Iklan

Minggu, 23 Mei 2021, 16.48.00 WIB
Last Updated 2021-05-23T09:56:50Z
Berita Hari Ini

Warga Wampu Bentrok Dengan Agen Kelapa Sawit

Berita Viral

 

Warga yang mengalami luka akibat dianiaya.


Langkat - Metrolangkat-binjai.com


Diduga karena tidak adanya kesepakatan atas surat pernyataan yang dibuat oleh Pihak kecamatan Wampu, Desa Besilam Bukit Lembasa, dengan Pemilik Gudang Buah Kelapa Sawit, akhirnya warga bentrok dengan agen Kelapa Sawit, Sabtu (22/5).


Bentrok yang terjadi di Dusun l Desa Bukit Dinding, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, tidak dapat dielakkan lagi dan malah semakin menjadi setelah seorang warga yang diketahui bernama Teddy Prasetio (20) warga Dusun Kebun Balok, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, terkena tembakan dari orang yang disinyalir merupakan suruhan dari agen Kelapa Sawit.


"Satu orang tertembak pak. Tolong tegakkan hukum. Masak warga dipaksa agar menurunkan sawit atau brondolan di gudang milik agen itu," ungkap salah seorang warga sekitar yang mengaku bernama Bambang Supriadi.

Massa terus bertambah setelah warga Besilam Lembasa dan Stungkit, ikut turun ke jalan. Bahkan, warga dari Kecamatan Bahorok dan sekitarnya datang ke lokasi dengan menaiki Sepeda Motor.


"Warga yang datang dan ikut turun ke jalan karena adanya kekerasan yang dilakukan preman dari agen Kelapa Sawit kepada warga sekitar," ungkap warga lainnya yang mengaku bernama Rudi, seraya mengatakan bahwa warga sudah sangat resah dengan aksi premanisme itu.


Menurut informasi yang berhasil dirangkum awak media, bentrok bermula saat puluhan warga yang mayoritas adalah kaum ibu pemilik buah Kelapa Sawit, mendatangi Kantor Desa Bukit Dinding.


Sesampainya di Kantor Desa dan diterima langsung oleh Kades Bukit Dinding, Suningrat, serta didampingi oleh Babinsa Praka Jaka Setiawan, mereka pun mengutarakan aspirasinya terkait dengan penjualan Tandan Buah Segar (TBS) Sawit yang selama ini didominasi oleh satu Agen, yaitu T, warga Kelurahan Paya Mabar, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat.


Keributan antar warga dengan agen buah Kelapa Sawit berinisial T berawal dari serangan bersenjata yang diduga dilakukan kelompok T," ungkap warga Desa Bukit Dinding, yang enggan disebutkan namanya dengan alasan keselamatan dirinya takut terancam.


Dalam pertemuan yang dilakukan disalah satu ruangan Kantor Desa Bukit Dinding, warga berharap buah Kelapa Sawit mereka dapat dijual bebas kepada siapa saja. Sebab menurut mereka, selama ini para pemilik buah Sawit merasa ketakutan dan selalu mendapat intimidasi serta ancaman dari para preman suruhan T.


"Kami dipaksa untuk menjual buah Sawit kepada T serta anak buahnya yang mendominasi dan sebagai agen tunggal di Desa Bukit Dinding," ungkap Sri, seorang Ibu rumah tangga.


Namun, saat warga ingin membubarkan diri, Suningrat yang merupakan Kepala Desa setempat, mencoba mencegah sembari mengatakan akan melakukan mediasi warga dengan T.


"Pada saat warga kembali masuk ke Kantor Kepala Desa, tiba tiba datang sekelompok orang membawa senjata tajam yang diketuai oleh T, langsung masuk ke ruangan dan mengamuk hingga memukul para ibu dan mengancam agar jangan mengabadikan kejadian tersebut melalui video ataupun foto," ungkap warga sekitar, sembari dibenarkan oleh warga lainnya.


Ketakutan pun menghantui para warga yang saat itu berada dalam ruangan yang ada di Kantor Kepala Desa. Lalu mereka pun berusaha melarikan diri untuk kembali kerumah masing masing.


"Beberapa orang ibu mengaku terkena pukulan dan tendangan dari kelompok preman," beber warga.


Tak ingin bentrok semakin meluas dan terjadi hal hal yang tidak diinginkan, petugas Kepolisian dari Polres Langkat pun segera turun kelokasi. 


Terpisah Kapolres Langkat AKBP Edi Suranta Sinulingga saat dikonfirmasi Metrolangkat.com Minggu (23/5) melalui pesan whatt app perihal kejadian ini membenarkan. " Benar,ini sedang kita Lidik,' Jawab Kapolres  singkat.(Red/tra)