-->

Iklan

Ketua DPD PKS Kota Binjai, Muhty : PKS Sedih Dengan Kenaikan BBM

Jumat, 02 April 2021, 22.43.00 WIB Last Updated 2021-04-02T15:43:16Z
Ketua DPD PKS Kota Binjai Muhty


Binjai - Metrolangkat-binjai.com


Terhitung sejak Kamis (1/4) kemarin, PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian terhadap harga bahan bakar minyak (BBM) di Provinsi Sumatera Utara. Namun, harga BBM di daerah atau Provinsi lainnya tidak mengalami penyesuaian, atau dengan kata lain harga yang berlaku masih sama seperti periode sebelumnya.


Sedangkan untuk tarif PBBKB Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) seperti Premium dan Jenis BBM Tertentu (JBT) seperti Bio Solar, tidak mengalami perubahan.


Dengan adanya penyesuaian tersebut, seluruh harga BBM non subsidi di Provinsi Sumatera Utara, mengalami kenaikan sebesar Rp 200 per liternya.


Kenaikan harga BBM di Provinsi Sumatera Utara, terjadi karena adanya peraturan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Namun, kenaikan harga BBM dimasa Pandemi Covid-19 saat ini tidak serta merta dianggap baik oleh masyarakat.


Beberapa pihak pun ada yang menyesalkan naikknya harga BBM tersebut. Salah satunya adalah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Binjai.


Menurut Ketua DPD PKS Kota Binjai, Muhty Ardiansyah S.Pd, sebagai perwakilan masyarakat biasa, ia mengaku sedih dengan kenaikan harga BBM yang dilakukan oleh PT Pertamina (Persero).


"Kita sebagai perwakilan masyarakat biasa, cukup sedih dengan kenaikan harga BBM oleh pihak Pertamina. Apalagi sekarang kondisinya banyak masyarakat yang mengalami kesusahan secara ekonomi di masa Pandemi Covid ini, baik dari profesi level atas maupun profesi level bawah," ungkapnya, seraya mengatakan, saat ini masyarakat masih disibukkan dengan Ketahanan Pangan untuk keluarga pribadinya.


Pun begitu, lanjut Muhty,  kenaikan harga produk dari suatu perusahaan, salah satunya adalah BBM, adalah hak penuh pemilik Perusahaan.


"Hal itu tentunya juga memperhatikan pendapatan dan pengeluaran dari perusahaan," ujar Muhty Ardiansyah, saat dikonfirmasi awak media, Jumat (2/4) malam.


Diketahui, unit Manager Communication, Relations, & CSR Regional Pertamina Sumbagut, Taufikurachman, mengatakan, penyesuaian tersebut selaras dengan Peraturan Gubernur Sumatera Utara Nomor 01 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB).


Dalam aturan tersebut terdapat perubahan tarif PBBKB khusus bahan bakar nonsubsidi dari sebelumnya 5 persen disesuaikan menjadi 7,5 persen di wilayah Sumatera Utara.


Dalam surat yang dikeluarkan oleh PT Pertamina (Persero) tertanggal 31 Maret 2021, dengan nomor : 348/Q21030/2021-S3, yang ditandatangani oleh Region Manager Retail Sales l, Pierre J Wauran, ada 6 produk BBM yang mengalami kenaikan.


Berikut 6 Produk BBM yang mengalami kenaikan di Provinsi Sumatera Utara :


- Pertalite dari Rp 7.650 menjadi Rp 7.850


- Pertamax dari Rp 9.000 menjadi Rp 9.200


- Pertamax Turbo dari Rp 9.850 menjadi Rp 10.050


- Pertamina Dex dari Rp 10.200 menjadi Rp 10.450


- Dexlite Rp 9.500 menjadi Rp 9.700,


- Solar Non PSO dari Rp 9.400 menjadi Rp 9.600. (tra)

Komentar

Tampilkan

Terkini

Nasional

+