-->

Iklan

Suranta Nainggolan Ditemukan Tak Bernyawa Dengan Luka Tusukan

Sabtu, 20 Maret 2021, 13.47.00 WIB Last Updated 2021-03-20T06:47:22Z

 

Suranta Nainggolan saat berada di Rumah sakit.


Binjai - Metrolangkat-binjai.com


Sesosok mayat berjenis kelamin pria, ditemukan tewas dengan penuh luka darah disekujur tubuhnya di Jalan T Amir Hamzah, Gang Martini, Lingkungan l, Kelurahan Jati Karya, Kecamatan Binjai Utara, Jumat (19/3) malam, sekira Pukul 23.30 Wib.


Informasi yang diterima, adapun mayat yang diduga korban penganiayaan hingga mengakibatkan kematian adalah Iwan Suranta Nainggalon (43) warga Jalan Anggrek, Gang Manis No 6, Lingkungan II Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Binjai Utara.


Mendapat informasi dari masyarakat terkait penemuan mayat, petugas Kepolisian dari Polsek Binjai Utara, Polres Binjai, segera turun ke lokasi. 



Sesampainya di TKP, Polisi langsung melakukan pemeriksaan dan mendapati beberapa luka ditubuh korban, yaitu di leher sebelah kanan hingga mengeluarkan darah, serta luka tusuk di punggung sebanyak dua kali.


Penyelidikan pun dilakukan Kanit Reskrim Polsek Binjai Utara, Ipda J. Sitanggang, beserta Panit 2 Reskrim, Ipda Dapot Hutasoit SH, dan anggota Opsnal, dengan meminta keterangan dari para saksi. 


Kapolres Binjai, AKBP Romadhoni Sutardjo, melalui Kasubbaghumas AKP Siswanto Ginting, mengatakan, menurut keterangan salah seorang saksi yang bernama Syahrul Lutfi, sekira Pukul 23.25 Wib, korban sedang mangkal di Simpang Jalan Anggrek, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Binjai Utara, tepatnya di simpang Cabang PLN Binjai.


"Menurut keterangan saksi, pada saat korban sedang mangkal, datang seorang pria yang diduga sebagai pelaku yang tidak dikenal, berjalan kaki dari arah Kantor Cabang PLN Binjai, langsung menjumpai korban.


 Saksi yang pada saat itu sedang berjualan Jus jeruk, sempat mendengar percakapan mereka (terduga Pelaku dan korban-red). Terduga pelaku mengatakan kepada korban *Ada aplikasi GO-JEK bang*," beber Siswanto Ginting.


Usai menanyakan itu, lanjut Siswanto, terduga pelaku kemudian kembali mengatakan kepada korban untuk mengantarkannya ke Tandem. 


"Korban pun menerima tawaran untuk mengantarkannya tanpa menanyakan berapa ongkosnya. Namun pada saat sampai di TKP yang berjarak sekitar 50 meter dari tempat mangkal korban, tiba tiba pelaku diduga menusuk korban dengan menggunakan pisau," urai Siswanto Ginting.


Karena mengalami luka tusukan, korban pun tergeletak di aspal jalan dengan luka tusuk pada leher kanan sehingga mengeluarkan darah.


"Terduga pelaku melakukan perbuatan dengan cara menusuk badan belakang korban terlebih dahulu pada saat dibonceng dengan mempergunakan sebilah pisau kecil yang panjangnya sekitar 15 Cm. Sebab, di TKP ditemukan sarung pisau yang panjangnya sekitar 15 Cm, sedangkan pisau tersebut tidak ditemukan," urai Perwira Polisi ini, seraya mengatakan jika sarung pisau yang dimaksud terbuat dari kayu dan dibalut dengan lakban warna hitam.


Usai melakukan penusukan, terduga pelaku tidak merampas Sepeda Motor milik korban. Sebab, Sepeda Motor Honda Beat warna Merah, nopol BK 6995 LW, masih berada di TKP.


Oleh Polisi, korban yang saat itu masih bernafas, langsung dibawa ke RSUD DR Djoelham Binjai, guna mendapatkan perawatan medis. Naas, nyawa korban tak terselamatkan dan meninggal dunia di Rumah Sakit.


Dalam kasus ini, pihak Kepolisian dari Polsek Binjai Utara, mengamankan barang bukti berupa 1 Unit Sepeda Motor Honda Beat warna merah No Pol BK 6995 LW, serta 1 (satu) buah sarung pisau warna hitam. (tra)

Komentar

Tampilkan

Terkini

Nasional

+