Iklan

Senin, 07 Juni 2021, 12.13.00 WIB
Last Updated 2021-06-07T05:13:40Z
Hukum dan kriminal

Dua Sopir Ini Ngaku Ditunjang GM Rayon Utara PTPN II

Berita Viral
Korban security yang mengaku korban kekerasan GM Rayon Utara


Langkat- Metrolangkat-binjai.com


Tak hanya security Kebun Tanjung Jati PTPN II Fajar Irpandi (22), dua sopir truk pengangkut TBS Eko dan Iyan juga dianiaya. Mirisnya, GM Rayon Utara PTPN II berinisial HM ikut menendang mereka. 


Dua sopir itu dituduh menggelapkan brondolan sawit yang mereka angkut dari Kebun Tanjung Jati ke PKS Sawit Hulu, Rabu (2/6) malam.


Eko dan Iyan mengaku, badan mereka ditunjang pimpinan Rayon Utara anak perusahaan BUMN itu. Bahkan, Iyan masih merasakan sakit dia bagian dadanya. "Masih sakit badanku, nafasku pun sesak," lirih Iyan sembari menahan sakit, Minggu (6/6) siang.


Penganiayaan itu berawal saat 10 truk bermuatan TBS dari Kebun Tanjung Jati diantar ke PKS Sawit Hulu. Saat di pabrik pengolahan kelapa sawit itu, dua sopir tersebut dituduh melakukan penggelapan brondolan yang mereka angkut.


Tanpa basa-basi, mereka langsung ditarik dari truk dan diseret ke semak-semak. Sekelompok orang kemudian memukuli dan menendang mereka, tanpa ada klarifikasi terlebih dahulu.


"Rame yang mukuli kami. Padahal kami gak ada melakukan penggelapan brondolan seperti yang dituduhkan. GM pun ada nendang badan ku. Bahkan uang dan hp si Fajar juga dirampas sama orang yang mukuli kami," ungkap Eko dan Iyan kompak.


Kanit Reskrim Polsek Padang Tualang IPTU Martin Ginting menegaskan, kedua sopir tersebut tidak terbukti melakukan pencurian brondolan seperti yang dituduhkan. Karena, tak ada buah sawit yang dibawa keluar PKS setelah bongkar muat.


"Kalau ada sawit yang dibawa mereka dari PKS setelah bongkar muat, itu baru salah. Yang disayangkan, kenapa mereka langsung dipukuli, tanpa mencari kebenarannya terlebih dahulu. Kalau pun mereka salah, kan ada proses hukumnya," tandas perwira kedua itu.


GM Rayon Utara PTPN II berinisial HM membantah tudingan tersebut. Bahkan, dirinya yang mengembalikan handphone Fajar yang sempat dirampas. "Saya lebih dulu datang dari Karyadi. Tanya aja si Fajar, say yang melarang pemukulan itu," sanggah HM.


Mendengar uang security itu dirampas, HM mengaku kesal dan akan mencari pelakunya. "Jumpakan saya dengan si Fajar dan sopir itu. Biar diliatnya muka saya, memang saya atau bukan yang nendang mereka. Saya akan kejar pelaku perampasan uang itu," tandasnya.


Sementara, security beranak dua itu menegaskan, bahwa GM tersebut sempat menendangnya dan mengatakan bahwa terlibat pencurian. "Memang dia (HM) yang ngembalikan HP ku. Tapi dia juga yang nendang aku sambil bilang bahwa aku tersangkanya," tandas Fajar menegaskan.


Sebelumnya, Tak senang dipukuli sekelompok orang, Fajar Irpandi (22) membuat laporan ke Polsek Padang Tualang, Jum'at (4/6) sekira jam 16.30 WIB. Tak hanya itu, dirinya juga mengaku bahwa Manjer PTPN II Kebun Tanjung Jati Karyadi SP, turut serta melakukan penganiayaan tersebut.


Laporan Fajar langsung diterima oleh petugas piket SPKT dengan tanda bukti laporan Nomor: TBL/50/VI/SU/LKT/SEK-PD.TUALANG. Di hadapan petugas, dirinya menceritakan kejadian kelam yang dialaminya, Rabu (2/6) malam kemarin.


Warga Dusun IV, Desa Suka Makmur, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat yang berprofesi sebagai security itu mengisahkan, awalnya dia diperintahkan Papam kebun untuk mengawal angkutan bermuatan TBS dari Tanjung Kati menuju ke PKS Sawit Hulu.


Setibanya di PKS tersebut, Fajar langsung ditarik ke semak-semak oleh security yang bertugas di sana. Kemudian, dirinya dituduh bersekongkol dengan sopir pengangkut TBS yang melakukan penggelapan brondolan sawit.


Tanpa basa-basi, ayah satu anak itu langsung dianiaya oleh salah seorang security bernama jamal bersama teman-temannya. Kepala dan dada Fajar pun menjadi sasaran empuk pukulan serta tendangan mereka.


Ta berselang lama, Manajer Kebun Tanjung Jati PTPN II Karyadi SP pun tiba di lokas tersebut. Kepala pria berperawakan kecil itu langsung ditendang olah Karyadi. "Kakinya kena mata ku sebelah kiri. Sampe sekarang masih merah dan perih mata ku ini. Sumua uang ku pun diambil mereka," beber Fajar kepada petugas dengan didampingi istri dan anaknya.


"Waktu sopir yang menggelapkan brondolan itu ditanyai, sopir itu bilang sama mereka (Manajer Cs) aku gak ada terlibat. Tapi aku dah dipukuli sama mereka. Gak terima aku diperlakukan seperti ini. Macam maling aku diperlakukan mereka," tandas Fajar dengan nada kesal.


Kanit Polsek Padang Tualang IPTU Martin Ginting mengaku akan segera menindaklanjuti laporan Fajar tersebut. "Semua warga yang buat laporan, pasti kita terima. Siapapun yang terlibat dalam persoalan ini pasti akan kita proses," pungkasnya. (mad/Yu)