Iklan

Rabu, 05 Mei 2021, 13.56.00 WIB
Last Updated 2021-05-05T06:56:21Z
Berita Hari Ini

Warga Jln Umar Baki Kesulitan Udara Segar

Berita Viral

 

Truck bermuatan over kapasitas melintasi jalan Umar Baki menyebabkan rusaknya jalan.


Binjai - Metrolangkat-binjai.com


Sudah beberapa tahun ini, warga yang berada disepanjang Jalan Letjend Umar Baki, tepatnya yang berada di Kelurahan Payaroba, Kecamatan Binjai Barat, sulit untuk menghirup udara segar.


Sebab selama ini, ruas jalan yang juga menghubungkan ke Kabupaten Langkat tersebut, selalu dipenuhi dengan lubang yang menganga sehingga membuat warga yang melintas dengan kendaraan bermotor, kerap terjatuh.


Hal itu diperparah dengan berdebunya jalan tersebut saat musim kemarau, serta becek disaat musim penghujan.



Pantauan awak media, di Jalan Letjend Umar Baki yang mempunyai panjang sekitar 7 KM tersebut, setidaknya ada 4 titik yang mengalami rusak parah. Kerusakan itu diperkirakan sekitar 2 Km. Beberapa lubang dalam pun juga masih terlihat dibeberapa titik tersebut.


Salah satu titik kerusakan itu berada di Lingkungan ll Kelurahan Payaroba, Kecamatan Binjai Barat. Walau tampak baru disiram dengan batu, namun warga mengeluhkan karena seringnya kaca rumah warga yang pecah diakibatkan percikan batu timbunan yang ditimbulkan dari Kendaraan Bermotor yang melintas.


"Lihatlah bang, ini baru ditimbun saja dengan batu. Biasanya batu batu itu tidak diratakan dan kami bersama warga yang meratakannya," ucap Diky, salah seorang warga sekitar yang berprofesi sebagai penjual Bakso.


Menurut Diky, setidaknya sudah 2 tahun ini, Jalan Letjend Umar Baki tidak pernah di perbaiki. "Terakhir ada pengecoran jalan. Itupun hanya setengah badan jalan saja. Sementara yang rusak selama ini hanya tambal sulam saja, itupun hanya menggunakan batu," urainya.


Lebih lanjut dikatakan Pria paruh baya ini, seringnya Truk berukuran besar yang selalu melintas di Jalan tersebut, membuat kondisi jalan yang berlubang yang hanya ditimbun batu, tidak dapat bertahan lama.


"Lihatlah bang, ini kan hanya ditimbun dengan batu. Masih bersyukur sekali ini diratakan pada hari Sabtu lalu. Biasanya batu itu hanya ditumpuk saja ditempat yang berlubang. Akhirnya kami yang menyingkirkan batu batu besar itu ke pinggir jalan raya," beber Diky, seraya menunjukkan lubang yang ditimbun dengan batu tepat di depan usaha Bakso miliknya.


Ia juga mengatakan, Kaca Stelling untuk tempat berjualan Bakso miliknya juga sudah pernah pecah hingga beberapa kali. Hal itu disebabkan karena percikan batu yang disebabkan oleh Truk yang melintas.


Senada, warga sekitar yang mengaku bernama Tukiman, juga pernah mengalami hal yang sama. Namun, pria tua yang dipanggil warga sekitar dengan Kakek ini, bukan Stellingnya yang pecah, melainkan kaca depan rumahnya.


"Dulu pernah saya ganti sekali. Tapi pecah lagi. Sekarang cuma saya tutup pakai Plywood saja," ungkap Tukiman, sembari menunjukkan bagian depan rumahnya yang hanya ditutup dengan Plywood.


Karena sudah bertahun tahun tidak pernah menghirup udara bersih, warga sekitar pun berharap kepada Pemerintah Kota (Pemko) Binjai, melalui Dinas PUPR (Bidang Binamarga) agar segera memperbaiki jalan tersebut.


"Kepada Pemimpin Kota Binjai, tolong kesehatan kami juga dipikirkan. Kami ini juga warga Binjai. Tolong perbaiki jalan ini sebelum kami bosan dan melakukan unjukrasa dengan kondisi jalan yang seperti ini," ujar beberapa warga sekitar.(put)