Iklan

Sabtu, 05 Juni 2021, 16.33.00 WIB
Last Updated 2021-06-05T09:33:39Z
Hidayah Islam

Mengharukan,Dua Pasangan Ini Mengucapkan Dua Kalimat Syahadat Disaksikan Ibunya Yang Nasrani

Berita Viral

 
Prosesi pengsyahadatan kedua remaja yang mualaf memeluk agama Islam dituntun Ust Riza Ashari disaksikan orang tua keduanya.


Langkat - Metrolangkat-binjai.com


Roni Amanda Bre Tarigan (28) seorang pria warga Desa Telagah, kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, serta Sri Elisabet Beru Sembiring (18) seorang wanita warga Kuta Rakyat, Kabupaten Tanah Karo, akhirnya memeluk agama Islam dengan mengucap Dua Kalimat Syahadat.


Prosesi penuntunan Syahadat tersebut dilaksanakan oleh Ust Riza Azhari, serta disaksikan langsung oleh Kepala Desa Telagah, para tokoh masyarakat dan jamaah yang hadir dari berbagai kalangan profesi, Jumat (4/6) malam.


"Benar, keduanya bersyahadat memeluk Agama Islam tepat pada hari Jum'at tanggal 23 Syawal 1442 Hijriah, tadi malam. 


Alhamdulillah wasyukrillah walaahawla walaaquwwata illaa billaahil 'aliyyil 'azhiim," ujar Ust Riza Azhari, saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (5/6), seraya mengatakan kedua muda mudi ini berasal dari dua Kabupaten yang berbeda, dan sebelumnya keduanya merupakan pemeluk agama Nasrani. 


Ust Riza Azhari juga bersyukur. Sebab, prosesi penuntun berlangsung sangat khidmat dan haru. Apalagi ketika beberapa pertanyaan dilontarkan kepada keduanya yang kemudian berencana menikah dalam waktu depan.


"Keduanya berkeinginan untuk menikah dan sudah disetujui oleh keluarga untuk terlebih dahulu bersyahadat untuk memeluk Agama Islam dan baru menikah," kata Ust Riza, sembari mengatakan, pernikahan keduanya nantinya juga akan dilakukan secara Syariat Islam. 


Lebih lanjut dikatakan Ust Riza Azhari, saat ditanya alasannya ingin bersyahadat memeluk Agama Islam, Roni Amanda Bre Tarigan yang merupakan penduduk desa Telagah kabupaten Langkat ini mengatakan, keinginannya tersebut sudah sejak lama ingin diwujudkannya.


"Keinginannya tersebut sudah sejak lama ingin diwujudkannya, mengingat bahwa di antara mereka dalam keluarga yang merupakan 4 bersaudara, adiknya yang paling bungsu bernama Lesti, telah lebih dahulu bersyahadat dan disusul pula berikutnya oleh kedua orangtuanya. 


Alhamdulillah, saat itu juga syahadatnya juga kami tuntun bersama team yang saat itu sedang berposko dakwah di lokasi pengungsian warga yang terdampak erupsi Sinabung. Namun keinginan tersebut masih terpendam," urai Ust Riza.


Sedangkan Sri Elisabet Bru Sembiring, yang merupakan warga Kuta Rakyat kabupaten Tanah Karo, saat ditanya mengapa dirinya memeluk Agama Islam mengatakan bahwa ia tergugah dan sangat ingin masuk Islam sejak masih Sekolah (SMU).


"Menurut Sri Elisabet Bru Sembiring, pada saat itu ia sering mendengar suara adzan yang berkumandang walau sedikit jauh dari wilayah tempat tinggalnya.


 Namun karena rumahnya berada di atas perbukitan lereng gunung Sinabung, maka suara adzan tersebut secara jelas dapat didengarkannya dan kerap menggugah hatinya," ujar Ust Riza, saat ditanya alasan  Sri Elisabet Bru Sembiring memeluk Agama Islam.


Pertemuan mereka, lanjut Ust Riza Azhari, saat keduanya bertemu dan saling bercerita keinginan mereka masing masing dan mengungkapkan kepada orangtuanya.


"Keduanya pun justru didukung oleh keluarga, walaupun kedua orang tua Sri Elisabet Bru Sembiring yang biasa dipanggil dengan panggilan Sabet, tersebut masih beragama Nasrani," bebernya.


Setelah melaksanakan proses syahadat, sambung Ust Riza, kedua insan yang diberi Hidayah luar biasa dari Allah Subhanahu wata'aala tersebut, akan terus dibina dan diberikan pelajaran serta pengetahuan/pemahaman keislaman secara terus menerus oleh tim dakwah yang dikenal suka memasuki wilayah yang sulit dijangkau di kabupaten Langkat.


Diketahui, hingga saat ini, aktivis aktivis tim dakwah ustadz Riza Azhari, yang dibantu dan didukung Tokoh Pemuda dan masyarakat, saat ini sedang berupaya membangun sebuah Musholla yang dibernama "Musholla Al Firdaus" yang berada di Desa Telagah, Kabupaten Langkat.


Musholla tersebut rencananya juga akan dijadikan sebagai tempat pembinaan dan pengajaran serta pengajian kaum muslim di daerah tersebut, khususnya kaum Muallaf.


Hingga saat ini, tercatat sudah 58 Kepala Keluarga serta beberapa individu yang telah dituntun syahadatnya.


"Jumlahnya secara keseluruhan ada 314 orang, mereka harus diberikan pembinaan dan wawasan Syari'at yang cukup untuk bekalnya dalam beribadah dan berkehidupan secara islamiah," ungkap Ust Riza Azhari, saat ditanya ada jumlah orang yang sudah dituntun Syahadatnya.


Agar pelaksanaan pembangunan Musholla dapat terus berjalan lancar, Ust Riza Azhari beserta tim dakwah, memohon do'a dan dukungan dari seluruh tokoh dan umat muslim dimanapun berada. "Semoga Musholla Al Firdaus bisa terus dibangun hingga selesai dan bisa dimanfaatkan sebesar besarnya untuk kepentingan umat, khususnya para muallaf. Aamiin..," harapnya. (Red)