Iklan

Rabu, 14 April 2021, 13.16.00 WIB
Last Updated 2021-04-14T06:16:53Z
Berita Hari Ini

BNI Binjai Cuekin Prokes, Warga Dibiarkan Membludak

Berita Viral

Membludak ; Warga tampak membludak saat mengecek bantuan yang dicairkan pemerintah melalui Bank BNI


Binjai - Metrolangkat-binjai.com


Membludaknya ratusan masyarakat di Bank BNI Binjai yang beralamat di Jalan T Amir Hamzah, Kelurahan Tanah Tinggi, Selasa (13/4) karena ingin mencairkan dana dari tabungan BNI Mekar, yang dinilai tidak mematuhi Protokol Kesehatan Covid-19, juga disikapi oleh Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Binjai, Agung Ramadhan.


Menurut Bro Agung (sapaan akrab Agung Ramadhan) pihak Bank BNI Binjai seharusnya sudah melakukan antisipasi sebelumnya dengan mengumpulkan ratusan masyarakat di Bank milik Pemerintah ini.


"Ini jelas melanggar Prokes. Seharusnya pihak Bank meantisipasi hal ini. Jangan korbankan rakyat. Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi," tegas Bro Agung, saat dikonfirmasi awak media, Selasa (13/4) malam.


Dimasa sekarang ini, kerumunan warga ditengah Pandemi Covid tentunya dapat menimbulkan Klaster baru penyebaran Covid-19.



"Apalagi menurut informasi yang saya terima, pihak Bank juga tidak menggunakan alat pengukur suhu untuk masyarakat yang datang ditempat itu," ungkapnya.


Sebagai Ketua PSI Kota Binjai, ia juga mengaku kecewa kepada Pihak BNI Binjai karena terkesan telah mengecewakan masyarakat, khususnya para penerima bantuan yang diterbitkan oleh BNI untuk para penerima bantuan Presiden yang memiliki usaha mikro kecil dan menengah (Banpres UMKM).


"Bahkan saya mendengar ada warga dari Bahorok yang sudah datang sejak pukul 01.00 Wib dinihari dan menunggu hingga pukul 14.00 Wib. Akhirnya bantuan tidak cair juga karena alasannya di bekukan. Kan kasihan masyarakat. Apalagi bertepatan dengan bulan Suci Ramadhan," ujarnya.


Untuk itu, ia berharap kepada Bank BNI Binjai, agar bisa bersikap lebih profesional sehingga masyarakat yang datang tidak kecewa. 


"Maunya dalam penyerahan ditetapkan hari dan tanggalnya, serta dibatasi jumlahnya. Tujuannya agar warga tidak kecewa dan tidak berbondong bondong datangnya," ucapnya, seraya menghimbau kepada Satgas Covid-19 Kota Binjai, agar memantau kegiatan tersebut kedepannya.


Diketahui, ratusan warga yang menerima bantuan dari program tabungan BNI Mekar, berjubel di Kantor BNI Binjai, yang beralamat di Jalan T Amir Hamzah, Kelurahan Tanah Tinggi, Kota Binjai, Selasa (13/4).


Berjubelnya ratusan masyarakat di Kantor BNI Binjai, menurut beberapa warga, dikarenakan mereka dijanjikan akan menerima pencairan dana sebesar Rp 1,2 Juta melalui rekening tabungan Mekar yang diterbitkan oleh BNI untuk para penerima bantuan Presiden yang memiliki usaha Mikro kecil dan menengah (Banpres UMKM).


Namun, sangat disayangkan. Sebab, BNI Binjai malah terkesan cuek dan tidak mengindahkan Protokol Kesehatan (Prokes) yang menjadi kunci penting untuk mengurangi Diseasevirus Corona 2019 (Covid-19).


Pantauan awak media dilokasi, selain tidak menerapkan Prokes, pihak BNI Binjai tidak siap untuk menampung membludaknya ratusan warga yang berkumpul tepat di depan gedung BNI.


Tidak hanya itu, warga juga merasa kecewa karena setelah mengantri beberapa jam, namun akhirnya bantuan yang dijanjikan belum juga dapat dikucurkan.


Bahkan, hingga pukul 13.00 Wib, warga terlihat masih berjubel di Kantor BNI Binjai untuk menunggu dana yang dijanjikan. "Hari ini gak bisa cair juga, mulai besok katanya setiap hari hanya 50 orang saja yang akan dicairkan. Sedangkan berkasnya sudah dimasukkan. Padahal kami puasa," ungkap Melisa Putri, salah seorang yang mengaku penerima bantuan.


Tidak siapnya pihak BNI dalam menampung masyarakat yang akan mengambil bantuan, banyak disesalkan oleh berbagai pihak. Sebab, selain warga kecewa karena waktunya terbuang percuma, banyaknya warga yang berjubel tentunya dapat menimbulkan Klaster baru penyebaran Covid-19.


Guna meantisipasi hal itu, awak media mencoba melakukan konfirmasi kepada Pihak BNI Binjai. Namun, saat akan mengambil foto tepat didepan Kantor BNI Binjai, salah seorang Pegawai BNI dengan kepala sedikit plontos dan disebut sebut merupakan Pimpinan Bank BNI Binjai, mencoba melarang awak media yang akan mengambil dokumentasi (foto) itu dan tidak mau memberikan komentar.


Karena berpotensi menimbulkan Klaster baru penyebaran Covid-19, awak media pun mencoba melakukan konfirmasi ke Satgas Covid-19 Kota Binjai.


"Kita sudah himbau mereka dan kita sudah kordinasi dengan instansi terkait. Namun untuk penegakan hukumnya ada di Satpol PP," ucap Dr Sugianto, Kadis Kesehatan Kota Binjai.


Diketahui, selain tidak terlihat petugas Satpol PP dilokasi Bank BNI Binjai, kerumuman warga tersebut tentunya dapat menimbulkan klaster baru Covid-19. Tidak hanya itu, banyaknya warga yang berjubel, mengakibatkan arus lalulintas mengalami kemacetan karena separuh badan jalan dipadati oleh masyarakat yang akan mengambil bantuan di Bank BNI Binjai. (Tra)