-->

Iklan

Kementerian PUPR, ADB dan PPC Gelar Konsultasi Masyarakat serta Lokakarya

Kamis, 18 Maret 2021, 20.29.00 WIB Last Updated 2021-03-18T13:29:11Z

Asahan-Metrolangkat.com


Kementerian PUPR Direktorat Jenderal PSDA bekerjasama dengan Asian Development Bank (ADB) dan Project Preparation Consultant (PPC) Asahan menggelar acara pertemuan Konsultasi Masyarakat Sosialisasi/konsultasi publik.


Selain itu juga melaksanakan lokakarya dan FGD Pengembangan Sistem Irigasi Asahan Sumatera Utara, Indonesia phase -1, Rabu (18/03/2021) diaula Hotel Marina Kisaran.


Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Asahan, Pj Sekdakab Asahan, Subkordinator pelaksana tugas pembinaan dan pemantauan wilayah I, Subdirektorat Wilayah I, Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera II, Dinas PUPR Kabupaten Asahan, Bappeda Kabupaten Asahan.


Team leader PPC Asahan melalui Co-Team Leader  Ir. Edi Wahyono mengatakan, dalam rangka menuju kemandirian dan ketahanan pangan. Maka Pemerintah terus berupaya mendorong peningkatan produksi padi/beras dalam negeri.


Peningkatan ini manfaatnya selain adanya penghematan devisa nasional juga membuka kesempatan lapangan kerja dan mengurangi angka kemiskinan.


"Kita semua menyadari bahwa tersedianya sistem irigasi yang baik dan handal adalah merupakan syarat mutlak terselenggaranya sistem pangan nasional yang kuat dan penting bagi sebuah negara," sebut Edy.


Terakhir Edy berharap, kegiatan lokakarya ini dapat mencapai agenda dan kesepakatan dalam rangkaian sosialisasi pembangunan pengembangan irigasi di Kabupaten Asahan.


Sementara Kepala Subdit Wilayah I Direktorat Irigasi dan Rawa melalui zoom metting virtual Parlinggoman Simanungkalit,mewakili direktur menyampaikan, dalam rangka ekstensifikasi lahan sawah beririgasi teknis.


Direktorat Irigasi dan Rawa telah  melakukan kegiatan Development Of Asahan Irigation Sistem in North Sumatera (phase I) di Kabupaten Asahan merupakan rangkaian studi melalui master plan, studi kelayakan, dan detail desain yang didanai dari Asian Development Bank (ADB).


Kita ketahui bersama potensi pengembangan lahan pertanian di Kabupaten Asahan yang telah diidentifikasi sejak tahun 1980-an. Dimana potensi pengembangannya  mencapai 110.000 hektar.


Sementara pada tahap pertama ini, identifikasi pengembangan jaringan irigasi ditargetkan seluas 40.000 hektar ujar Parlinggom.


Selanjutnya Bupati Asahan H. Surya, dalam kata sambutannya mengatakan, sesuai dengan rencana pola pengelolaan Sumber Daya Air wilayah sungai Toba Asahan yang telah ditetapkan oleh Menteri Pekerjaan Umum.


Bahwa sungai Asahan memiliki rata-rata debit air sekitar 120 meter kubik perdetik sehingga sangat potensial dimanfaatkan untuk banyak hal seperti irigasi pertanian.


Sebab menurut Bupati Surya, debit sungai Asahan yang besar juga memiliki daya rusak dan menyebabkan banjir bagi masyarakat di sekitar sungai Asahan seperti di Kecamatan Simpang Empat dan Kecamatan Sei Kepayang terutama pada saat curah hujan tinggi.


Oleh karena itu, melalui pertemuan ini kami berharap upaya pengendalian banjir sungai Asahan dapat menjadi satu kesatuan yang terintegrasi dalam perencanaan maupun pengembangan sistem irigasi Asahan.


Karena menurut Bupati,. berdasarkan arahan Presiden RI yang tertuang dalam peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang rencana pembangunan jangka menengah nasional tahun 2020-2024, bahwa pembangunan infrastruktur pelayanan dasar bidang irigasi pada tahun 2024 ditargetkan akan dibangun bendungan multiguna sebanyak 63 unit dan jaringan irigasi baru sebanyak 500.000 Ha. Maka dari itu, Pemerintah Kabupaten Asahan menyatakan siap mendukung penuh dan berpartisipasi dalam mewujudkan target capaian dimaksud.


Dimana di Kabupaten Asahan, terdapat satu daerah irigasi yang menjadi kewenangan pemerintah pusat yaitu daerah Irigasi Rawa Sei Lebah seluas 3.031 Hektar yang saat ini kondisi pengelolaan infrastrukturnya perlu mendapatkan perhatian.ucap Surya (Depram)

Komentar

Tampilkan

Terkini

Nasional

+