-->

Iklan

PB HIMALA Geruduk Kantor HKI Zona II, Humas: Material Galian C Ilegal Tak Diterima

Selasa, 23 Maret 2021, 21.38.00 WIB Last Updated 2021-03-23T14:50:07Z

Massa PB HIMALA berorasi di PT HKI Zona II


Wampu-Metrolangkat-binjai.com


Belasan massa dari Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Langkat (PB HIMALA) yang dikomandoi oleh  Sutoyo, menggelar orasi di Kantor PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) Zona II di Jalan Pasar I Desa Stabat Lama, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, Selasa (23/3) sekira jam 13.00 WIB.


Di kantor anak perusahaan BUMN PT Hutama Karya (HK), para mahasiswa itu menyampaikan beberapa tuntutan terkait dampak dari aktivitas pertambangan Galian C baik yang legal maupun ilegal. "Kami minta PT HKI bertanggung jawab atas dampak lingkungan akibat proses tambang galian C," ketus Sutoyo.


Akibat proses pengangkutan material galian C, kata Sutoyo, udara di sepanjang jalan lintasan truk tercemar oleh abu dan menyebabkan kerusakan jalan, karena dilalui kendaraan bertonase tinggi. Dampak lainnya adalah rusaknya lingkungan akibat dari aktivitas pertambangan.


Disamping itu, massa yang berorasi juga meminta PT HKI untuk menghentikan aktivitas galian C ilegal di Kecamatan Wampu, tepatnya di Lingkungan I Kelurahan Bingai dan Dusun Bukit Belah, Desa Gohor Lama, serta tidak membeli atau atau menerima material dari kuari galian C ilegal.


"Apabila PT HKI masih kedapatan menerima dan membeli material dari kuari galian C ilegal, maka kami menganggap PT HKI bekerja sama dengan kegiatan ilegal tersebut dan harus bertanggung jawab di mata hukum," tegas Sutoyo.


Setelah massa berorasi selama 30 menit, akhirnya perwakilan PT HKI Andi Prahmana yang disebut-sebut sebagai Humas HKI Zona II itu menerima para mahasiswa untuk berdialog. "Terkait izin kuari, ada di kantor HKI pusat dan bukan kewenangan kita di daerah," terangnya.

Mahasiswa yang mengelar aksi demo di kantor HKI II Di Wampu-Langkat


Untuk pengecekan ada atau tidaknya material kuari ilegal ke HKI, Andi mengarahkan mahasiswa untuk kroscek langsung ke BLH. "HKI hanya menerima tanah galian C yang berizin, apabila gak ada izinnya, maka HMI tidak menerimanya," tegas Andi.


"Terkait debu, kita sudah melakukan penyiraman yg dikelola oleh masyarakat setempat. Adik-adik mahasiswa bisa menanyakan langsung ke desanya masing-masing, apakah hal itu sudah dilaksanakan atau tidak oleh pihak desa tersebut dan kita dari PT HKI akan menegur kadesnya tentang hal penyiraman," sambungnya


Menyikapi masalah jalan rusak, HKI telah melakukan perbaikan dengan membuat program padat karya dan saat ini sedang berjalan untuk memperbaiki jalan yang dikerjakan oleh masyarakat setempat. (Ahmad)




Komentar

Tampilkan

Terkini

Nasional

+