Iklan

Jumat, 05 Februari 2021, 21.06.00 WIB
Last Updated 2021-02-05T14:06:57Z
Kabar Asahan

Rakor Supervisi Bersama Bupati Asahan, KPK RI Minta Komitmen Pencegahan Korupsi

Berita Viral

Asahan-Metrolangkat-binjai.com

Bupati Asahan H.Surya Bsc didampingi Sekda Asahan, para Asisten, para OPD dan beberapa camat melaksanakan rapat koordinasi (Rakor) dan supervisi pencegahan korupsi bersama direktur kordinasi supervisi I Didik Agung Wijanarko dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Jumat (5/2/2021) berlangsung diaula Mawar kantor Bupati Asahan.


Bupati Asahan dalam kata sambutannya  atas nama Pemerintah Kabupaten Asahan mengucapkan selamat datang  kehadiran Wakil Ketua KPK RI beserta rombongan di Kabupaten Asahan.


Semoga dengan kehadiran KPK di Kabupaten Asahan  dapat memberikan perubahan Tata Kelola Pemerintahan ke arah yang lebih baik.


Kemudian Bupati Surya menyampaikan bahwa dari delapan area intervensi Monitoring Center For Prevention (MCP) pada tahun 2020, dimana capaian Kabupaten Asahan baru sebesar 60 %.


Jadi dengan kondisi tersebut Pemerintah Kabupaten Asahan di tahun 2021 ini, akan melakukan pembenahan supaya capaian dapat ditingkatkan dengan melakukan langkah langkah antara lain :1.Pemberian TPP pada tahun 2021 akan dilakukan berdasarkan Penilaian Kinerja.2.Penguatan Peran pengawasan Inspektorat.3.Meningkatkan Koordinasi antara APIP dan APH


Selanjutnya 4.Melakukan koordinasi dengan Kejaksaan dalam rangka penagihan tunggakan pajak.5.Berkoordinasi dengan Kantor Pertanahan dalam rangka penyelesaian Sertifikat Tanah Aset Pemkab Asahan.6.Optimalisasi Pendapatan Daerah dengan berkoordinasi dengan Bank Sumut.


Oleh karena itu Bupati berharap kepada tim Supervisi KPK RI untuk berkenan memberikan arahan dan pendampingan dalam rangka peningkatan pencapaian MCP di Kabupaten Asahan.


Dalam kesempatan baik itu direktur koordinasi Supervisi I PK RI Didik Agung Wijanarko mengatakan agar seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Asahan mempunyai Komitmen yang kuat  dalam pencegahan penyebaran Covid 19 di Kabupaten Asahan.


Terkait pencegahan tindak pidana korupsi, Didik menyampaikan bahwa pihaknya masih melihat ada Kecenderungan orang melakukan korupsi terjadi ketika ada motif, rasionalisasi yang berasal dari masing-masing individu.


Selain itu pula masih  ada kesempatan yang berkaitan dengan sistem yang memiliki celah korupsi.


Maka  perlu dibuat langkah strategi dalam pencegahan korupsi yang dapat digunakan di Kabupaten Asahan  yaitu intervensi dengan memperbaiki sistem dan memperbaiki perilaku pegawainya dengan beberapa langkah dari pencegahan tindak pidana korupsi antara lain : 


Pertama, strategi jangka pendek dengan memberikan arahan dalam upaya pencegahan. Kedua, strategi menengah berupa perbaikan sistem untuk menutup celah korupsi. Ketiga, strategi jangka panjang dengan mengubah budaya.



Maka agar pencegahan korupsi dapat diterapkan, Didik mengimbau seluruh jajaran ASN di Kabupaten Asahan agar berkomitmen tinggi dalam melakukan pemberantasan korupsi. Mengingat tanggung jawab yang diberikan negara amat besar.


“Tentu komitmen itu harus dimulai dari diri sendiri. Anggaran negara harus diorientasikan untuk kemaslahatan rakyat. Karena yang kita kelola adalah uang rakyat, maka harus kita kelola dan gunakan sebaik-baiknya,” ucapnya.


Wijanarko  juga menekankan pentingnya penilaian Monitoring Center for Prevention atau MCP bagi Pemerintah Kabupaten Asahan.


"Untuk mencapai nilai MCP yang baik bukan tidak mungkin, apalagi untuk Kabupaten Asahan. MCP ini juga menjadi bentuk keseriusan kita dalam bekerja untuk terus berbenah dan menjalankan setiap tugas dengan dan sesuai aturan," ujarnya.


Dirinya mengatakan bahwa  kehadiran MCP bertujuan untuk membangun suatu kerangka kerja dalam memahami elemen tugas yang beresiko korupsi. 


Disamping itu juga diharapkan  OPD mendapat gambaran strategis dan prioritas rekomendasi yang akan menjadi arahan baginya dalam upaya pencegahan korupsi.


"Adapun fokus MCP mencakup pada pencapaian program perencanaan dan penganggaran APBD, barang jasa dan layanan terpadu satu pintu. Lalu, penguatan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), management ASN, optimalisasi pajak daerah, management aset daerah dan tata kelola dana desa,”.


Untuk itu Saya berharap pada tahun 2021 capaian MCP Kabupaten Asahan harus lebih baik lagi, untuk itu perlu keseriusan jajaran Pemerintah Kabupaten Asahan, sebut Didik Wijanarko..(Depram)