Iklan

Jumat, 19 Maret 2021, 17.54.00 WIB
Last Updated 2021-03-19T10:54:41Z
Berita Hari Ini

Satpol PP Beserta Camat Turun Pantau Lokasi Yang Diduga Akan Jadi Tempat Judi

Berita Viral

 


Binjai - Metrolangkat-binjai.com


Menindaklanjuti laporan masyarakat yang disampaikan melalui Kelurahan Cengkeh Turi, terkait adanya dugaan lokasi judi tembak ikan dan dindong, akhirnya Camat Binjai Utara, Adri Rivanto S.STP, bersama Satpol PP, Babinsa, Babinkamtibmas, Lurah Cengkeh Turi, Kepling setempat, akhirnya turun langsung ke lokasi yang dimaksud, tepatnya di Jalan Panti Karya, Lingkungan lll Kelurahan Cengkeh Turi, Kecamatan Binjai Utara, Jumat (19/3) Siang.


Pantauan awak media, walau belum selesai pengerjaannya, namun dilokasi tersebut terlihat beberapa tukang bangunan tampak sedang sibuk mengerjakan pekerjaannya. 


Dilokasi yang tepat berseberangan dengan Mesjid Al Mukhlisin, juga terlihat lokasi tersebut sudah dipagar seng. Bahkan beberapa bangunan yang peruntukkannya diduga untuk loket jual Sabu Sabu, Barak untuk tempat menghisap Sabu Sabu, Kantin, Toilet serta 2 bangunan lainnya untuk permainan judi Dindong dan Tembak ikan, juga sudah terbangun.

Menurut Sugiri, Kepala Lingkungan (Kepling) lll Kelurahan Cengkeh Turi, Sugiri, mengakui jika pihak pengelola memang ada mendatangi dirinya.


"Memang pihak pengelola ada melapor untuk permainan tembak ikan dan dindong. Namun dalam hal ini saya tidak mempunyai hak untuk mengeluarkan ijin, maka saya arahkan ke Kelurahan," ujar Sugiri.


Pun begitu, Sugiri juga mengakui bahwa bangunan tersebut sudah mulai dibangun sekitar setengah bulan yang lalu. "Secara pribadi saya tidak ijin. Sebab masyarakat sudah keberatan dengan adanya lokasi itu," beber Sugiri, seraya mengatakan, bahwa pihak pengelola yang dimaksud bernama Anes.


Ditempat yang sama, Kasi Penegak Perda dari Satpol PP Kota Binjai, Luber Simamora SH.MH, mengakui, hingga saat ini pihaknya belum mengetahui peruntukan dibangunnya tempat itu.


"Kita belum kasi komentar, karena belum tau delik maupun peruntukannya. Untuk itu, kami belum bisa melakukan tindakan," kata Luber Simamora, ditemani rekannya, Khairunnisa Fitria SH.


Hal senada juga dikatakan Lurah Cengkeh Turi, Menet Ginting SE. Menurutnya, sebagai Lurah, ia tidak mempunyai hak untuk mengeluarkan ijinnya. "Kata pihak pengelola akan dijadikan sebagai usaha Jackpot dan Dindong. Namun kita tidak punya hak untuk mengeluarkan ijinnya," beber Menet Ginting.


Disinggung siapa pria yang bernama Anes yang disebut sebut banyak orang sebagai pengelola, Menet Ginting dalam hal ini tidak bisa memastikannya. "Saya rasa pemilik lahan ini," ucapnya singkat.


Namun, saat awak media mendatangi Nardi, salah seorang tukang bangunan yang sedang bekerja disitu, ia menyebutkan bahwa Anes adalah orang yang mengatur semuanya di lokasi itu.


"Semuanya kami berurusan sama Anes. Gaji kami pun sama dia," ungkap Nardi, seraya mengatakan, adapun yang bekerja membuat bangunan tersebut berjumlah 6 orang (3 orang tukang dan 3 orang kernet).


Menyikapi hal itu, Camat Binjai Utara, Adri Rivanto S.STP, dalam komentarnya mengakui jika kedatangannya dalam rangka menindaklanjuti keluhan/laporan dari masyarakat Cengkeh Turi, khususnya yang berada di Lingkungan lll.


Ia juga menegaskan, kedepannya jika kedepannya lokasi itu akan dijadikan lokasi atau tempat ilegal, maka ia tidak segan segan untuk bertindak tegas.


"Rekomendasi saya langsung ditutup," tegas Adri Rivanto.


Usai melihat lokasi tersebut, rombongan pun langsung kembali. Namun, Anes yang disebut sebut sebagai pihak pengelola, tidak datang ke lokasi walau sudah dicoba untuk dihubungi. 


Pihak Kecamatan Binjai Utara juga tidak membawa barang bukti apapun dari lokasi tersebut. Sebab, dilokasi belum ada Jackpot maupun mesin tembak ikan. (tra)