Iklan

Selasa, 06 April 2021, 15.20.00 WIB
Last Updated 2021-04-06T08:20:16Z
Metro Binjai

Kata MUI Penyunyikan Vaksin Covid-19 Tidak

Berita Viral

 


Binjai- Metrolangkat-binjai.com


Lembaga independen yang mewadahi para ulama, zuama, dan cendikiawan Islam untuk membimbing, membina, dan mengayomi umat Islam di Indonesia, yaitu Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bahwa penyuntikan vaksin Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) tidak membatakan ibadah puasa Ramadan.


Hal tersebut diungkapkan Ketua Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP MUI) Kota Binjai, DR HM Jamil Siahaan, melalui Ketua Komisi Fatwa, H Zulkarnain Asri Lc MA, saat ditemui wartawan di kediamannya, Selasa (6/4).


"Sesuai fatwa MUI Pusat, masalah suntik vaksin Covid-19 saat puasa Ramadhan, hal itu tidak membatalkan puasa kita," ungkapnya, didampingi Sekretaris dan Anggota Komisi Fatwa MUI Kota Binjai, H Armaya Azmi MHI dan H Zainul Bahri.


Zulkarnain menyebut, penyuntikan vaksin diperbolehkan saat puasa dikarenakan tindakan tersebut bersifat injeksi dan dilakukan sebagai bagian dari mekanisme pengobatan. 


Apalagi menurutnya, cairan vaksin dimasukkan ke dalam tubuh melalui pori pori, bukan melalui lubang tubuh yang lumrah untuk memasukkan makanan dan minuman, ataupun benda dan zat lainnya yang dapat membatalkan puasa. 


"Tapi sebelum disuntik vaksin, mohon dicek dulu kesehatan kita. Kalau memang kondisi tubuh kita sedang tidak fit, lebih baik jangan. Lebih baik lagi menjalani suntik vaksin Covid-19 pada saat malam hari," ujarnya. 


Secara khusus Zulkarnain menyatakan,  vaksin Covid-19 jenis Sinovac ini hukumnya halal dan aman untuk digunakan. Hal ini berpedoman pada Fatwa MUI Nomor : 02 tentang Produk Vaksin Covid-19 dari Sinovac Life Science Co. LTD China dan PT Bio Farma (Persero).


Sebaliknya, untuk vaksin Covid-19 jenis Astra Zeneca hukumnya haram. Namun vaksin ini tetap dapat digunakan saat kondisi darurat, yakni ketika vaksin yang halal tidak lagi tersedia, atau karena suatu pertimbangan tertentu.


"Pada dasarnya, kita dari MUI Kota Binjai sepenuhnya mengikuti keputusan MUI Pusat. Apalagi kita ketahui bersama, MUI Pusat memiliki lebih banyak ahli, serta sarana dan prasarana yang lengkap dan canggih," seru Zulkarnain. (Tra)