Last Updated 2021-02-23T04:24:28Z
Berita Hari Ini

Poktan Ini Ditipu Puluhan Juta Oknum Dinas Pertanian Langkat

Berita Viral
Kelompok tani yang mengaku ditipu oknum dinas pertanian Langkat

Stabat-Metrolangkat-binjai.com


Menyikapi keluhan Kelompok Tani (Poktan) Gaharu Indah yang diduga ditipu oleh AD Cs hinga Rp80-an juta dalam pengurusan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan (Kadistan Ketapang) Kabupaten Kangkat Nasiruddin SP merasa kecewa atas ulah anggotanya yang telah mencoreng nama instansinya itu.


"Dia (AD) suadah saya pindah tugaskan ke Kecamatan Bahkrok. Saya minta dia untuk menyelesaikan masalahnya dengan Poktan Gaharu Indah.

 Kita instruksikn kepada petugas PPL jangan macam-macam di bawah, jangan ada pungutan," tegas Nasiruddin, di ruang kerjanya Senin (22/2) pagi.


Disampaikan Nasiruddin, perbuatan AD Cs terkait pungutan itu diluar sepengetahuannya. Dirinya juga meminta maaf kepada poktan yang sudah dirugikan atas perbuatan anggotanya itu. 

"Fee 10 persen yang diminta AD itu gak ada dalam ketentuan dan saya sangat marah atas perbuatannya itu. Apalagi sampe jual nama bupati," kata dia.

Poktan Gaharu Indah bersama Kadistan Ketapang Nasiruddin SP di ruang kerjanya


Pada Jum'at (19/2) malam, Ardian menemui Nasiruddin di sebuah warung kopi di daerah Kebun Lada Binjai. Dalam pertemuan itu, AD mengakui pungutan yang dilakukannya sepanjang pengurusan PSR yang diajukan Poktan Gaharu Indah kepadanya.


"Saya sampaikan sama dia (AD) agar permasalahan itu diselesaikannya. Saya gak pernah berurusan seperti ini. Saya arahkan juga dia untuk menjumpai Poktan Gaharu Indah agar bisa dipertanggungjawabkannya. Jangan memberatkan poktan, karena mereka sangat membutuhkan bantuan," lanjutnya.


Nasiruddin menambahkan, AD mengaku melakukan pungutan untuk kelengkapan administrasi, seperti fotocopy berkas. AD juga menyebutkan, bahwa dirinya bekerja tidak sendirian, melainkan bersama dua temannya. 

"AD tu bekerja bersama Nazri dan Johan selama pengurusan itu serta ada keterlibatan dua rekannya. Mereka berdiam diluar dinas saya," terangnya.


Terkait masalah akun Poktan Gaharu Indah, seharusnya dipegang dan dikelola oleh poktan sendiri, tidak boleh dipegang selain mereka. "Kemarin si Johan itu hanya membuatkan akun. Tapi, setelah itu ya gak boleh juga dipegang dan dikelolanya. 

Kita juga memohon kepada Dirjenbun agar selalu kordinasi jika ada perubahan regulasi terkait PSR ini, agar bisa segera kita sampaikan kepada pemohon PSR," pungkas Nasiruddin.


Sebelumnya, Kelompok Tani (Poktan) Gaharu Indah resah, mereka merasa tertipu oleh oknum ASN AD Cs, yang bertugas di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Langkat, terkait pungutan dalam pengurusan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). 

Akibat ulah AD Cs itu, kerugian mereka ditaksir mencapai Rp80-an juta.


Hal itu disampaikan Sekretaris Poktan Gaharu Indah Agus Sucipto via pesan tertulis, yang mewakili 100 orang anggotanya. 

Poktan yang terletak di Desa Besilam, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat itu mengajukan permohonan PSR untuk lahan seluas 400 hektar pada Juni 2019 silam, melalui AD Cs. "Sampe sekarang belum ada kepastian, meskipun berkas dan persyaratan dari Dirjenbun sudah kami lengkapi," kata dia, Minggu (20/2) sore.


Mirisnya, dalam setiap proses pengurusan PSR itu, AD Cs selalu meminta uang dengan mengatasnamakan Dinas Ketapang Kabupaten Langkat. 

Mulai dari biaya administrasi Rp16 juta untuk yang membidangi PSR di dinas, biaya pengambilan kordinat Rp16 juta, biaya scan dan fotocopy berkas Rp1,7 juta dan uang jalan Ardian Cs selama pengurusan PSR tersebut mencapai lebih kurang Rp50 juta.


"Kadang, dalam pengurusan itu, AD Cs meminta uang Rp500 ribu hingga Rp1 juta, setiap ketemu pengurs poktan, totalnya diperkirakan mencapai Rp80 juta. Uang itu belun termasuk biaya pengambilan surat PPKS di Medan, sampai berkas poktan kami lengkap di bulan Juni 2020 kemarin," pungkasnya. (Ahmad)