Iklan

Selasa, 22 Juni 2021, 15.31.00 WIB
Last Updated 2021-06-22T08:31:09Z
Berita Hari Ini

Wartawan Binjai Akan Gelar Aksi Damai Ke Polres

Berita Viral


Binjai - Metrolangkat-binjai.com


Pasca dibakarnya rumah seorang wartawan di Kota Binjai, serta ditembaknya seorang wartawan Pematang Siantar, Mara Salem Harahap, yang dilakukan oleh Orang Tak Dikenal (OTK) hingga akhirnya meninggal dunia, akhirnya para Jurnalis Kota Binjai yang tergabung dalam "Wartawan Binjai" akan menggelar Aksi Damai di Lapangan Merdeka Binjai.


Mengusung tema "Jangan Rampas Kebebasan Pers" seruan aksi ini rencananya akan digelar pada Rabu (23/6) Pukul 09.00 Wib, dengan titik kumpul Lapangan Merdeka Binjai.


Menurut salah seorang wartawan Kota Binjai, Syahzara Sopian, Aksi Damai tersebut rencananya akan digelar di Mapolres Binjai, Jalan S Hasanuddin, Kecamatan Binjai Kota. 


"Aksi damai ini digelar sehubungan adanya tindakan kekerasan terhadap pekerja Pers di Kota Binjai dan Kota Pematang Siantar, yang terjadi baru baru ini," ungkap Syahzara Sopian, Selasa (22/6). 


Ia juga mengakui, terkait Aksi Damai tersebut, pihaknya sudah menyampaikan pemberitahuan tersebut kepada Polres Binjai. "Sudah kita antar surat pemberitahuannya di Polres Binjai," beber Pria yang rumahnya juga pernah ditembaki oleh OTK pada Agustus 2020 lalu.


Dalam Aksi Damai tersebut, lanjut Syahzara Sopian, pihaknya berencana akan melibatkan sekitar 50 wartawan yang bertugas Kota Binjai, serta tetap menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes).


Ia juga menegaskan, adapun Aksi Damai tersebut nantinya mendesak aparat Penegak Hukum, agar segera menangkap Pelaku pembakaran rumah wartawan di Binjai, serta pelaku penembakan wartawan di Pematang Siantar. 


Tidak hanya Pelaku, lanjut Sopian, pihaknya juga sekaligus mendesak aparat penegak hukum, untuk menyeret "Dalang" dari perbuatan yang keji dan biadab tersebut.


"Bagi rekan rekan yang ingin ikut bergabung, kami menghimbau untuk memakai masker dan disiplin Prokes," harap Syahzara Sopian diakhir pembicaraannya, seraya menegaskan, dalam Aksi Damai tersebut, pihaknya akan membawa peralatan seperti alat pengeras suara (Toa) Spanduk dan kertas karton.


Diketahui, dalam menjalankan profesinya, seorang wartawan mendapat perlindungan hukum yang diatur dalam Undang Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.


Oleh sebab itu, ancaman atau pun intimidasi bahkan sampai menghilangkan nyawa wartawan, tentunya bertentangan dengan hukum dan melanggar Hak Azasi Manusia (HAM). Sebab, seorang wartawan memiliki hak untuk menjalankan kerja jurnalistiknya. (Kus)