Iklan

Jumat, 28 Mei 2021, 23.05.00 WIB
Last Updated 2021-05-28T16:05:32Z
Berita Terkini

Pasca Okor Ditangkap,Begini Curhat Warga Besilam Ke Polisi

Berita Viral

Okor Ginting Dan Karangan bungga yang dikirimi warga ke Polres Langkat sebagai bentuk apresiasi diamankanya Preman tersebut.


Wampu-Metrolangkat.com


Usai penangkapan OG Cs terkait dugaan ibu-ibu di Dusun VII Purwosari, Desa Besilam Bukit Lembasa, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, Sabtu (22/5) silam, yang berujung aksi bentrokan, Kapolres Langkat AKBP Edi Suranta Sinulingga SIK yang diwakili Wakapolres Langkat Kompol Khairul Sani mengunjungi desa yang dikelilingi areal perkebunan sawit tersebut, Jum'at (28/5) siang.


Di sana, Khairul Sani beserta rombongan mendengarkan aspirasi masyarakat yang selama ini sudah merasa tertindas oleh OG Cs. "Kedatangan kami kemari, untuk mendengar keluh kesah warga Desa Besilam Bukit Lembasa, agar kampung ini menjadi aman dan tentram seperti yang masyarakat inginkan," kata perwira yang menyandang melati satu di pundaknya itu.

Waka Polres Langkat Kompol Khairul Sani saat menyambangi warga Desa Besilam Lambasa.

Beliau juga menambahkan, apabila sebelumnya masyarakat mendapatkan intimidasi atau kejadian serupa, agar secepatnya melaporkan ke Polres Langkat, supaya dapat segera ditindaklanjuti. "Kapolres Langkat juga berjani, aksi premanisme yang ada di Bumi Langkat, khususnya di Desa Besilam Bukit Lembasa dapat dibersihkan," lanjut Khairul Sani.


Pada kesempatan yang sama, Misnan, perwakilan warga di sana mengatakan, dengan hadirnya aparat kepolisian dari Polres Langkat, diharapkan dapat mendengar keluh-kesah mereka selama ini. "Hal yang serupa sangat menakutkan bagi kami selama beberapa tahun belakangan ini," keluh Misnan.


Pria paruh baya itu juga menyampaikan, bahwa seluruh masyarakat akan mengibarkan bendera merah putih pada setiap tanggal 25 Mei, sebagai tanda kebebasan dan kemerdekaan di desanya. "Kami berharap, agar nantinya desa ini dapat seperti desa lainnya dengan fasilitas pembangunan dan pelayanan kesehatan yang memadai," sambungnya.

Warga berkumpul menyampaikan keluhannya selama ini.


Tak hanya itu, Misnan juga mengaku pernah didenda Rp50 juta dan hanya dikasih waktu dalam empat hari untuk membayarnya, hanya karena panen karet di tanahnya sendiri. "Tapi tanah saya diakui sebagai miliknya (OG) dan saya dipaksa untuk bayar denda," tandasnya.


Perwakilan Desa Besilam Bukit Lembasa Rizal, juga banyak berterimakasih dengan kehadiran Wakapolres Langkat berserta rombongan. "Kami sangat berterimakasih kepada bapak Kapolres Langkat dan jangan hanya aksi premanisme saja yang ditindak, tapi peredaran narkoba yang sudah merajarela di kampung ini juga tolong ditindak," pungkasnya.


Tak hanya Misnan dan Rizal saja, seorang ibu-ibu yang mengaku bernama Lima, juga pernah mendapat ancaman dari OG Cs, hingga ayah dan keluarganya harus pindah rumah dari Desa Besilam Bukit Lembasa, demi keselamatan keluarga mereka. 


Setelah seluruh keluh kesah masyarakat disampaikan, Wakapolres Langkat memberi arahan kepada warga, untuk segera melaporkan kejadian yang mereka alami selama ini, agar dapat ditangani oleh Polres Langkat.


Diakhir kegiatan itu, Kapolsek Stabat AKP Meritaken Surbakti mengatakan, bahwa pihaknya akan menciptakan kekondusifan di desa tersebut, dengan menghidupkan kembali pos kamling di setiap dusun. "Nantinya akan dibina langsung oleh Sat Binmas Polres Langkat serta Bhabinkamtibmas Polsek Stabat. (Red/yg)