Iklan

Kamis, 22 April 2021, 18.28.00 WIB
Last Updated 2021-04-22T11:28:17Z
Berita Hari Ini

78 Hari Tersandera,PT Sri Timur Akhirnya Bisa Panen Kembali

Berita Viral

Pamen sawit perdana setelah 78 hari aktifitas diperkebunan terhenti karena adanya konflik dengan masyarakat setempat yang menutup akses jalan masuk dan keluar


B.BARAT-METROLANGKAT.COM


Setelah sempat terjadi konflik, serta melewati proses yang sangat panjang dan memakan waktu yang cukup lama, perusahaan perkebunan sawit PT Sri Timur, akhirnya dapat memanen kembali tandan buah segar (TBS) sawit di areal kebun miliknya, yang terletak di Desa Sei Tualang, Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat, Senin (19/4) pagi.


Hal itu disampaikan Manager PT Sri Timur Deny H Damanik via pesan tertulisnya, seraya menyampaikan, bahwa proses pemanenan sawit di sana dikawal ketat aparat keamanan. "Ada sekitar 70-an orang aparat dari Polres Langkat, Polsek Pangkalan Brandan dan Koramil 18 Brandan Barat yang ngawal, untuk mengantisipasi gangguan dari pihak yang merasa keberatan," terang Deny, Selasa (22/4) sore.


Bagi menjemen PT Sri Timur, dapat memanen kembali buah sawit dari kebunnya itu, merupakan suatu anugerah yang harus disyukuri. "Selama 78 hari kami menanti, sekarang kami bisa manen buah sawit kami lagi. Ini anugerah bagi kami," lanjut Deny

Pamen dibawah pengawalan petugas Kepolisian dan TNI


#Pembayaan Gaji dan THR

Dengan beroperasinya kembali segala aktifitas perkebunan seperti sedia kala, diharapkan dapat memenuhi hajat dan do'a ratusan karyawan PT Sri Timur, yakni pembayaran gaji yang sempat tertunda dan dapat menerima tunjangan hari raya (THR) dari perusahaan secara penuh dan tepat waktu.


Manajemen PT Sri Timur juga mengucapkan terima kasih kepada aparat kepolisian dari Poldasu, Polres Langkat, Polsek Stabat dan Koramil 18 Brandan Barat, yang sudah memberikan bantuan untuk pengamanan terhadap aktifitas panen di lokasi HGU perkebunan sawit tersebut.


#Tak Terulang Lagi

"Kami juga berharap, agar kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua, serta tidak akan terulang lagi di perusahaan manapun, khususnya di wilayah hukum Polres Langkat. Yaitu jaminan kepastian hukum dan kepastian berusaha serta perlindungan investasi menjadi kata kunci, sehingga iklim investasi maupun kekondusifan linear dengan kesejahteraan masyarakat sekitar dapat dijaga, apalagi dimasa sulit Pandemi Covid-19 saat ini," harap Deny.


Dia juga menyampaikan, akan bertanggung jawab atas kelancaran operasional di lapangan, sekaligus mewakili manjemen yang berkomitmen untuk terus memperbaiki diri dan menata sosial dengan sebaik-baiknya. Sehingga hubungan harmonis serta rasa kekeluargaan antara perusahaan dengan masyarakat dapat terjalin dengan baik.


#Hewan Ternak

Diketahui, permasalahan tersebut bermula pada akhir Desember 2020 silam, PT Sri Timur melakukan pelarangan hewan ternak masuk ke dalam lokasi perkebunannya, sebagai bagian dari upaya untuk meminimalisir kerusakan tanaman sawit yang telah berlangsung selama belasan tahun, akibat ternak sapi berkeliaran bebas.


Akibatnya, pada awal Februari 2021, masyarakat protes dan melakukan penolakan atas kebijakan perusahaan tersebut, dan kemudian melakukan aksi demonstrasi di pintu masuk utama perkebunan PT Sri Timur, tepatnya di pinggir jalan lintas Medan – Badan Aceh Km 93, persis di depan Markas Koramil 18 Brandan Barat.


Akibat aksi tersebut, operasional PT Sri Timur pun terhenti, karena akses jalan utama perkebunan ditutup menggunakan portal kayu dan kawat duri oleh masyarakat, sekaligus membangun tenda di sana, untuk memastikan kegiatan panen berhenti total, sebagai bargaining masyarakat kepada pihak perusahaan. 


"Akhirnya, dengan melewati proses yang panjang, mulai dari mediasi tingkat kecamatan, Pemkab Langkat dan RDP dengan Komisi A DPRD Kabupaten Langkat, ternyata masyarakat tak bisa membuktikan tuduhan perampasan lahan yang kami lakukan, tanpa menunjukkan legalitas lahan mereka. Sekarang, kami bisa panen dan beraktifitas seperti sedia kala," pungkas Deny. (Ah)



Teks foto: Pekerja PT Sri Timur membawa alat panen menuju ancak dan memuat TBS ke truk pengangkut