-->

Iklan

Binjai Duduki Peringkat Kedua Peredaran Narkoba,Ketua DPRD : Kita Sudah Berbuat Dengan Sosialisasi Perda

Selasa, 23 Maret 2021, 22.02.00 WIB Last Updated 2021-03-23T15:03:00Z

 


Binjai- Metrolangkat-binjai.com


Provinsi Sumatera Utara menduduki peringkat pertama peredaran narkoba di Indonesia. Sedangkan Kota Binjai, menjadi peringkat kedua peredaran narkoba di Sumatera Utara.


Hal itu dibenarkan oleh Ketua DPRD Binjai, H Noor Sri Alam Syah Putra, saat dikonfirmasi awak media, terkait maraknya peredaran narkoba di Kota Binjai, yang hingga saat ini sangat memprihatinkan.


"Terkait narkoba khususnya di Kota Binjai, memang cukup mengkhawatirkan, karena sudah masuk peringkat kedua di Sumatera Utara. Yang mana kita ketahui, Sumut menempati peringkat pertama di Indonesia," bebernya.


Diakui H Noor Sri Syah Alam Putra, menyikapi maraknya peredaran narkoba di Kota Binjai, yang bisa berakibat pada rusaknya generasi muda penerus Bangsa, maka pihaknya sudah membuat Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 tahun 2017. "Kita sudah membuat Perda Inisiatif tentang bahayanya zat anti adiktif dan Psikotropika," ungkapnya.


Tidak hanya itu, Sebagai Ketua DPRD Kota Binjai, H Noor Sri Syah Alam Putra juga mengatakan bahwa peredaran narkoba di Kota Binjai hingga saat ini cukup  mengkhawatirkan, bahkan hingga di tingkat yang sangat mencemaskan.


"Jadi dalam hal ini, kita berharap kepada pihak Kepolisian dan BNN kota Binjai, agar serius dan fokus dalam menangani masalah narkoba," tegas Politisi dari Partai Gilkar ini.


Pun begitu, ungkap pria yang akrab disapa H Kires ini, walau menduduki peringkat kedua untuk Provinsi Sumatera Utara, namun Kota Binjai bukan merupakan sumber dari peredaran narkoba. "Karena menurut hemat saya, sumbernya memang ada di sekitar luar Kota Binjai," ujar H Kires.


Untuk itu, lanjut Pria yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Binjai, agar peredaran narkoba dapat ditekan, maka diperlukan kerjasama dari Instansi terkait dan seluruh lapisan masyarakat.


"Kita berharap, Petugas Kepolisian dan BNN Kota Binjai, bekerjasama dengan Kabupaten Deli Serdang dan Langkat, untuk sama sama memberantas peredaran narkoba yang ada di Kota Binjai ini," harap H Kires.


Disinggung upaya apa yang sudah dilakukan oleh DPRD Binjai terkait maraknya peredaran narkoba di Kota Binjai, H Kires menegaskan jika pihaknya sudah melaksanakan sosialisasi Perda Nomor 3 tahun 2017, yaitu tentang bahayanya pemakai narkoba.


"Karena kita bukan sebagai eksekutor, jadi kita hanya bisa melakukan sosialisasi terkait bahayanya narkoba. Kita juga sudah melalukan sosialisasi kepada Pemerintah dan juga kepada masyarakat," beber H Kires, seraya menambahkan, Perda nomor 3 tahun 2017, juga disosialisasikan pada saat anggota DPRD Binjai melaksanakan Reses. 


Sebagai tokoh masyarakat, H Kires juga menghimbau kepada para Orangtua, terutama Kepala Lingkungan, untuk melaporkan kepada pihak yang berwajib bila melihat maupun mendengar adanya transaksi narkoba maupun hal hal yang mencurigakan disekitar lingkungan kita.


"Laporkan kepada pihak Kepolisian atau BNN, bila melihat hal hal yang mencurigakan. Karena tanpa partisipasi dari masyarakat, tentunya mustahil untuk memberantas narkoba yang ada di Kota Binjai," ucapnya.


Terkait adanya pertemuan antara tokoh agama, tokoh pemuda, BKPRMI, anggota Legislatif, serta Pemerintah Kota Binjai, Deli Serdang, Langkat dengan Kapolda Sumut, Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak, yang difasilitasi oleh Anggota DPR RI darI Komisi lll, Hinca Panjaitan, dengan tegas H Kires meapresiasinya.


"Saya rasa cukup bagus dan harus kita apresiasi setinggi tingginya kepada Bung Hinca, anggota DPR RI dari  komisi lll. Sebab untuk mengambil kebijakan itu, Beliau (Hinca Pandjaitan-red) memang harus dilibatkan," kata H Kires, sembari mengatakan, dilbatkannya anggota DPR RI dari Komisi lll, sebab peredaran narkoba bukan dari Binjai, melainkan dari luar Kota Binjai yang masuk ke kota kita ini.


Dengan adanya peredaran narkoba di daerah yang  berbatasan langsung dengan Kota Binjai, kata H Kires, maka masyarakat Kota Binjai lah yang menjadi korbannya.


"Tentunya masyarakat Kota Binjai yang jadi korbannya dengan mendatangi tempat tempat seperti Diskotik yang ada di pinggiran Kota Binjai, sehingga berdampak pada meningkatnya angka kriminalitas," ujarnya.


Sedangkan terkait adanya korban yang diduga Over Dosis disalah satu Diskotik yang ada di Pinggiran Kota Binjai, ia mengakui bahwa hal itu adalah ranah dari Petugas Kepolisian.


"Itu merupakan ranah pihak Kepolisian, kita tidak mencampuri itu. Seperti adanya korban dari dampak narkoba yaitu korban kematian akibat diduga Over Dosis," tutup H Kires. (tra)

Komentar

Tampilkan

Terkini

Nasional

+