Iklan

Jumat, 14 Mei 2021, 16.55.00 WIB
Last Updated 2021-05-14T09:55:36Z
Berita Terkini

Gara-Gara Knalpot Bising,,Anggota SAPMA PP Nyaris Baku Hantam Dengan Warga

Berita Viral

 


Binjai - Metrolangkat-binjai.com


Sekelompok pemuda yang diketahui berasal dari SAPMA PP Kota Binjai dan Kabupaten Langkat, terlibat pertikaian dengan masyarakat Kelurahan Jati Negara, Selasa (11/5) sekira Pukul 20.00 Wib. 


Kejadian itu terjadi di depan kediaman Rezi, Ketua Koti Pemuda Pancasila Kota Binjai, di Simpang Kebun Lada, tepatnya di depan Warkop Bang Kumis (BK), di Jalan T Amir Hamzah, Kelurahan Jati Negara, Kecamatan Binjai Utara. 


Menurut pengakuan Rezi, Sekira pukul 19.45 Wib, sekelompok pemuda dari Sapma PP konvoi dengan mengendarai puluhan Sepeda Motor,  dengan memakai knalpot blong, sehingga mengeluarkan suara yang cukup keras.


Dimana pada saat itu warga sedang menjalankan ibadah sholat tarawih di Mesjid Taqwa yang berada tepat di samping Warkop BK. 


"Pada saat itu mereka lewat sambil menggeber geber kendaraannya. Ya, jelas masyarakat terganggu atas tindakan mereka. Lalu, warga berteriak 'woi orang sholat," ujar Rezi, sembari menirukan teguran dari warga sekitar. 



Berdasarkan informasi dari warga sekitar lokasi kejadian, diduga sekelompok pemuda tersebut tidak terima atas teguran warga. Lantas mereka pun kembali hingga menimbulkan cekcok mulut antara warga dan kelompok pemuda itu. 


Suasana saat itu mulai memanas, ketika kedatangan seorang pemuda yang mengaku bernama Ade Rinaldi Tanjung, dari Sapma PP kota Binjai.


Dimana warga yang sudah geram atas prilaku sekelompok pemuda tersebut, langsung terlibat pertikaian hingga berujung penganiayaan. 


Akibat dari kejadian itu, Ade Rinaldi Tanjung mengalami luka dibagian kepalanya, dan melapor  ke Polrse Binjai atas laporan penganiayaan yang dialami dirinya. 


Setelah itu suasana mulai kembali memanas ketika kedatangan Beni, Anggota DPRD kota Binjai dan Dejon yang mengaku sebagai tokoh masyarakat kota Binjai. Pasalnya kedatangan kedua tokoh ini, membuat kesal warga sekitar. 


Pasalnya, degan sikap arogansi, mereka tidak terima atas penganiayaan yang dialami anggota Sapma PP. 


"Kami masyarakat sekitar kesal atas tindakan yang dilakukan Beni, salah seorang anggota DPRD kota Binjai dan Dejon yang mengaku sebagai tokoh masyarakat. Pasalnya, yang bersangkutan bukannya menyelesaikan masalah malah  memperkeruh masalah," kata Rezi, yang juga menjabat sebagai Bendahara KNPI Kota Binjai, Kamis (13/5). 


Dikarenakan situasi kembali memanas, Personil dari Kepolisian Polres Binjai turun melakukan pengamanan untuk mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan.


 Sementara itu, masyarakat berharap agar pihak Kepolisian bisa mencari tahu siapa dalang dari perbuatan anarkis ini. 


Sikap arogansi dari tokoh masyarakat juga disesalkan Cheppy, selaku Sekjen KNPI kota Binjai. Pasalnya, dirinya menyaksikan langsung prilaku arogansi yang dilakukan kedua tokoh masyarakat tersebut. 


"Saya menyaksikan langsung sikap arogansi mereka. Saat itu saya mendapat kabar kalau ada keributan di depan kediaman Rezi Bendahara KNPI Kota Binjai.


Begitu saya sampai, Beni yang juga anggota DPRD Kota Binjai, langsung menantang masyarakat yang ada di lokasi kejadian," terang Chepy, Kamis (13/5). 


Masih pengakuan dari Cheppy, dirinya sempat mendapat perkataan tidak pantas yang diucapkan oleh oknum anggota legislatif tersebut. "Kau main sama aku, kau imbang sama aku," kata Beni saat itu, sembari mengeluarkan kata kata berang.


Ucapan itu ditujukan kepada Cheppy Sekjen KNPI Kota Binjai. "Waktu itu saya datang mencoba menenangkan permasalahan itu, namun malah saya yang di ancam," kata Cheppy. 


Menanggapi hal tersebut, Cheppy berharap kepada  Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat Kota Binjai, untuk melakukan teguran terhadap oknum anggota DPRD yang bersikap arogansi kepada masyarakat.


 "Saya rasa prilaku ini sudah jelas mencoreng citra anggota legislatif. Kalau bisa yang bersangkutan di PAW oleh pimpinan Partainya. Soalnya ini tidak sesuai dengan etika dirinya sebagai wakil Rakyat," ujar Cheppy. 


Sementara itu, J Payo Sitepu, selaku ketua MPC PP Kota Binjai, menyayangkan kejadian tersebut. Pihaknya sudah melakukan kordinasi dan mediasi dengan SAPMA PP Sumut dan Kabupaten Langkat.


"Mengenai keterlibatan Pemuda Pancasila, saya atasnama Ketua MPC PP Kota Binjai, mengucapkan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Binjai atas kejadian ini. Terkait Pemuda Pancasila,  sudah tidak ada masalah lagi," ujar Payo kepada wartawan, Kamis (13/5).(red)