-->

Iklan

NCW Sumut: KPK Awasi Potensi Korupsi Sejumlah Proyek Di PDAM Tirtanadi

Senin, 15 Maret 2021, 11.12.00 WIB Last Updated 2021-03-15T04:12:19Z


Medan-Metrolangkat.com

Ketua LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) Dewan Pimpinan Wilayah Nasional Corruption Watch (DPW NCW) Sumut, Mikhael Siregar, meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengawasi potensi terjadinya korupsi di beberapa proyek penambahan debit air di PDAM Tirtanadi, Minggu sore (14/3)


     Dikatakan Mikhael mengingat adanya temuan BPK RI Perwakilan Sumatera Utara Tahun 2018 terkait kasus dugaan gratifikasi perpanjangan PKS antara PT. TLM dan PDAM Tirtanadi dalam hal menambah pasokan air 400 ltr/dtk yang terintegrasi 500 ltr/dtk eksisting hingga total produksi menjadi 900 ltr/dtk. Dimana tersinyalir sampai kini temuan dimaksud belum juga terselesaikan oleh pihak-pihak berkompeten


       Padahal, bebernya, pengoperasian proyek yang terindikasi merugikan pihak PDAM Tirtanadi Provinsi Sumut senilai Rp.33.358.447.849,- tersebut sempat tertunda, namun ketika tampuk kepemimpinan PDAM Tirtanadi dijabat secara kolektif kolegial oleh ke - 3 (tiga) direktur bidang, yaitu Feby Milanie Direktur Administrasi Keuangan, Joni Mulyadi Direktur Air Minum, dan Direktur Air Limbah Fauzan Nasution, barulah proyek tersebut mulai dioperasikan


       Berkaca dari persoalan PKS PDAM Tirtanadi dan TLM yang berlokasi pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Limau Manis Tanjung Morawa Deli Serdang ini, terang Mikhael, sangatlah wajar jika KPK turut memantau jalannya setiap proyek penambahan debit air di PDAM Tirtanadi yang nilainya mencapai puluhan bahkan ratusan miliar rupiah tersebut


       "Hal itu bertujuan agar kasus serupa tidak terjadi lagi di BUMD pengelola jasa air minum milik Pemprovsu tersebut", tegas Mikhael Siregar


       Diberitakan sebelumnya, Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirtanadi Kabir Bedi mengatakan hingga tahun 2023 bakal ada penambahan debit air 4000 ltr/dtk untuk memenuhi kebutuhan air minum pelanggan


       "Jika sejauh ini PDAM Tirtanadi hanya mampu memproduksi air minum sekitar 7000 ltr/dtk, maka di tahun 2023 mendatang akan bertambah 4000 ltr/dtk, atau total nantinya menjadi 11.000 ltr/dtk", ujar Kabir Bedi, Rabu (3/3/2021) pekan lalu, di Medan


       Sambungnya, "Air yang dibutuhkan 11.000 ltr/dtk, sementara produksi masih berkisar 7000 ltr/dtk. Kekurangan 4000 ltr/dtk lagi akan bertambah hingga tahun 2023".


       "Pertambahan 4000 ltr/dtk tersebut sudah dimulai secara bertahap sejak Desember 2020, yakni 400 ltr/dtk (TLM), kemudian di Februari 2021 bertambah lagi 500 ltr/dtk dari IPA Tirtanadi Denai", ungkap Kabir Bedi


     Lalu akan bertambah lagi 1000 ltr/dtk dari SPAM Regional tahap pertama yang memanfaatkan aliran Sungai Bingai di Binjai, diperkirakan rampung akhir tahun 2022. "Yang tahap pertama 1000 ltr/dtk dari SPAM Regional tersebut, kontraknya sudah diteken", ungkap Dirut PDAM Tirtanadi


        Kabir Bedi kemudian menjelaskan, tambahan debit air 2000 ltr/dtk di tahun 2022 bakal masuk dari pembangunan IPA baru yang saat ini sedang proses tender. Artinya, di akhir tahun 2022, akan ada tambahan 2000 ltr/dtk, yakni dari 7000 ltr/dtk menjadi 9000 ltr/dtk


       Selain itu, katanya, saat ini sedang proses pembangunan 2 instalasi baru, yakni di IPA Brayan 500 ltr/dtk, dan IPA Johor 500 ltr/dtk. Ditambah 2023 SPAM Regional Binjai tahap kedua 1000 ltr/dtk, hingga total keseluruhan 11.000 ltr/dtk


        "Secara perlahan, tambahan debit air masuk di 2021, 2022, dan berlanjut di 2023, sebanyak 4000 ltr/dtk, sehingga nantinya total produksi PDAM Tirtanadi Provsu menjadi 11.000 ltr/dtk", pungkas Kabir Bedi. (Man)

Komentar

Tampilkan

Terkini

Nasional

+