Iklan

Kamis, 11 Maret 2021, 22.38.00 WIB
Last Updated 2021-03-11T15:38:26Z
Berita Hari Ini

Galian C Ilegal Marak, Warga Minta Copot Kanit Tipidter Polres Langkat

Berita Viral

Tampak sebuah exskavator sedang bekerja mengeruk tanah urug untuk diangkut ke Proyek jalan Tol.


Wampu,Metrolangkat.com

Kebutuhan material tanah urug untuk proyek strategis nasional jalan tol Binjai-Langsa masih terus berlanjut, berbagai pihak baik legal maupun yang diduga ilegal, berlomba untuk memenuhi permintaan itu. Hal ini justru menimbulkan konflik sosial di tengah masyarakat, khususnya yang berada di Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat.


Warga kerap menghirup abu yang beterbangan, dari aktifitas truk bertonase tinggi pengangkut tanah urug yang saban hari melintasi jalan protokol disana. Selain jalan yang rusak parah, beberapa rumah warga juga mengalami retak. Parahnya lagi, sumber tanah urug itu disebut-sebut berasal dari kuari galian C Ilegal yang tak tersentuh hukum.


Aktifitas salah satu galian C yang diduga ilegal di Kecamatan Wampu


Hal itu terungkap saat digelarnya musyawarah antara warga Kecamatan Wampu dengan PT HKI Zona 3 di Halaman Kantor Camat Wampu. Disana, warga menyebutkan ada beberapa galian C ilegal yang hingga kini terus beroperasi. Ironisnya, aparat penegak hukum terkesan tutup mata dengan praktik ilegal yang sudah merugikan negara tersebut.


"Masalah kuari galian C Ilegal di sini sudah santer, tapi kenapa gak ada tindakan sama sekali dari aparat penegak hukum, ada apa ini? Bahkan, ada benteng Sungai Wampu yang dikeruk. Apa nunggu jebol bentengnya baru semuanya bertindak," ungkap warga di sela kegiatan itu, yang tak ingin namanya dipublikasikan.


Maraknya galian C di Setungkit, Paya Jongkong dan dan Paya Kandang, kata narasumber, salah satu bukti tidak optimalnya kinerja Polres Langkat, khususnya Unit Tipidter yang secara spesifik menangani masalah galian C ilegal. "Copot aja Kanit Tipidter Polres Langkat itu. Gak ada satupun galian C Ilegal yang ditindak di sini. Kan gak mungkin dia gak tau ada galian C Ilegal di sini," ketus warga geram.


Terpisah, Kanit Tipidter Polres Langkat IPDA Herman Sinaga saat dikonfirmasi terkait maraknya galia C ilegal di Kecamatan Wampu itu, hingga berita ini ditulis, yang bersangkutan enggan memberikan keterangan dan terkesan acuh, meskipun pesan WhatsApp sudah terkirim ke selulernya dan dalam keadaan sedang online.


Sebelumnya, Menggeliatnya aktifitas galian C di Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat yang materialnya digunakan untuk proyek Tol Binjai-Langsa, membuat resah masyarakat disana. Selain masalah abu yang beterbangan, kecepatan truk yang tinggi, beberapa rumah warga juga mengalami keretakan akibat aktifitas pengangkutan material galian C itu.


Keluhan tersebut disampaikan masyarakat yang terdampak, saat menghadiri musyawarah dengan pihak PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) Zona 3 selaku pelaksana proyek strategis nasional pembangunan jalan tol itu, bersama pihak Kecamatan Wampu, di halaman Kantor Camat Wampu, Kamis (11/3) siang.


Masyarakat menuntut agar PT HKI menyiram jalan yang berdebu dan memperbaiki jalan yang hancur karena dilalui truk pengangkut material tanah urug dari kuari galian C disana. Khususnya, mulai dari Desa Setungkit hingga desa Gohor Lama, sepanjang lebih kurang 15 kilometer.


Tak hanya itu, akibat truk galian C bertonase tinggi yang berlalu-lalang, beberapa rumah warga di Lingkungan V Kelurahan Bingai, Kecamatan Wampu juga mengalami keretakan di bagian dindingnya. "Saya minta rumah saya segera diperbaiki. Dah berulang kali disurvei, hingga kini belum juga ada perbaikan," tegas PH Panggabean. (AhZar)