Iklan

Minggu, 16 Mei 2021, 09.14.00 WIB
Last Updated 2021-05-16T02:14:35Z
Berita Terkini

Leher Purwanto Disayat Bejo,Begini Kata Kapolsek Ceritanya..

Berita Viral

Purwanto menjalani perawatan setelah leher bagian belakanganya disayat Bejo.


Padang Tualang-Metrolangkat.com


Dalam kurun waktu yang singkat personil Polsek Padang Tualang yang dipimpin AKP Tarmizi Lubis SH berhasil meringkus pelaku penganiayaan terhadap karyawan perkebunan PTPN II Unit Batang Serangan, pada Sabtu (15/5) sekira Jam 13.00 WIB.


Menurut informasi yang dihimpun pelaku yang berhasil diringkus polisi bernama Anwar alias Bejo (26), pemuda asal DesaTebing Tanjung Selamat, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.


Diketahui pelaku melakukan penganiayaan terhadap Rahmawi Purwanto, yang bekerja sebagai karyawan perkebunan PTPN II Kebun Unit Batang Serangan, warga Dusun Perumnas, Desa Tanjung Putus, Kecamatan Padang Tualang.


Bejo pelaku penganiaya Purwanto diamankan Polsek Pd Tualang.


AKP Tarmizi Lubis SH saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa aksi penganiyaan itu terjadi di gubuk perladangan sawit di Dusun 1 Sumur Boor, Desa Tebing Tanjung Selamat, Kecamatan Padang Tualang, Sabtu (15/52021) sekitar pukul 13.00 WIB.


"Karena korban mengalami luka sayat pada leher belakang dan mengeluarkan darah, segera saksi melarikan korban ke RSU PTPN II Tanjung Selamat, setelah mendapat pertolongan pertama, maka korban di rujuk ke RSU Putri Bidari Stabat," jelas AKP Tarmizi.


Lanjut AKP Tarmizi, setelah menerima informasi kejadian itu dengan cepat dirinya menurunkan personil ke TKP dan mengamankan pelaku dari rumah orang tuanya untuk menghindari amuk massa, kemudian disita sebilah pisau dapur dari pelaku.


Diduga pelaku mengalami gangguan jiwa. "Saat diinterograsi, jawaban pelaku tidak relevan (tidak nyambung) mejelaskan sebabnya menganiaya korban karena perintah pikirannya sendiri dan ia tidak pernah dendam terhadap korban," kata Tarmizi.


Menurut keterangan ayah kandung pelaku, bahwa pada tahun 2017 pelaku pernah dirawat oleh dokter saraf di Medan selama 1 bulan karena pelaku mengalami gangguan jiwa, namun diperbolehkan kembali. Karena sudah sembuh (tidak ada surat keterangan dokter yang menyatakan pelaku terganggu jiwanya).


"Polisi berhasil mengamankan pelaku beserta barang bukti, 1 (satu) bilah pisau dapur dan 1 (satu) buah tikar warna kuning yang terdapat bercak darah," tutupnya.


Terpisah Manager Perkebunan kelapa sawit PTPN II Makmur Panjaitan membenarkan bahwa korban adalah seorang karyawan yang menjabat sebagai krani kebun. "Ya saya sudah mendapat informasi itu tadi, tapi berhubung ada kunjungan dari Kabag Direksi makanya saya belum sempat melihat korban. Tapi besok saya akan ke RS ditempat korban dirawat," pungkasnya. (Zar)