-->

Iklan

Tak Tahan Tiap Hari Dihadiahi Abu,Warga Bandar Sinembah Bakar Ban Ditengah Jalan

Kamis, 08 April 2021, 15.23.00 WIB Last Updated 2021-04-08T08:23:58Z


Binjai Metrolangkat-binjai.com


Ratusan masyarakat di Kelurahan Bandar Sinembah dan Kelurahan Sukaramai, Kecamatan Binjai Barat, melakukan penanaman pohon pisang dan bakar ban di sepanjang Jalan Gatot Subroto, tepatmya di lintasan Penghubung jalan Binjai - Kuala Langkat, Kamis (8/4) Siang.


Aksi masyarakat dengan membakar ban dan penanaman pohon pisang tampak terlihat di Simpang Jalan Nenas, Kelurahan sukarama i- Bandar Sinembah, Kecamatan Binjai Barat, dikarenakan tidak tahan menghirup udara yang berabu dan jalan yang berlubang yang panjangnya mencapai kurang lebih 3 Kilometer.


Kerusakan Jalan Gatot Subroto itu banyak disesalkan masyarakat karena adanya truck yang melebihi tonase dengan muatan Sirtu (Pasir dan batu) Kayu serta Sawit yang setiap hari melintas.


"Terakhir kali Jalan Gatot subroto pada tahun 2014 baru diaspal. Ada perbaikan cuma hanya tempel tempel saja. Aksi bakar ban dan tanam pohon dari dua Kelurahan di Kota Binjai akan diakhiri jika sudah ada jawaban dari Pemerintah. Sebab selama ini truck melebihi tonase yang setiap hari melintas menjadi sumber kerusakan jalan ini ditambah adanya pengorekan jalan proyek dari pihak Telkom, membuat hasil korekannya dipinggir jalan ini menimbulkan abu yang tiap hari kami hirup," ungkap Jaya Alvin Alias Vijay (46) Warga Jalan Nenas, Kelurahan Sukai Ramai, Kecamatan Binjai Barat.


Kemarahan warga akhirnya dapat diredam setelah sekitar 1 jam memblokir jalan yang sempat membuat pengguna jalan Gatot Subroto macet total.


Akhirnya, Kapolsek Binjai Barat, Camat Binjai Barat serta salah seorang Anggota DPRD Binjai F PDIP Kota Binjai, turun ke lokasi untuk memberikan keterangan dan penjelasan atas aksi bakar ban dan tanam pohon di tengah jalan oleh masyarakat.


Sementara itu, dalam penjelasannya ke masyarakat, Camat Binjai Barat Sumuel Lumbantoruan, berharap agar pelaksanaan perbaikan bisa segera dikerjakan.


"Kalau bisa menjelang bulan Ramadhan ini sudah dikerjakan. Itu harapan kita. Tapi kita juga menyesuaikan dengan keadaan, memang dalam struktur pemerintahan kita setiap sesuatu harus disiapkan dan ada proses seperti pengerjaan dilakukan oleh pemenang tender" kata Samuel.


Dijelaskan Samuel, pihaknya sudah melayangkan surat ke Pemko Binjai untuk mengerjakan pekerjaan Jalan Gatot Subroto. Bahkan, permohonan warga lainnya juga kalau bisa ini secepatnya dikerjakan. 


"Kalaupun tidak langsung dikerjakan, setidaknya dikorek dulu yang berlubang. Kemudian kami minta juga ada penyiraman jalan agar tidak berabu karena sekarang juga cuaca tidak menentu, panasnya luar biasa jadi debu yang berterbangan di sini juga menimbulkan penyakit. Hal ini juga kita antisipasi maka permohonan dari warga melalui bidang bidang pemeritahan Pemko Binjai telah dipenuhi dan juga dimohonkan untuk penyiraman dari Damkar menyesuaikan. Kemarin itu dimintakan apabila panas,,mungkin lebih dari tiga kali. Tapi kalau memang kondisi cuaca mendung dan lainnya, karena setiap disiram, 3 jam kemudian sudah kering," jelas Samuel.


Terkait proyek Telkom, yaitu pengorekan jalan untuk pemasangan pipa, Samuel mengatakan jika hal tersebut belum jadi masalah. Sebab menurutnya, hal itu hanya pelaksanaan di lapangan. Sedangkan untuk izin dan segala macam pelaksanaan kegiatan itu tidak dari Pemko Binjai.


"Saya minta biarkan Telkom melaksanakan kegiatannya itu kalau tidak mengganggu aktivitas dan fasilitas umum lainnya. Sebab yang kita ketahui, semalam mereka ini hanya bilang pengerjaannya saja, bukan di badan jalan. Tapi kalau di jalan, berpotensi mengganggu pengguna jalan. (Tra)

Komentar

Tampilkan

Terkini

Nasional

+