Iklan

Jumat, 04 Juni 2021, 19.41.00 WIB
Last Updated 2021-06-04T12:41:27Z
Metro Binjai

Surat Edaran Walikota Soal PPKM Dicuekin,Pasar Malam Di Simpang Berngam Binjai Resahkan Warga

Berita Viral
Pasar Malam di Simpang Berngam Binjai yang meresahkan masyarakat karena diyakini menjadi penyebabnya penyebaran Covid-19.


 Binjai - Metrolangkat-binjai.com


Hiburan masyarakat yang akrab disebut "Pasar Malam" yang saat ini sedang beroperasi di Simpang Berngam, Jalan Samanhudi, Kelurahan Berngam, Kecamatan BInjai Kota, diduga telah menyalahi aturan.


Sebab, selain tidak mengindahkan Surat Edaran Walikota BInjai terkait Perpanjangan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Mikro, pihak pengelola juga diduga telah membohongi PT PLN (Persero) UP3 BInjai, Unit Layanan Pelanggan (ULP) Binjai Barat.


Menurut Roy, yang mengaku sebagai Bagian Pelayan Pelanggan di PT PLN (Persero) ULP Binjai Barat, pihak pengelola mengajukan ijin untuk Multiguna dengan daya 5,5 VA.

Pasar Malam di Simpang Berngam Binjai


"Pada saat itu, mereka sebagai pemohon, meminta ijin penyambungan listrik hanya untuk kios yang berjualan selama berlangsungnya Pasar Malam, yaitu penggunaannya untuk Multiguna dengan daya 5,5 VA," ungkap Roy, saat dikonfirmasi awak media diruangan kantornya yang beralamat di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan BInjai Barat, Rabu (2/6) Sore.


Sedangkan ijin dari pihak pemohon, sambung Roy, hanya untuk Setengah Bulan (15 hari) saja. "Sesuai permohonan, hanya setengah bulan saja ijinnya," beber Roy, sembari diiyakan oleh rekan rekan kerjanya.


Disinggung apakah perlu menggunakan Multiguna dengan daya 5,5 VA hanya untuk beberapa kios saja (lebih kurang 7 kios kecil) yang ada dilokasi Pasar Malam, Pria berpostur tinggi ini membenarkannya. "Sesuai Tarif Dasar Listrik," ujarnya.


Disoal apakah pihaknya melakukan Survey usai pihak pemohon meminta Ijin selama Setengah Bulan, pria berkulit hitam manis ini mengaku sudah melaksanakannya sesuai SOP. Sudah kita survey dan saya langsung yang kesana," ucap Roy.


Pantauan awak media dilokasi, Pasar Malam yang berada tepat di Simpang Berngam tersebut, diduga ikut menggunakan arus listrik dari PT PLN (Persero). 


Sebab, walau pihak pengelola menggunakan mesin Diesel Dongfeng, namun peruntukannya hanya untuk operasional permainan di Pasar Malam itu. 


Sementara untuk penerangan disekitar lokasi, menurut beberapa sumber, pihak pengelola Pasar Malam menggunakan arus listrik dari PT PLN (Persero).


"Terkait adanya dugaan itu, Tim P2TL (Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik) saat ini langsung menuju kelokasi untuk melakukan pengecekan," tegas Roy, usai menerima informasi adanya dugaan tersebut.


Ia juga mengatakan, berdasarkan batas waktu (Setengah Bulan) yang diminta oleh pihak Pemohon, lanjut Roy, maka ijinnya sudah habis. 


"Kalau kedapatan menyambung lagi tanpa ada ijin, maka pihak pemohon kita kenakan P4 (Non Pelanggan atau bukan Pelanggan) untuk Pelanggan Daya 5,5 VA, mengenai pencurian aliran listrik langsung tanpa Meteran atau KWH," kata Roy, seraya menegaskan, pelaku dugaan pencurian aliran listrik (P4) berdampak pada kerugian Negara.


Usai melakukan konfirmasi ke PT PLN (Persero) ULP Binjai Barat, beberapa awak media mencoba melihat lokasi Pasar Malam.


Namun, saat awak media menanyakan terkait perijinannya, salah seorang yang berada dilokasi dan disinyalir sebagai pekerja di lokasi Pasar Malam tersebut menyarankan untuk mendatangi salah satu kios yang berada tepat didepan lokasi permainan.


"Bang, kalau mau jelas tanya aja langsung ke orang yang ada di kios itu. Karena mereka yang mengurus semuanya dari perijinan sampai keamanannya," ungkap pria berkumis dan berkulit hitam tersebut tanpa mau memberitahu namanya, sembari mengatakan, untuk segala urusannya sudah diatur oleh seorang Oknum Penegak hukum yang berdinas di Binjai.


Sementara untuk kWh Meteran dengan alat Meter Prabayar (MPB) atau sering disebut Token yang ada dilokasi, menurut sang sumber adalah nama seorang oknum penegak hukum di Kota Binjai.


Pasar Malam yang saat ini masih beroperasi di Simpang Berngam tersebut, juga banyak disesalkan oleh masyarakat. 


Sebab menurut warga, dimasa Pandemi Covid-19 seperti saat ini, tentunya akan berdampak munculnya klaster baru penyebaran Disease Coronavirus 2019 (Covid-19).


"Karena para pengunjung bebas keluar masuk dilokasi tanpa ada pemeriksaan, pastinya hal itu melanggar Protokol Kesehatan. 


Siapa yang berani menjamin kalau pengunjung tidak terpapar Covid. Apalagi tidak menjaga jarak," ungkap seorang warga sekitar yang mengaku bernama Dedi dengan nada kesal.


Untuk itu, warga berharap agar Pemerintah Kota Binjai, melalui Satgas Penanganan Covid-19, dapat melakukan tindakan tegas. "Kita disuruh untuk disiplin menerapkan 3M. 


Tapi dilokasi ini malah terkesan ada pembiaran. Apa mereka (Satgas Covid Kota Binjai-red) tidak melihat ini," ungkap warga lainnya dengan nada marah.


Terkait adanya dugaan pelarangan Protokol Kesehatan tersebut, awak media mencoba melakukan konfirmasi kepada PasiOps Kodim 0203/LKT, Kapten (Inf) Zulkarnain. 


Menurutnya, terkait adanya dugaan tersebut, ia pun berjanji akan segera melakukan pengekan ke lokasi Pasar Malam, yang tepat bersebelahan dengan Mesjid Baiturrahman tersebut.


"Maaf mas, saya baru tau sekarang ini. Terima kasih atas informasinya. Kami akan langsung melakukan pengecekan dilokasi," ucap Perwira TNI AD ini, Jumat (4/6) siang.


Sementara, saat awak media kembali lagi ke lokasi Pasar Malam pada Jumat (4/6) siang, sang sumber yang sebelumnya disinyalir sebagai pekerja di Pasar Malam itu mengatakan, sudah 2 hari ini tempat hiburan tersebut tidak beroperasi.

Karena sepi, jadi tidak beroperasi dulu," katanya. (Tra)