Iklan

Rabu, 09 Juni 2021, 21.52.00 WIB
Last Updated 2021-06-09T14:52:59Z
Berita Hari Ini

Pembatalan Keberangkatan Haji, Begini Kata Ketua GNPF

Berita Viral

 

Ketua GNPF Ust Sanni Abdul Fattah


Binjai - Metrolangkat-binjai.com


Dibatalkannya keberangkatan ibadah Haji 1442 H/2021 M oleh Pemerintah Indonesia, yang disampaikan langsung oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Quomas, Kamis (3/6) lalu, menurut beberapa tokoh agama bukanlah suatu keputusan yang tepat.


Salah satunya adalah Sanni Abdul Fattah. Pria yang dipercaya sebagai Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Kota Binjai ini menilai, pembatalan ibadah Haji tahun 2021 tersebut merupakan keputusan yang tidak tepat dan tergesa gesa.


"Untuk yang kesekian kalinya kami merasa heran dengan rezim Jokowi ini. Kenapa tiba tiba membatalkan pelaksanaan ibadah haji tahun 2021.

Bahkan alasan yang digunakan untuk pembatalan ini menurut kami mengada ada alias dibuat buat," tegas Sanni Abdul Fattah, saat dikonfirmasi awak media, Rabu (9/6) Sore.


Tidak hanya itu, lanjut Sanni, saat ini bahkan semua alasan yang digunakan oleh rezim Jokowi untuk membatalkan ibadah Haji tahun 2021, semuanya terbantahkan.


"Kalau alasannya juga masalah Covid-19, tentunya yang sangat bertanggung jawab atas keselamatan para Jamaah Haji di Saudi Arabia adalah negara Saudi Arabia.


 Tetapi buktinya, mereka (Saudi Arabia-red) sudah membuka pelaksanaan ibadah haji. Hal itu tentunya setelah menimbang untuk menjaga keamanan dan keselamatan para jamaah yang akan melaksanakan rukun Islam kelima ini," beber Sanni Abdul Fattah, sembari menambahkan, jika memang mengancam keselamatan dan kesehatan para jamaah haji, tentunya tidak mungkin Saudi Arabia akan membuka pelaksanaan ibadah Haji pada tahun ini.


Sedangkan terkait adanya kabar bahwa Indonesia belum diajak membicarakan atau menandatangani kontrak ibadah Haji dengan Saudi Arabia sehingga muncul keputusan pembatalan, Sanni menegaskan bahwa menurut informasi terakhir yang diterimanya bahwa belum ada satu negara pun yang diajak untuk membahas masalah tersebut.


"Namun semua negara telah bersiap siap untuk melaksanakan ibadah haji bagi warganya. Anehnya, mengapa negara kita dibawah kendali rezim Jokowi, malah membatalkan ibadah haji secara sepihak?! Inikan aneh," ucapnya kecewa.


Alasan Indonesia melakukan pembatalan ibadah Haji tahun 2021 karena pandemi Covid-19, juga dinilainya tidak tepat. "Karena kami mendengar, negara Malaysia yang tingkat angka penyebaran Covid nya masih tinggi, malah dapat tambahan kuota Haji sebanyak 10.000 calon jamaah. 


Lantas, kalau masalah belum ada satu pun negara yang mendapatkan kuota ibadah haji dari Pihak Saudi Arabia, lalu kenapa rezim Jokowi ini tergesa gesa membatalkan pelaksanaan ibadah haji di tahun ini," beber Sanni sembari menggelengkan kepalanya.


Pria yang juga dipercaya sebagai Satgas Anti Narkoba (SAN) Kota Binjai ini semakin bingung, karena ia menilai saat ini rezim Jokowi terlalu bernafsu.


 "Dari awal kami menilai memang tidak ingin memberangkatkan para jamaah haji di Indonesia pada tahun 2021 ini untuk menunaikan rukun Islam kelima, sehingga menimbulkan kecurigaan dan polemik di tengah tengah masyarakat, khususnya Ummat Islam," ucap Sanni, sembari menambahkan, kecurigaan pihaknya dimulai dari awal persiapan yang tidak serius.


Sebagai Ketua GNPF Ulama Kota Binjai, Sanni juga menilai jika rezim yang saat ini dikendalikan oleh Jokowi, saat ini lebih serius membahas radikal saja.


"Saat ini mereka disibukkan dengan pembahasan radikal radikul saja. Rezim ini juga lebih sibuk mengurusi para ulama ulama, tokoh dan orang orang yang mengkritisi kinerja buruk para kroni kroninya.


 Rezim ini juga disibukkan dengan pemikiran agar bagaimana caranya bisa menghukum mereka (para tokoh dan ulama-red). Mereka dipantau dan dicari cari kesalahannya lalu di adili," tegasnya dengan nada keras. (Kus)