-->

Iklan

Kesal Jalanya Berlubang Dan Berdebu, Warga Tulis,Pak Sopir Kami Bukan Takut Corona Tapi Takut TBC

Jumat, 26 Maret 2021, 21.29.00 WIB Last Updated 2021-03-26T14:29:14Z


Langkat - Metrolangkat-binjai.com


Sudah lebih dari setahun, jalan penghubung menuju objek Wisata "Bukit Lawang" yang terkenal hingga ke Mancanegara, tepatnya di Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, mengalami rusak parah.


Rusaknya jalan penghubung di Kecamatan Kuala tersebut menurut warga sekitar, dikarenakan banyaknya Truk Tronton bermuatan batu yang melebihi tonase. Akibatnya, jalan dipenuhi dengan lubang yang menganga serta berdebu disaat musim kemarau.


"Gimana gak rusak, setiap hari ratusan truk besar bermuatan batu, selalu melintasi jalan ini," ucap warga sekitar yang mengaku bernama Sitepu.


Pantauan awak media saat berada tiba dilokasi, Jumat (26/3) Sore, setidaknya sepanjang 3 Kilometer jalan penghubung yang berada di Kecamatan Kuala, mengalami kerusakan. Selain berlubang seperti kubangan, jalan tersebut juga berdebu.


Jalan penghubung yang mengalami kerusakan tersebut juga melintasi 3 Desa yang ada di Kecamatan Kuala, yaitu Desa Kampung Banten, Desa Pondok Mahoni dan Desa Selampe.


Disepanjang jalan tersebut juga terpasang beberapa tulisan yang dibuat warga sebagai bentuk kekesalan mereka. "Pak Supir, tolong pelan pelan, kami bukan takut Corona, tapi kami takut kena TBC," tulis warga yang terpasang di pinggir jalan tersebut.


Beberapa masyarakat juga menyebutkan, warga sekitar juga pernah melakukan aksi protes terkait rusaknya jalan itu. Namun hingga saat ini belum ada perhatian dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.


"Warga pernah demo sekitar 2 bulan yang lalu. Janjinya mau dibetuli, tapi sampai sekarang apapun tidak. Malah jalannya semakin parah," ucap Wage, warga Desa Pondok Mahoni.


Saat ditanya darimana asal batu yang dimuat di truk Tronton tersebut, pria yang kesehariannya berprofesi sebagai penjual Bakso itu mengatakan jika batu batu dimuat dari luar Kecamatan.


"Setau saya batu batu itu diambil dari Kecamatan Wampu," ungkapnya.


Untuk itu, warga berharap kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, melalui Dinas terkait, untuk segera memperbaiki jalan yang mengalami kerusakan tersebut.


"Apa Pemerintah tidak malu karena jalan ini merupakan jalan menuju Wisata Bukit Lawang yang sudah terkenal sampai Luar Negeri," ungkap warga dengan nada kesal.


Kekesalan warga pun beralasan. Sebab mereka setiap hari selalu disuguhi dengan debu apabila musim kemarau dan becek apabila tiba musim penghujan.


Rusaknya jalan tersebut menurut warga juga mengakibatkan perekonomian mereka terganggu. "Kasian warga yang melintas kerap terjatuh karena masuk lubang," ungkap beberapa warga lainnya. (tra)

Komentar

Tampilkan

Terkini

Nasional

+