Iklan

Senin, 10 Mei 2021, 18.28.00 WIB
Last Updated 2021-05-10T11:33:01Z
Hukum dan kriminal

Roni Barus Mengaku Difitnah Dan Dipermalukan

Berita Viral

 

Roni Barus yang mengaku telah difitnah saat memberikan keterangan pada wartawan.


LANGKAT-METROLANGKAT.COM


Roni Barus, warga Deli Serdang, yang saat sekarang ini bertempat tinggal di Kota Buluh, Desa Pir ADB Besitang, akhirnya angkat bicara terkait tuduhan yang ditujukan kepada dirinya dan berujung dilaporkannya ke Polsek Besitang.


Menurutnya, yang telah dituduhkan mereka terhadap dirinya adalah fitnah dan telah diskenario oleh orang yang diakui bernama Josua Purba.


"Semuanya sudah di skenario oleh mereka biar saya dianggap jelek. Semuanya memang sudah disusun oleh Josua Purba dan kawan kawannya," ungkap Roni Barus, saat dikonfirmasi awak media, kemarin Minggu (9/5).

Warga dan Roni Barus tampak membahas pemberitaan dimedia sosial terkait tudingan intimidasi yang dituduhkan


Akibat fitnah tersebut, lanjut Roni Barus, ia mengaku kecewa dan dipermalukan. "Saya sakit hati sekali atas kejadian ini," ucapnya dengan nada kesal.


Saat ditemui awak media, Roni Barus juga menegaskan, barang siapa yang bisa membuktikan kejahatannya, ia mengaku akan angkat tangan.


"Pada waktu itu ada memang saya agak tegas, karena mereka memgklaim yang bukan lahan dia. Masak sawit orang yang diklaimnya. Sementara yang membebaskan lahan itu salah satunya adalah saya," urai Roni Barus saat membeberkannya dihadapan awak media. 

Warga mengaku sosok Roni Barus orang yang baik.


Lebih lanjut dikatakan Roni Barus, bersama dua orang rekannya, yaitu Ramane dan Darmo yang berasal dari 3 kampung, ia berusaha untuk mengusir para kelompok yang akan menguasai lahan tersebut. 


"Tidak benar yang diberitakan itu. Salah satu yang menjadi narasumber diisi pemberitaan itu adalah Sudirman. Sementara dia (Sudirman-red) sudah lama tidak disini. Dia pulang dari penjara malah bikin masalah di Sei Bamban," tegas Roni Barus dengan nada kesal, sembari mengatakan bahwa Sudirman juga tidak mempunyai ladang di Sei Bamban.


Saat disinggung adanya pengancaman yang dilakukan dirinya kepada Rahmadani alias Dani, Roni Barus dengan tegas menjelaskannya.


"Kalau itu masalah tanah TNGL. Yang dijual Dani itu saya larang untuk dijual karena itu bukan hak dia. Tapi kalau ada yang memberikan ke dia, saya ikhlas. 


Karena tanggung jawab saya menjaga amanah itu," beber Roni Barus, seraya menambahkan, kalau pihak TNGL mengklaim bahwa saya melarang bikin patok, karena mereka yang baru tersebut, tidak pernah berladang disini.


Ia juga mempertanyakan pihak Josua yang membuat titik kordinat di ladang yang sudah jadi. "Yang dibikin titik kordinat kok malah ladang yang sudah jadi. Bahkan sebelumnya saya sudah ingatkan yang kerja, tolong jangan bikin keruh, karena sebelumnya saya sudah ikut program TNGL, sehingga nama saya menjadi tercoreng dengan adanya  pemberitaan tersebut," ucap Roni Barus.

Video kesaksian warga soal Roni Barus

Sementara itu, menurut Sutrisno yang merupakan warga Sei Bamban, menilai jika seorang Roni Barus adalah orang yang baik. "Bahkan selama ini saya lihat tidak pernah meintimidasi," katanya.


Sebaliknya, lanjut Sutrisno, malah Josua Purba yang sangat meresahkan masyarakat, khususnya warga Sei Bamban. "Josua dan Sulah yang sangat meresahkan. Kalau perlu bukti, coba saja tanya ke warga Sei Bamban. 


Sebagai warga setempat, sambung Sutrisno, ia sangat mengetahui pribadi Roni Barus. "Malah Rahmadani alias Dani Buntal yang sangat brutal," ucapnya. 


Terpisah, Muhadi alias Ramanik (78) Ketua masyarakat pengungsi Sei Minyak, saat dikonfirmasi awak media, mengaku tidak pernah mengatakan seperti yang sebelumnya diberitakan oleh media.


"Saya tidak mengatakan itu. Yang ada nama saya sering dijual. Saya juga tidak pernah mengatakan seperti yang ada dalam pemberitaan," kata Muhadi, Minggu (9/5) kemarin.


Diketahui, beberapa hari lalu, Rahmadani alias Dani (32) mengaku mendapat ancaman akan ditembak dan dibunuh oleh Roni Barus, warga Kabupaten Deli Serdang, yang tinggal di Kota Buluh, Desa Pir ADB Besitang.


Bahkan, pada Selasa (27/4) lalu, sekitar pukul 23.50 wib, sekelompok orang berjumlah 8 orang di ketuai oleh Roni Barus, dengan mengendarai 4 sepeda motor, bersenjatakan kelewang (parang panjang) dan terlihat seorang diantara mereka membawa sejenis senapan angin gejluk, melakukan intimidasi terhadap dirinya. (Ard/tra)