Iklan

Kamis, 20 Mei 2021, 07.34.00 WIB
Last Updated 2021-05-20T00:34:45Z
Hukum dan kriminal

Dua Wanita Ini Katanya Kurir Sabu RK,Dijanjikan Rp.100 Ribu

Berita Viral

Kedua pelaku bersama barang buktinya diamankan di Mapolsek Padang Tualang.


Padang Tualang-Metrolangkat.com


Himpitan ekonomi membuat kedua ibu-ibu nekat mengambil jalan pintas. Ya mereka mau menjadi kurir sabu saat ditawari uang seratus ribu oleh sang bandar berinisial RK.

Sialnya,belum lagi upah antar sabu diterima,keduanya keburu diamankan Polsek Padang Tualang. 

Kini guna mempertangung jawabkan segala perbuatannya,kedua pelaku masih menjalani pemeriksaan di Polsek Padang Tualang.

Sayangnya orang yang disangkakan bandar sabu-sabu tersebut berhasil lolos dari tangan petugas. Kini status RK buronan Polsek Padang Tualang atas kepemilikan sabu-sabu tadi.

Informasi yang didapat Metrolangkat.Com menyebut,kedua wanita apes ini diamankan setelah petugas mendapat informasi kalau ada dua orang wanita diduga menjadi kurir sabu akan mengantarkan barang haram tersebut.

Oleh petugas,kabar tersebut langsung direspon dan melakukan penyelidikan. Hasilnya,saat pelaku digrebek dirumahnya petugas mendapati barang yang dicari.

Tak bisa berdalih lagi,kedua perempuan ini hanya bisa manut saat digiring menuju kantor Polisi.

Personil polisi KaPolsek Padang Tualang  AKP Tarmizi Lubis SH saat dikonfirmasi membenarkan telah menangkap dua orang perempuan di sebuah rumah yang berada di Dusun V Mekar Hulu, Desa Alur Gadung, Kecamatan Sawit Seberang, Kabupaten Langkat pada Rabu (19/5) sekira Jam 14.30 WIB.


Diketahui kedua pelaku tersebut bernama Irawati alias Irma (37) dan Widiya Ningsih alias Widi (24), warga Dusun V Mekar Hulu, Desa Alur Gadung, Kecamatan Sawit Seberang, Kabupaten Langkat. 


Mereka berdua diamankan karena kedapatan menyimpan narkotika yang diduga jenis sabu-sabu dengan berat brutto 49,67 gram, yang dibalut dengan lakban berwarna hitam dan dibungkus plastik klip besar.


Kedua pelaku diketahui bertugas sebagai seorang kurir, yang nantinya barang haram tersebut akan mereka berikan kepada seorang bandar yang berinisial RK.


Saat dilakukan penggrebekan dikamarnya secara spontan Irma sempat membuang barang bukti keluar melalui jendela." ulUajr Tarmizi seraya menambahkan pelaku mengaku baru pertama kali mengeluti bisnis haram tersebut dengan imbalan Rp.100 ribu rupiah.(Wah/yong)