Iklan

Rabu, 05 Mei 2021, 08.42.00 WIB
Last Updated 2021-05-05T01:43:00Z
Berita Hari Ini

Ketua DMI Sumut Prihatin Atas Pengrusakan Masjid Al Badar Medan

Berita Viral

Ketua DMI saat melihat langsung kondisi Masjid yang dirusak oknum tak bertanggung jawab.


Medan - Metrolangkat-binjai.com


Pengrusakan Masjid Al Badar yang berada di Jalan Gatot Subroto Medan, yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab beberapa hari lalu, membuat sejumlah masyarakat dan tokoh agama, sangat prihatin.


Salah satu tokoh agama yang mengutuk perbuatan tidak terpuji yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab itu adalah Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sumatera Utara, Irhamuddin Siregar.


Diakui Irhamuddin, ia merasa sangat prihatin sekaligus terkejut atas pengrusakan Masjid Al Badar, tepatnya yang berada dilantai 2 Masjid, yang dilakukan oleh orang yang mengaku sebagai BKM. 



"Kita sangat menyesalkan adanya pengrusakan yang dilakukan oleh oknum oknum tidak bertanggung jawab yang mengaku sebagai Nazhir atau BKM," ungkap Irhamuddin Siregar, saat dikonfirmasi awak media, Selasa (4/5) malam.


Sebagai Ketua DMI Sumut, dirinya juga mengakui, pasca pengrusakan itu, ia sudah mendatangi Masjid Al Badar, serta melihat kondisi yang ada. "Sangat prihatin saat kita melihatnya, dimana lantainya yang sudah dipasangi dengan Granit berukuran 60 x 60 Cm,  habis dirusak oleh oknum yang tidak bertanggunggung,"urai pria yang selalu ramah dengan awak media ini.


Tidak hanya itu, lanjut Irhamuddin, perbuatan oknum tidak bertanggung jawab yang mengaku sebagai Nazhir atau BKM itu semakin tidak terkontrol dengan tidak boleh masuknya Nazhir atau BKM Al Badar yang sah.


"Parahnya lagi, dalam kejadian itu, Nazhir atau BKM yang sah malah tidak diberi masuk. Sementara menurut informasi yang saya terima, penguasaan yang dilakukan oleh para oknum itu sudah berjalan lebih kurang 7 tahun," ujarnya dengan nada kesal.


Perbuatan tidak tercela yang dilakukan oleh para oknum tersebut ternyata tidak berhenti sampai disitu. Sebab, kata pria yang pernah menjabat sebagai Ketua DMI Kota Binjai ini, mereka juga dengan sengaja mengerahkan para preman sekitar untuk melakukan teror kepada kepengurusan Masjid Al Badar yang sah.


Sebagai tokoh agama, Irhamuddin Siregar menilai jika perbuatan para oknum tersebut sudah melanggar hukum. Untuk itu, ia berharap kepada aparat yang berwenang, agar segera mengusut dan menyelesaikan permasalahan tersebut.


"Kalau kita lihat disamping Masjid sudah dibangun dengan bagus. Akibat kejadian itu, Masjid tersebut menjadi tidak berfungsi secara maksimal," bebernya.


Kekesalan Irhamuddin Siregar kian bertambah setelah mengetahui jika Masjid Al Badar tersebut merupakan salah satu Masjid percontohan Wakaf Produktif.


"Akibat dari perbuatan itu, apa yang menjadi program Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama, menjadi tidak berjalan dengan baik, bahkan terhenti," kata Irhamuddin Siregar.


Selain bangunan Masjid Al Badar yang dirusak, Irhamuddin juga menegaskan adanya kesalahan yang sangat fatal yang terjadi, yaitu hilangnya harta benda Wakaf yang tidak bisa dinilai dengan materi.


"Benda yang dirusak ini merupakan harta Allah yang harus dilindungi dan diselamatkan dari oknum oknum yang tidak bertanggung jawab," urai Irhamuddin meakhiri pembicaraannya. (Tra)