Iklan

Rabu, 25 Agustus 2021, 15.33.00 WIB
Last Updated 2021-08-25T08:33:08Z
Metro Binjai

10 Paket Proyek Peningkatan Jalan Di Binjai Rugikan Negara....?

Berita Viral

 


Binjai - Metrolangkat-binjai.com


Sebanyak 10 Paket proyek peningkatan Jalan aspal Hotmix yang dilaksanakan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Binjai, terdapat kekurangan volume.

 Akibatnya, negara dirugikan senilai Rp 90.919.752 (Sembilan Puluh Juta Sembilan Ratus Sembilan Belas Ribu Tujuh Ratus Lima Puluh Dua Rupiah).


Hal tersebut diketahui dari LHP BPK RI Perwakilan Sumut tahun 2020, dimana ada Lima badan usaha yang berbentuk persekutuan komanditer atau CV yang mengerjakan Sepuluh paket proyek Hotmix yang menjadi temuan tersebut.


*Proyek Hotmix yang dimaksud di antaranya :*


Pertama, pekerjaan peningkatan jalan Hotmix di Jalan Bakti, Gang Bakti Ujung, Kelurahan Jati Utomo, Kecamatan Binjai Utara, yang dikerjakan oleh CV AN dengan pagu Rp 123.802.000. 


Kedua, pekerjaan peningkatan jalan Hotmix di Jalan MT Haryono, Gang Famili dan Gang Baru Kelurahan Damai, Kecamatan Binjai Utara, yang dikerjakan oleh CV AN dengan pagu Rp 123.704.000. 


Ketiga, pekerjaan peningkatan Jalan Hotmix di Jalan MT Haryono, Gang Masjid Taqwa dan Gang Tentram Kelurahan Jati Karya, Kecamatan Binjai Utara, yang dikerjakan CV LB dengan pagu Rp 114.025.000.


Keempat, pekerjaan peningkatan Jalan Hotmix di Jalan KL Yos Sudarso, Gang Yos Sudarso 29 dan 36 Kelurahan Jati Utomo, Kecamatan Binjai Utara, yang dikerjakan CV LB dengan pagu Rp 113.878.000.


Kelima, pekerjaan peningkatan Jalan Hotmix di Jalan Perintis Kemerdekaan, Gang Manggis I dan Nenas I Kelurahan Kebun Lada, Kecamatan Binjai Utara, yang dikerjakan CV RR dengan pagu Rp 106.126.000. 


Keenam, pekerjaan peningkatan Jalan Hotmix di Jalan MT Haryono, Gang Masjid Al-Ikhlas dan Gang Sawo 2 Kelurahan Damai, Kecamatan Binjai Utara, yang dikerjakan CV RR dengan pagu Rp 101.301.000.


Ketujuh, pekerjaan peningkatan Jalan Hotmix di Jalan Gunung Bendahara, Gang Torus, Lingkungan II Kelurahan Binjai Estate, Kecamatan Binjai Selatan, yang dikerjakan CV Gin dengan pagu Rp 164.578.000.


Kedelapan, pekerjaan pembuatan Plat Duiker peningkatan Jalan Hotmix di Gang Gunung Bendahara 12, Kelurahan Binjai Estate, Kecamatan Binjai Selatan, yang dikerjakan CV Gin dengan pagu Rp 148.903.000.


Kesembilan, Pekerjaan peningkatan Jalan Hotmix di belakang Kedai Pak Lih dan Jalan Manggis, Gang Keluarga, Kelurahan Limau Sundai, Kecamatan Binjai Barat, yang dikerjakan CV PD dengan pagu Rp 162.715.000. 


Terakhir, peningkatan jalan hotmix di Jalan Alpukat Ujung, Gang Masjid dan Jalan Umar Baki Gang Keluarga, Kelurahan Sukaramai, Kecamatan Binjai Barat, yang dikerjakan CV PD dengan pagu Rp 152.916.000.


BPK RI Perwakilan Sumut menilai, Kadis Perkim tidak sesuai dengan Undang Undang Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Jasa Konstruksi, Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa, Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Marga Nomor 10/SE/Db/2014, SE Dirjen BMBK PUPR Nomor 02/SE/Db/2018.


Menanggapi hal ini, Sekda Kota Binjai, H Irwansyah Nasution, membenarkan adanya temuan tersebut.


"Sudah dikembalikan oleh pelaksana pekerja yang mengerjakan kerjaan tersebut. Sebab, itu perintah dari BPK," tandasnya, saat dikonfirmasi awak media, Selasa (24/8) kemarin. (Kus)


Sebanyak 10 Paket proyek peningkatan Jalan aspal Hotmix yang dilaksanakan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Binjai, terdapat kekurangan volume. Akibatnya, negara dirugikan senilai Rp 90.919.752 (Sembilan Puluh Juta Sembilan Ratus Sembilan Belas Ribu Tujuh Ratus Lima Puluh Dua Rupiah).


Hal tersebut diketahui dari LHP BPK RI Perwakilan Sumut tahun 2020, dimana ada Lima badan usaha yang berbentuk persekutuan komanditer atau CV yang mengerjakan Sepuluh paket proyek Hotmix yang menjadi temuan tersebut.


*Proyek Hotmix yang dimaksud di antaranya :*


Pertama, pekerjaan peningkatan jalan Hotmix di Jalan Bakti, Gang Bakti Ujung, Kelurahan Jati Utomo, Kecamatan Binjai Utara, yang dikerjakan oleh CV AN dengan pagu Rp 123.802.000. 


Kedua, pekerjaan peningkatan jalan Hotmix di Jalan MT Haryono, Gang Famili dan Gang Baru Kelurahan Damai, Kecamatan Binjai Utara, yang dikerjakan oleh CV AN dengan pagu Rp 123.704.000. 


Ketiga, pekerjaan peningkatan Jalan Hotmix di Jalan MT Haryono, Gang Masjid Taqwa dan Gang Tentram Kelurahan Jati Karya, Kecamatan Binjai Utara, yang dikerjakan CV LB dengan pagu Rp 114.025.000.


Keempat, pekerjaan peningkatan Jalan Hotmix di Jalan KL Yos Sudarso, Gang Yos Sudarso 29 dan 36 Kelurahan Jati Utomo, Kecamatan Binjai Utara, yang dikerjakan CV LB dengan pagu Rp 113.878.000.


Kelima, pekerjaan peningkatan Jalan Hotmix di Jalan Perintis Kemerdekaan, Gang Manggis I dan Nenas I Kelurahan Kebun Lada, Kecamatan Binjai Utara, yang dikerjakan CV RR dengan pagu Rp 106.126.000. 


Keenam, pekerjaan peningkatan Jalan Hotmix di Jalan MT Haryono, Gang Masjid Al-Ikhlas dan Gang Sawo 2 Kelurahan Damai, Kecamatan Binjai Utara, yang dikerjakan CV RR dengan pagu Rp 101.301.000.


Ketujuh, pekerjaan peningkatan Jalan Hotmix di Jalan Gunung Bendahara, Gang Torus, Lingkungan II Kelurahan Binjai Estate, Kecamatan Binjai Selatan, yang dikerjakan CV Gin dengan pagu Rp 164.578.000.


Kedelapan, pekerjaan pembuatan Plat Duiker peningkatan Jalan Hotmix di Gang Gunung Bendahara 12, Kelurahan Binjai Estate, Kecamatan Binjai Selatan, yang dikerjakan CV Gin dengan pagu Rp 148.903.000.


Kesembilan, Pekerjaan peningkatan Jalan Hotmix di belakang Kedai Pak Lih dan Jalan Manggis, Gang Keluarga, Kelurahan Limau Sundai, Kecamatan Binjai Barat, yang dikerjakan CV PD dengan pagu Rp 162.715.000. 


Terakhir, peningkatan jalan hotmix di Jalan Alpukat Ujung, Gang Masjid dan Jalan Umar Baki Gang Keluarga, Kelurahan Sukaramai, Kecamatan Binjai Barat, yang dikerjakan CV PD dengan pagu Rp 152.916.000.


BPK RI Perwakilan Sumut menilai, Kadis Perkim tidak sesuai dengan Undang Undang Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Jasa Konstruksi, Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa, Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Marga Nomor 10/SE/Db/2014, SE Dirjen BMBK PUPR Nomor 02/SE/Db/2018.


Menanggapi hal ini, Sekda Kota Binjai, H Irwansyah Nasution, membenarkan adanya temuan tersebut.


"Sudah dikembalikan oleh pelaksana pekerja yang mengerjakan kerjaan tersebut. Sebab, itu perintah dari BPK," tandasnya, saat dikonfirmasi awak media, Selasa (24/8) kemarin. (Kus)