Iklan

Jumat, 02 Juli 2021, 12.12.00 WIB
Last Updated 2021-07-02T05:12:14Z
Berita Hari Ini

Puluhan Mahasiswa Demo Minta Walikota Evaluasi Kadis PUPR Dan Perkim Kota Binjai

Berita Viral




 Binjai - Metrolangkat-binjai.com


Puluhan massa yang tergabung dalam "Gerakan Mahasiswa Bersatu Kota Binjai" menggelar unjukrasa di depan Pemko Binjai dan Lapangan Merdeka Binjai, Jumat (2/7) Pagi.


Dengan membawa alat pengeras suara (Toa) dan beberapa karton, para pengunjukrasa terus menyuarakan tuntutan mereka.


"Bapak Walikota Binjai, kami meminta kepada Pak Wali untuk dapat mengevaluasi Kepala Dinas PUPR dan Perkim kekurangan Volume pekerjaan pada Dinas tersebut tidak sedikit," berikut isi tulisan yang ada di Karton para pengunjukrasa.


Dengan menggunakan pengeras suara, Kordinator aksi Ahmad Paramuja, didampingi puluhan rekan rekannya, juga menyuarakan beberapa tuntutannya.


Menurut Ahmad Paramuja, Sehubungan dengan laporan hasil pemeriksaan BPK RI tahun 2020, terdapat temuan atas pengerjaan di Dinas PUPR dan Perkim sebesar Rp 697.153.834,71 yaitu :


*a) Dinas PUPR*

Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik pekerjaan yang dilakukan bersama PPK, PPTK, penyedia jasa, konsultan pengawas, dan inspektorat serta hasil evaluasi atau pengujian laboratorium, diketahui bahwa terdapat kekurangan volume dan kwalitas pekerjaan pada penurunan mutu pekerjaan beton mutu sedang f'c 30, beton mutu rendah f'c 10, lapis pondasi agregat kelas A, dan baja tulangan U32 ulir. Hasil perhitungan kembali atas kekurangan Volume dan kualitas pekerjaan yang ditemukan pada pemeriksaan fisik pekerjaan sebesar Rp 490.534.082,06.


*b) Dinas Perkim*

Berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui terdapat kekurangan volume dan kualitas atas 10 paket pekerjaan sebesar Rp 90.919.752,65, dan item pekerjaan dalam kontrak tidak dapat dibayarkan sebesar Rp 115.700.000,00. Dengan adanya kekurangan volume dan kualitas atas pekerjaan tersebut diduga dapat mengakibatkan melemahnya kekuatan fisik atau pun ketahanan fisik.


"Berdasarkan hal tersebut, kami menduga terjadinya penyalahgunaan wewenang yang dilakukan Kadis Perkim dan Kadis PUPR Kota Binjai, dan diduga terjadinya tindak pidana korupsi," ungkap sang orator.


Berikut isi tuntutan Gerakan Mahasiswa Bersatu Kota Binjai :


1. Meminta kepada Walikota Binjai untuk mengevaluasi/mencopot Kadis PUPR Kota Binjai atas permasalahan tersebut.


2. Meminta kepada Walikota Binjai untuk mengevaluasi/mencopot Kadis Perkim Kota Binjai atas permasalahan tersebut.


3. Bilamana salahsatu Kadis tersebut telah menjabat diposisi yang lain, maka kami minta Walikota untuk meninjau kembali.


4. Dan meminta Walikota Binjai untuk menempatkan orang orang yang berintegritas di Jabatan Jabatan strategis agar sesuai apa yang tercapai apa yang menjadi Visi Misi Walikota sebagai Slogan "Maju Kotanya Berbudaya Warganya".


5. Mempertanyakan kepada Walikota Binjai masalah biaya rehabilitas/pemeliharaan jalan yang anggarannya dinilai sangat fantastis pertahunnya sedangkan jalan Protokol di Kota Binjai masih banyak yang berlubang. Kami menduga rehabilitasi/pemeliharaan jalan telah Mark Up. Berdasarkan hal tersebut kami menduga terjadi indikasi kerugian negara. (Kus)