Iklan

Minggu, 13 Juni 2021, 15.42.00 WIB
Last Updated 2021-06-13T08:42:52Z
Berita Hari Ini

SPS Sumut dan PWI Kecam Tindakan Pembakaran Rumah Wartawan

Berita Viral
Rumah orang tua  wartawan yang dibakar OTK di Binjai


Binjai - Metrolangkat-binjai.com


Ketua Serikat Pekerja Pers (SPS)  Sumut, H Farianda Putra Sidnik,  meminta aparat Kepolisian mengusut tuntas tindakan pembakaran rumah wartawan yang terjadi pada Minggu (13/6) Dinihari, sekira pukul 00:05 Wib, di komplek Perumahan Bergam,  Kecamatan Binjai Kota. 


Peristiwa yang terjadi di rumah Sabarsyah (65) tersebut, menurut Farianda, seharusnya tidak patut terjadi. Sebab menurutnya, jika ada kekeliruan dalam pemberitaan, hal itu bisa di klarifikasi sesuai UU Pers No 40.


"Kalau tidak benar dapat di luruskan sesuai pasal-pasal yang ada dalam Undang Undang, tidak harus melakukan tindakan keji atau pembakaran. 



Oleh karenanya, kami berharap Polres Binjai mengusut tuntas pelaku nya," ujar Farianda yang di sampaikannya melalui Video Call melalui di selular Ketua PWI Binjai, Minggu (13/6).


Sementara itu, Ketua PWI Binjai, Arma Delisa Budi, didampingi Sekertaris Wardika Ariyandi, menambahkan, pihaknya selepas kejadian malam itu, mengutus anggota untuk melihat rumah Sabarsyah, yang juga dijadikan sebagai tempat tinggal Syahzara Sopian (Metro 24) dan Solihin (Metro 24 Jam) yang keduanya merupakan anggota PWI Binjai.


"Menurut anggota saya, sesampainya tiba di lokasi, terlihat pihak Polsek Binjai Kota sudah berada di lokasi rumah korban. Bahkan Kapolsek Binjai Kota juga datang kelokasi," ucap Arma Delisa Budi.


Atas kejadian tersebut, Arma Delisa Budi  mengutuk keras perlakuan kekerasan dengan pembakaran rumah korban. "Polres Binjai diharapkan secepatnya menangkap pelaku yang di duga suruhan pihak tertentu yang di awali akibat pemberitaan di media. Sebab yang bersangkutan mengaku sedang menyoroti kegiatan ilegal," tegasnya.


Lebih lanjut dikatakan Ketua PWI Binjai, teror maupun kekerasan fisik terhadap wartawan tidak patut terjadi di era Demokrasi ini. Sebab wartawan di dalam menjalankan tugasnya sudah dilindungi oleh Undang Undang.


"Negara kita adalah negara hukum. Jika terdapat kesalahan dalam tulisan yang di adovsi  oleh wartawan, kan bisa di klarifikasi langsung atau membuat bantahan jika berita yang di terbitkan tersebut tidak benar," ujar Arma Delisa Budi.


Sedangkan untuk tindakan pembakaran rumah tersebut, tegas Ketua PWI Binjai, hal itu adalah tindakan kriminal dan dapat di jerat Pasal Pidana sesuai UUD KUHP yang berlaku. 


"Dengan tegas kita meminta kepolisian menangkap pelakunya.  Sebab kejadian ini sudah pernah terjadi dan jangan sampai kejadian serupa berulang ulang di wilayah hukum Binjai," cetusnya. 


Pasca kejadian ini, Arma Delisa Budi yang dipercaya menjadi Ketua PWI Binjai, dalam waktu dekat ini permasahan tindak kekerasan Pers tersebut akan di laporkan ke PWI Sumut jenjang diatasnya untuk di rapatkan.


"Agar tindak semena mena atau terjadi kriminalisasi terhadap wartawan. Itu nantinya menjadi pembahasan utama sesama anggota dan pengurus di Sumatera Utara," urainya.



Ketua PWI Binjai juga menghimbau kepada rekan jurnalis agar berhati hati dalam menjalankan tugas, apalagi di daerah yang berbahaya. Sebab menurutnya, keselamatan diri seorang Jurnalis adalah hal yang utama. "Juga harus mawas diri dan peka terhadap kondisi yang ada," harapnya. (Kus)