Iklan

Jumat, 30 April 2021, 19.29.00 WIB
Last Updated 2021-04-30T12:29:38Z
Berita Hari Ini

Oknum Polri Disebut Terlibat Di Arisan Online Mitha Boutiquei Yang Didemo Puluhan Omak Omak

Berita Viral


LANGKAT-METROLANGKAT.COM


Difasilitasi oleh Kanit Reskrim Polsek Kuala, Iptu Tunggul Situmeang, akhirnya puluhan kaum ibu yang menggelar unjukrasa di Mitha Boutique, Jalan Binjai - Kuala, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, berkumpul di Mapolsek Kuala, Polres Langkat, Jumat (30/4).


Dalam pertemuan tersebut, Kanitreskrim Polsek Kuala, menyarankan agar mereka (para pengunjukrasa) tidak berbuat anarkis. Ia juga mempersilahkan kaum ibu tersebut untuk membuat laporan apabila ada yang merasa dirugikan.


"Kita tidak boleh main hakim sendiri. Silahkan kalau memang mau membuat laporan," ungkap Iptu Tunggul Situmeang.


Namun, dalam pertemuan tersebut, Mitha Singarimbun yang disebut sebut sebagai Owner dalam arisan Online itu, tidak dihadirkan dan hanya berada disalah satu ruangan yang ada di Mapolsek Kuala.


"Sesuai tuntutan ibu ibu, beliau (Mitha-red) minta waktu selama dua minggu. Kalau tidak ada penyelesaian, baru silahkan laporkan," beber Iptu Tunggul Situmeang.


Disoal adanya dugaan keterlibatan Oknum Polisi berinisial NY dalam arisan Online yang dijalankan oleh Mitha Singarimbun, yang disebut sebut jika dalam arisan tersebut beberapa kaum ibu yang tercatat sebagai Member pernah melakukan penyetoran ke rekening Oknum yang dimaksud, Kanitreskrim Polsek Kuala Iptu Tunggul Situmeang berjanji akan segera menyelidikinya.


"Ini kan kami baru tau, jadi akan kami pelajari dan kami selidiki terlebih dahulu," tegasnya.


Mendapat penjelasan dari Kanitreskrim Polsek Kuala, puluhan kaum ibu tersebut merasa tidak puas. Sebab, mereka berharap agar uang yang sudah mereka setorkan tersebut, dapat dikembalikan sebelum Hari Raya Idul Fitri ini.


"Kami berunjukrasa karena kami sudah berulangkali di janjikan kalau uang kami akan dikembalikan pada bulan Januari kemarin. Tidak ada itikad baik dari dia (Mitha-red).


 Telpon dan Whatsapp kami tidak pernah dibalas. Makanya kami berunjukrasa menuntut hak kami," ungkap para kaum ibu, seraya menegaskan, mereka datang ke Polsek Kuala karena ingin meminta keadilan.


Diakui oleh para kaum ibu, mereka juga punya bukti jika beberapa member arisan Online Mitha, menyetorkan uang tersebut ke rekening atasnama Oknum Polisi yang dimaksud.


"Kami ada buktinya. Gara gara Mitha, kami susah," ungkap mereka, sembari meminta agar Mitha dihadirkan dalam pertemuan itu.


Suasana sempat memanas. Akhirnya, Kanit Reskrim Polsek Kuala mempersilahkan mereka untuk melaporkannya ke Polsek Kuala. 


"Kami lagi mengumpulkan buktinya untuk kami print kan. Kalau gak sore ini atau besok, kami akan membuat laporannya," ungkap salah seorang ibu yang mengaku bernama Vanesha.


Diakui para ibu, dalam arisan tersebut, setidaknya ada 160 hingga 170 member yang ikut di arisan Online Mitha. Sedangkan nominal yang disetorkan beragam, mulai dari puluhan juta rupiah hingga ratusan juta.


"Membernya didalam group ada sekitar 170 orang. Tidak hanya dari Kuala, kami ada juga dari Medan, Jakarta, Jawa Timur. Bahkan dari Malaysia pun juga ada," ujar Vanesha.


Diberitakan sebelumnya, Puluhan kaum ibu yang tergabung dalam "Arisan Online Mitha" melakukan aksi unjukrasa di "Mitha Boutique" yang berada di Jalan Binjai - Kulala, Kecamatan Kulala, Kabupaten Langkat, Jumat (30/4) Siang.


Di Boutique berlantai 2 ini, tampak sang pemilik yang diketahui bernama Mitha Singarimbun, tampak berada di dalam. Namun, wanita yang disebut sebut oleh para pengunjukrasa tersebut sebagai Bandar dalam Arisan Online tersebut, tidak keluar dan malah mengunci pintunya.


Karena tidak mendapat respon dari pemilik Boutique, puluhan kaum ibu malah semakin bersemangat untuk menyuarakan tuntutannya sehingga mengundang pihak Kepolisian dari Polsek Kuala, datang ke lokasi.


"Penipu...pulangkan uang kami. Jangan kau makan uang kami," berikut isi tulisan yang diterpampang dan dibentangkan oleh para wanita yang mayoritas adalah kaum emak emak ini.


Menurut salah seorang Ibu Ibu pengunjukrasa yang bernama Vanesha, dalam arisan itu, setidaknya ada 2 Miliar Rupiah uang yang ada.


"Saya aja sendiri 50 Juta. Teman teman saya ada yang 75 Juta dan puluhan juta juga. Ini masih kami aja 3 orang," ungkap Vanesha, saat dikonfirmasi awak media.


Para kaum ibu yang tertipu tersebut menurut para pengunjukrasa, tidak hanya warga sekitar, namun ada yang dari luar kota, bahkan ada yang dari Jember, Provinsi Jawa Timur.


Karena terus berunjukrasa, akhirnya Kanit Reskrim Polsek Kuala, Iptu Tunggul Situmeang beserta anggotanya yang tiba dilokasi, mencoba melakukan mediasi.


Namun, para pengunjukrasa tetap akan bertahan di lokasi, bila sang bandar, yaitu Mitha Singarimbun, tidak ikut ke Polsek Kuala.


Akhirnya, melalui mediasi yang sedikit alot, Mitha Singarimbun bersedia hadir ke Polsek Kuala, guna mempertanggungjawabkan tuntutan para anggota arisan Online tersebut.


Pantauan awak media, Mitha Singarimbun ke Polsek Kuala dengan mengendarai Mobil Jenis Honda CR-V berwarna putih, nopol BK 1134 OR. (Tra)