Iklan

Selasa, 06 Juli 2021, 06.57.00 WIB
Last Updated 2021-07-05T23:57:47Z
Berita Terkini

Kebakaran Pabrik Roti Di Binjai Utara Akibat Human Errori

Berita Viral
Tabung gas yang terbakar diduga pemicu terjadinya kebakaran pabrik roti


Binjai - Metrolangkat-binjai.com


Peristiwa kebakaran yang diduga akibat ledakan gas elpiji terjadi dalam area produksi Pabrik Biskuit Chocolate Bakery, yang beralamat di Jalan T Amir Hamzah, Lingkungan V, Kelurahan Jati Utomo, Kecamatan Binjai Utara, Senin (5/7) Sore.

Dalam musibah itu, seorang pekerja pabrik atasnama Irwan Sanjaya alias Isan (38) warga Jalan Kol Yos Sudarso, Lingkungan VII, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, mengalami luka ringan. Saat ini korban dirawat di RSUD Dr RM Djoelham Kota Binjai.


Keterangan dihimpun wartawan, kebakaran terjadi sekira pukul 15.00 Wib. Kobaran api sendiri dipicu ledakan akibat gas elpiji yang tersulut api, menyusul terlepasnya selang regulator dari tabung gas elpiji 12 Kilogram yang sedang dipasang oleh Irwan Sannjaya, saat proses pemanggangan biskuit.


Akibat ledakan tersebut, Irwan Sanjaya mengalami luka bakar ringan pada tangan kiri dan sisi kanan lehernya. Oleh rekan rekannya, korban pun segera dibawa menuju Rumah Sakit.


Sebaliknya, pasca peristiwa itu dilaporkan, 4 unit armada Pemadam Kebakatan (Damkar) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Binjai, segera diterjunkan menuju lokasi.


Kapolres Binjai AKBP Romadhoni Sutardjo, saat diwawancara wartawan melalui Kasubbag Humas AKP Siswanto Ginting, Senin (5/7) malam mengatakan, kebakaran yang terjadi dalam area produksi Pabrik Chocolate Bakery diduga dipicu faktor kelalaian manusia (human error).


Dia juga mengakui, kasus tersebut saat ini telah ditangani Satreskrim Polres Binjai. Sebagai barang bukti, petugas turut mengamankan sebuah tabung gas elpiji ukuran 12 Kilogram dan selang regulator yang sudah terbakar.


"Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa ataupun korban luka berat, namun akibat kebakaran tersebut, kerugian material yang dialami oleh perusahaan ditaksir mencapai lebih dari Rp 200 juta (Dua Ratus Juta Rupiah)," ungkap Siswanto. (Kus)