Iklan

Senin, 19 April 2021, 13.13.00 WIB
Last Updated 2021-04-19T06:13:19Z
Berita Terkini

Begini Kondisi Jembatan Senilai Rp.75 Milyar : Ngeri..!! Jembatan Sei Wampu- Stabat Sekarat, Kapan Saja Bisa Ambruk

Berita Viral
Beginilah kondisi jembatan Sei Wampu-Stabat yang menghabiskan angaran sebesar Rp.75 Milyar. Sampai saat sekarang ini jembatan yang menghubungkan Kabupaten Langkat- Propinsi Aceh ini tak berpungsi.(Fb)


Langkat-Metrolangkat-binjai.com

 

Sekitar enam tahun sudah Pembangunan jembatan Sei Wampu –Stabat yang membelah Kota Stabat dan Kecamatan Wampu itu belum juga selesai dikerjakan. Bahkan, tanda-tanda akan siapnya jembatan yang diharapkan untuk mengurai kemacetan tersebutpun sepertinya hanya mimpi.

 

Pasalnya,pengerjaan jembatan itu dihentikan sama sekali alias mangkrak. Tidak jelasnya status jembatan tersebut, kini berimbas dengan kemacetan jalan setiap harinya yang dialami warga dalam kurun waktu enam tahun terahir ini.

 

Besarnya angaran yang dituangkan Pemerintah guna pembangunan  jembatan diatas sungai Wampu ini seperti sirna begitu saja. Hanya besi-besi gersang yang tampak berdiri tegak disitu tanpa bermanfaat.

 

Dengan tidak  rampungnya jembatan tersebut, dikawatirkan akan menimbulkan dampak negative bagi perekonomian masyarakat. Sebab, bila jembatan satu-satunya yang ada sekarang ini rubuh, maka dipastikan perekonomian Propinsi Aceh akan mengalami kelumpuhan.

 

Jembatan Sei Wampu yang Mangkrak. Padahal menghabiskan angaran yang begitu besar.


Karena, akses darat satu-satunya menuju Aceh hanya melintasi jembatan ini. Selain, Propinsi Aceh yang akan mendapat imbasnya, ratusan Desa yang ada dibeberapa Kecamatan di Langkat, seperti Kecamatan Wampu, Hinai, Tanjungpura, Gebang, Seilepan, Babalan, Pangkalan Susu, Besitang dan Pematang Jaya juga akan menderita.

 

Dan yang paling dikhawatirkan, jembatan ini sewaktu-waktu dapat ambruk kedalam sunggai karena tak kuasa lagi menahan beban yang setiap harinya ada puluhan ribu angkutan yang melintas diatasnya. Mulai dari kendaraan roda dua, empat hingga trailer dan container.

 

Ditambah sekarang ini ada pembangunan jalan Tol Trans Sumatera, Binjai, Langkat-Aceh. Ratusan truck raksasa dengan muatan galian hingga puluhan ton melintas dijembatan ini. Tak jarang truck yang sarat muatan tanah Galian C mengalami kerusakan diatas jembatan karena patah as atau mengalami pecah ban.

 

Antrian panjang sekarang ini menjadi pemandangan biasa setiap mendekati jembatan Stabat tersebut. Namun, yang dicemaskan, saat antrian terjadi,  truck, bus,mobil dan angkutan lainya yang ada diatas jembatan melebihi kapasitas, bisa saja ikut terjatuh kesungai bila sewaktu-waktu jembatan ambruk karena tak lagi mampu menahan beban.

 

Bayang-bayang tersebut akan menjadi nyata bila kondisi ini tidak segera diperbaiki. Oleh sebab itu Pemerintah diharapkan mengambil peran sebelum adanya korban jiwa. Apalagi sebentar lagi akan memasuki hari Raya Idul Fitri, dipastikan aktifitas dijalur ini akan meningkat.

 

Dari amatan Metrolangkat-binjai.com kondisi jembatan mulai tampak ringkih, bila dilalui angkutan bermuatan, jembatan terasa begitu goyang.

 

Hal ini karena baut pengikat lantai bagian bawah jembatan banyak yang hilang dicuri. Bagian lantai jembatan juga tampak mulai berlubang. Aspal diatas jembatan mulai memisah dan menimbulkan rongga-ronga.  

 

Data yang dirangkum Metrolangkat-binjai.com disebutkan pembangunan jembatan dimakasud dimulai sejak tahun 2015 dengan anggaran Rp 57 miliar oleh rekanan PT. KASN, sumber dana dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

 

Namun proyek tidak selesai pada waktunya tahun 2018. Kemudian dilakukan penambahan anggaran senilai Rp18 miliar lalu dikerjakan rekanan PT. NIM. Seharusnya pembangunan telah rampung Maret tahun lalu. Kenyataannya hingga kini proyek itu masih terbengkalai dan belum rampung.(yong)