Iklan

Rabu, 14 Juli 2021, 20.58.00 WIB
Last Updated 2021-07-14T13:58:14Z
Berita Hari Ini

Otak Pelaku Pembakar Rumah Wartawan Di Binjai Diamankan,

Berita Viral
Tersangka RS yang menjadi otak pelaku pembakaran rumah wartawan. 


Binjai - Metrolangkat-binjai.com


Polres Binjai sejauh ini telah menahan 5 dari total 9 tersangka dalam dua kasus dugaan kekerasan terhadap wartawan yang terjadi beberapa waktu lalu.


Sejauh ini, terdapat 9 orang yang terlibat, diantaranya 5 orang yang sudah diamankan dan 4 orang masih berstatus buron. Hal tersebut dikatakan Kasubbag Humas, AKP Siswanto Ginting, Rabu (14/7).


Lebih lanjut dikatakan Siswanto Ginting, dari 5 orang yang dimaksud, terdapat 3 orang tersangka untuk kasus dugaan percobaan pembunuhan terhadap Syahzara Sopian, seorang wartawan yang terjadi 25 Juni 2021. 


Sedangkan untuk kasus pembakaran rumah Muhammad Sabarsyah, yang juga orangtua Syahzara Sopian yang terjadi pada 13 Juni 2021 lalu, sudah 2 orang yang diamankan, sedangkan sisanya masih dalam pengejaran.


Adapun nama nama tersangka dalam kasus dugaan percobaan pembunuhan terhadap Syahzara Sopian, yakni MS alias Takur (36), Ar alias Anto (26), IEAP alias Iqbal (24), dan RS alias Rasil (38).


Sementara itu dalam kasus dugaan pembakaran rumah Muhammad Sabarsyah, Polisi menahan dua dari total enam tersangka. Keduanya yakni RS alias Rasil (38), dan Sup alias Upil (50). Sebaliknya, empat tersangka lagi masih dalam pengejaran Polisi.

Rumah wartawan yang dibakar beberapa waktu lalu.


"Dari hasil penyelidikan kita, memang ada hubungan antara kedua kasus ini. Sebab tersangka Rasil diketahui sebagai otak pelaku kejahatan di balik dua kasus tersebut," kata Siswanto.


Polisi juga mengungkapkan dibalik dua aksi kejahatan yang terjadi tersebut. Diiakui Siswanto, pelaku merasa kesal karena korban terus memberitakan maraknya aktivitas perjudian jenis Toto Gelap (Togel) di Kota Binjai.


"Kita tidak temukan hubungan antara kedua kasus ini dengan kasus penembakan dan perusakan rumah kontrakan korban (Syahzara Sopian-red) yang terjadi pada 27 Agustus 2020 silam," ujarnya, sembari mengaku tidak mengetahui kalau salah satu dari tersangka ada yang dilumpuhkan dengan timah panas. (Kus)