Iklan

Selasa, 25 Mei 2021, 18.49.00 WIB
Last Updated 2021-05-25T11:49:52Z
Metro Binjai

Begini Reaksi Anggota DPRD Binjai Ini Saat Lihat Bantaran Sungai Tergerus

Berita Viral


 Binjai - Metrolangkat-binjai.com


Tergerusnya bantaran Sungai Bingai yang membelah Kota Binjai, tepatnya di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Binjai Barat, membuat beberapa tokoh masyarakat merasa prihatin.


Sebab, selain membahayakan bagi masyarakat, tergerusnya bantaran Sungai Bingai yang berada tepat di Sebelah Jembatan yang menghubungkan Kecamatan Binjai Kota dengan Binjai Barat ini, sangat membahayakan bagi pengguna jalan.


Salah seorang yang ikut prihatin karena tergerusnya bantaran Sungai Bingai tersebut adalah Ryan Wijaya SE. Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang saat ini menjadi anggota DPRD Binjai, mengaku prihatin dengan kondisi yang ada. 


Hal itu diungkapkan Ryan Wijaya saat melihat langsung kondisi bantaran Sungai Bingai yang tergerus air, sehingga dapat berdampak pada longsornya tanah dan runtuhnya rumah yang berada ditepat di pinggir Sungai.


"Saya datang kesini untuk melihat kondisi yang ada karena adanya laporan dari masyarakat. Jujur, setelah saya melihat langsung, saya menjadi miris dengan kondisi yang ada," ungkap Ryan Wijaya, saat dikonfirmasi awak media dilokasi, Selasa (25/5) Sore.


Untuk itu, pria berkacamata yang saat ini juga dipercaya menjadi Sekretaris Fraksi PDI-P menegaskan agar Dinas terkait sesegera mungkin memperbaikinya dengan membuat tembok penahan longsor.


"Dalam hal ini tentunya DPRD Binjai memberikan perhatian khusus atas kondisi yang ada," ujar Ryan.


Bukan hanya longsornya bantaran Sungai Bingai yang disoroti oleh Ryan Wijaya, Jembatan yang berada tepat di sebelah lokasi longsor (warga sekitar menyebutnya Titi Besi) juga tidak luput dari perhatiannya.


"Jembatan ini terkesan seperti tak terurus. Padahal jembatan ini kan yang menghubungkan ke Kawasan Wisata Bukit Lawang. Mohon perhatian dari Instansi terkait dalam hal ini Provsu. Lihatlah, tidak dicat dan seperti berlumut," beber Ryan dengan nada kecewa. 


Sebagai warga Binjai, Ryan juga berharap agar Jembatan yang dimaksud juga dapat menjadi perhatian serius dari Dinas terkait.


"Jangan sampai terjadi hal hal yang tidak diinginkan. Karena Jembatan ini dulunya pernah runtuh dan memakan korban jiwa," ujar Ryan menyikapi kondisi Jembatan yang ada, seraya berharap agar Jembatan itu dianak emaskan.


Saat berada dilokasi, pria yang juga dipercaya menjadi Wakil Ketua DPC PDI-P Kota Binjai ini juga mengaku prihatin dengan adanya warga (diduga anak anak dari Komunitas Funk) yang bertempat tinggal dibawah Jembatan.


"Dinas Sosial seharusnya bertindak tegas. Bina mereka dan jangan biarkan terlantar dan tidur dibawah Jembatan," harap Ryan Wijaya saat melihat beberapa warga yang tertidur dibawah Jembatan.


Sebagai Wakil Rakyat, Ryan mengaku mendukung sikap Pemko Binjai yang melarang Truk melintas di Jembatan tersebut pasca terjadinya erosi.


"Karena memang kondisi jembatannya sangat memprihatinkan. Lihatlah, kalau kita lihat benar benar, kondisi jembatan ini miring. Artinya tidak menutup kemungkinan baut atau mur yang menjadi pengikat besi Jembatan, ada yang hilang," urai Ryan Wijaya, seraya menunjuk posisi Jembatan yang terlihat miring.


Ditempat yang sama, seorang Petugas dari Bina Marga Provinsi Sumatera Utara yang mengaku bernama Ali, juga berada dilokasi. Ia mengakui, kedatangan dirinya bersama konsultan, guna melihat kondisi bantaran Sungai Bingai yang longsor, untuk selanjutnya dilaporkan kepada Pimpinannya.


"Saat ini masih direncanakan. Rencananya akan dibuat tembok penahan sepanjang kurang lebih 15 Meter. Artinya disesuaikan dengan anggaran yang ada," kata Ali, sembari menegaskan bahwa kondisi yang ada sudah sangat membahayakan dan Urgent.


Pantauan awak media dilokasi, kondisi Jembatan dan longsornya tanah di bantaran Sungai Bingai tersebut sudah sangat memprihatinkan. Bahkan Pipa PDAM yang melintang di Sungai tersebut juga terlihat sangat membahayakan. 


Terlihat, Pipa PDAM Tirta Sari tersebut pasca terjadi longsor hanya diganjal dengan 2 unit kayu. Bahkan, agar tidak terjatuh, pipa itu hanya diikat dengan tali seadanya.


Diberitakan sebelumnya, tingginya curah air yang mengalami kenaikan pada Jumat (21/5) dinihari, sekira Pukul 01.00 Wib, mengakibatkan bantaran Sungai Bingai yang membelah Kota Binjai, tepatnya yang ada di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Binjai Barat, mengalami erosi.


Akibatnya, selain menimbulkan 1 tiang listrik menjadi miring dan hampir menimpa rumah warga, pipa PDAM juga mengalami gangguan. Tidak hanya itu, erosi juga mengakibatkan 1 rumah milik warga yang berada di pinggiran Sungai Bingai, terancam longsor.


Tidak hanya itu, erosi yang berada tepat di sebelah Jembatan yang menghubungkan Kecamatan Binjai Kota menuju Binjai Barat ini, tentunya sangat membahayakan bagi para pengguna jalan.


Pantauan awak media dilokasi, erosi tersebut tidak hanya di sebelah Jembatan, namun tanah dibawah jembatan (warga sekitar menyebutnya Titi Besi) itu juga ikut ambrol ke dan masuk kedalam Sungai.


Upaya perbaikan pun dilakukan oleh Instansi terkait. Salahsatunya adalah PT PLN (Persero) yang melakukan relokasi tiang listrik yang miring dan hampir menimpa rumah warga.


Menurut Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) Binjai Barat yang bernama Hery, pihaknya terus melakukan upaya relokasi tiang listrik tersebut dengan menurunkan sejumlah teknisi dan Crane milik perusahaan BUMN yang mengurusi semua aspek kelistrikan yang ada di Indonesia ini.


"Benar bang, saat ini kami masih melakukan relokasi satu tiang listrik yang terdampak erosi," ungkap Hery, seraya menegaskan, relokasi dilakukan dikarenakan air Sungai Bingai mengalami kenaikan dan berdampak pada erosi.


Akibat dari erosi dan relokasi tiang listrik itu, lanjut Hery, arus listrik pun sebelumnya sempat dimatikan untuk beberapa jam. "Dari tadi malam sekira jam 01.00 Wib sampai Pukul 02.30 Wib, mengalami pemadaman. Saat ini 2 orang pelanggan juga padam dalam proses relokasi ini," beber Hery, saat dikonfirmasi awak media dilokasi, Jumat (21/5) Sore.


Disoal apakah ada kendala dalam proses relokasi tiang listrik itu, Manager ULP Binjai Barat ini mengaku sudah tidak ada. "Tadi ada kendala sedikit dari penilik tanah, namun sekarang sudah selesai," urainya. (Put)