-->

Iklan

Ka Satgas SAN Minta Polisi Usut Kematian Istri Oknum Brimob Di Discotik Sky Garden Diduga OD

Kamis, 11 Maret 2021, 12.13.00 WIB Last Updated 2021-03-11T05:13:13Z

 


Binjai- Metrolangkat-binjai.com


Kecaman atas keberadaan Diskotik SG yang berada di Sialangpaku, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, kini banyak menjadi buah bibir ditengah masyarakat.


Sebab menurut warga, di Diskotik SG tersebut pada Senin (8/3) Dinihari, telah memakan korban nyawa. Yaitu Rani Apriza (35) karena diduga Over Dosis, dan disebut sebut sebagai Istri seorang oknum Polisi yang bertugas di Batalyon A Brimobdasu.


Akibat kejadian itu, Polisi pun diminta agar segera melakukan penyelidikan atas kematian korban, yang diduga mengalami Over Dosis akibat mengkonsumsi obat obatan terlarang (Narkoba). 


Sebab menurut informasi, kuat dugaan di sekitar lokasi Tempat Hiburan Malam itu, ada yang menjual narkoba jenis Pil Ekstasi.


Menyikapi adanya korban jiwa akibat keberadaan tempat hiburan malam tersebut, Ketua Satgas Anti Narkoba (SAN) Kota Binjai, Sanni Abdul Fattah, meminta kepada pihak Kepolisian untuk segera melakukan penyelidikan atas kematian korban.


"Inilah salah satu dampak bahaya dari adanya keberadaan Diskotik yang berada di pinggiran Kota Binjai. Sudah banyak  jatuhnya korban jiwa dengan keadaan OD alias Over Dosis.


 Apa mungkin korban meninggal akibat meminum air putih. Kan Tidak mungkin!! Jadi dengan korban mengalami OD, hal itu jelas jjka korban menkonsumsi narkoba," tegas pria ysng akrab disapa dengan panggilan Ustadz Sanni ini, Selasa (9/3).


Sebagai salah seorang yang juga merupakan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Kota Binjai, Ustadz Sanni juga mengaku sangat prihatin atas meninggalnya korban. 


Untuk itu, pria yang juga aktif didalam kegiatan keagamaan ini, ikut mempertanyakan kinerja aparat terkait.


"Apa dengan adanya kejadian ini pihak terkait diam saja sambil menunggu korban korban lain berjatuhan dengan kasus yang sama. Kami sebagai masyarakat Binjai sudah berkali kali menyatakan keresahan atas adanya lokasi hiburan malam yang beroperasi di pinggiran Kota Binjai tersebut," ungkap Ustadz Sanni dengan nada kesal.


Dimasa Pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, Ustadz Sanni juga mempertanyakan beroperasinya Diskotik SG.


"Ini sudah jelas melanggar Prokes. Apa mungkin disana diterapkan Prokes. Dimana petugas Satgas Covid-19. Tidak mungkin kalau mereka (Petugas Satgas Covid-19) tidak tahu," ujar Sanni penuh tanya.


Sebagai tokoh Agama, Ustadz Sanni juga menuding kalau aparat terkait, terkesan tidak berani mengamankan dan memeriksa pemilik dan pengelola Diskotik tersebut.


"Mereka para aparat ternyata dikangkangi dan dilecehkan oleh para bos Diskotik itu. Kejadian ini adalah bukti nyata. Apakah mereka akan diam saja!! Kita lihat saja apa tindakan penegak hukum Satgas Covid," ujarnya.


Sekedar mengingatkan, kejadian tewasnya seorang wanita yang akrab disapa "Tetha" saat dirinya Dugem di Diskotik SG.


Kemudian, korban terlihat kejang kejang karena diduga Over Dosis. Pihak keluarga mengetahui kabar meninggal dunianya korban dari RSUD Djoelham Binjai. 


Hal itu diungkapkan suami korban, EH, yang diketahui sebagai anggota Polri. "Ya benar, istri saya meninggal di rumah sakit Djoelham Binjai, tadi pagi " ucap suami korban, saat ditanya apa yang menjadi penyebab korban meninggal dunia," ujar suami korban.


Karena sedang berduka, akhirnya suami korban meminta awak media untuk tidak meneruskan pertanyaannya. "Maaf ya, saya tidak tahu korban darimana sebelum meninggal dunia," ucap suami korban. (red)

Komentar

Tampilkan

Terkini

Nasional

+