Iklan

Sabtu, 03 Juli 2021, 16.54.00 WIB
Last Updated 2021-07-03T09:54:00Z
Berita Hari Ini

Camat Binjai Selatan Resmikan Pendopo Tahfidz Al - Hijrah

Berita Viral

 
Louncing sangar genius Al Hijrah

Binjai - Metrolangkat-binjai.com


Camat Binjai Selatan, Faridah Hanim, diwakili Lurah Binjai Estate, Nurjunidah Matondang S.Sos, menghadiri Peresmian Pendopo Tahfidz Al - Hijrah, yang beralamat di Jalan Samanhudi, Pasar 2,5 Lingkungan XI, tepatnya di Gang Sepakat, Kelurahan Binjai Estate, Kecamatan Binjai Selatan, Sabtu (3/7) Siang.


Selain meresmikan Pendopo Al - Hijrah, dilokasi tersebut sekaligus juga digelar Launching Sanggar Genius Al - Hijrah, yang merupakan Pendidikan Non Formal gratis, khusus Yatim Dhuafa. 


Dalam pidatonya, Lurah Binjai Estate mengucapkan terima kasih kepada para Pengurus Tahfidz Al - Hijrah, dan juga Yayasan Yatim Mandiri, yang sudi menyumbangkan ilmu dan tenaganya untuk kemajuan Pendidikan di Kota Binjai, khususnya di Kecamatan Binjai Selatan.


"Terkhusus kepada Hamba Allah yang telah sudi mewakafkan hartanya untuk membangun Tahfidz dan Sanggar Genius Al - Hijrah," ungkap Nurjunidah Matondang, mewakili Camat Binjai Selatan.


Sementara itu, BKM Mesjid Al - Hidayah, yang juga pengurus Al - Hijrah, Syahrial Ginting, dalam pidatonya mengatakan, Pendopo serta Genius Al - Hijrah, baru sekitar sebulan belakangan ini terbentuk. Pun begitu, Tahfidz Al - Hijrah yang saat ini hanya menerima Santri untuk tingkat SD sederajat saja, kedepannya akan membuat jenjang yang lebih tinggi lagi, yaitu hingga sampai Perguruan Tinggi.


"Saat ini Sanggar Genius masih untuk santri tingkat SD aja. Namun kedepannya kita Insya Allah kita akan usahakan sampai jenjang Perguruan Tinggi," ungkap Syahrial Ginting, sembari mengatakan, untuk Tahfidz Al - Hijrah hanya diperuntukkan untuk anak Yatim saja.


Walaupun saat ini diperuntukkan untuk Santri Yatim saja, lanjut Syahrial, namun wacana kedepannya untuk Yatim dan Dhuafa. "Saya memang BKM Al Hidayah, namun dalam waktu dekat ini akan segera kita bentuk struktur Pengurus Al - Hijrah.


 Untuk itu, selaku pengurus kami mengharapkan bantuan dan uluran tangan dari Pemerintah maupun para Hamba Allah yang ikhlas mendonasikan sebagian hartanya untuk kemajuan Tahfidz dan sanggar genius ini," harap Syahrial Ginting, saat diwawancarai awak media dilokasi kegiatan.


Diakui pria berpostur tinggi ini, saat ini, pihaknya sudah mendata 40 Santri yang ingin menimba ilmu di Tahfidz Al - Hijrah. Sudah kita data ada 40 santri. Selanjutnya pada hari Selasa besok akan kita seleksi," urai Syahrial.


Sebagai Pengurus, Syahrial juga mengakui bahwa pihaknya pada esok hari, Minggu (4/7) akan memgirim 2 orang Santrinya, mengikuti ujian untuk jenjang Kuliah di Perguruan Tinggi.


"Insya Allah besok. Ujiannya di Medan. Ada 2 orang Santri yang mewakili Al - Hijrah. Kalau lulus, maka akan menimba ilmu di Kota Surabaya (Jawa Timur) yang merupakan Pusat dari Yayasan Yatim Mandiri," ujar Syahrial, seraya menambahkan, adapun materi pelajaran yang diajarkan di Tahfidz Al - Hijrah adalah Bidang Studi Alqur'an, Bahasa Inggris dan Matematika.


Ditempat yang sama, Kepala Lingkungan XI Kelurahan Binjai Estate, Riswan, mengaku bersyukur dengan berdirinya Tahfidz dan Sanggar Genius Al - Hijrah dilingkungannya.


"Patut kita apresiasi dan kita acungi jempol. Artinya, untuk anak yatim yang mempunyai niat untuk belajar, bisa menjadi santri dan menimba ilmu disini, sehingga bisa dikordinir," kata Riswan, seraya mengucapkan terima kasih kepada Pewakaf.


Ia juga berharap kepada masyarakat untuk menjaga dan bersama sama memajukan Tahfidz dan Sanggar Genius Al - Hijrah. "Semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT," ucap Riswan, sembari memperkenalkan seorang warga yang bernama Supriatno, yang disebut sebut sebagai Pewakaf tanah dan berpartisipasi membangun tempat itu.


Setelah diperkenalkan oleh Riswan (Kepling XI Kelurahan Binjai Estate) akhirnya, Supri (panggilan akrab Supriatno) membenarkan bahwa dirinya yang disebut sebut sebagai Pewakaf tersebut. 


"Alhamdulillah...ada rejeki yang titipkan Allah melalui saya untuk para Santri. Semua ini tidak lepas dari doa Orangtua dan rekan rekan semuanya," ungkap pria yang terlihat Low Profile ini.


Sebagai seorang Wiraswasta, ia juga menceritakan pengalaman hidupnya yang sejak kecil sudah ditinggal oleh Ayahnya yang meninggal dunia.


"Kecil saya dulu sangat susah. Saya anak ketiga dari 9 bersaudara dan saya menjadi tulang punggung dalam keluarga. Dari kecil saya sudah Yatim. Saya juga pernah berjualan jagung dan menarik becak. Namun setelah Ibu saya meninggal dunia, hidup saya hampa dan berniat untuk mewakafkan tanah yang saya beli dari hasil keringat sendiri," urai Supri, sembari menangis menceritakan pengalaman hidupnya.


Pembacaan do'a serta pemotongan Pita yang dilakukan oleh Ketua DMI Kota Binjai Darma Malem, menjadi acara akhir dalam kegiatan itu. (Kus)