Iklan

Rabu, 04 Agustus 2021, 22.30.00 WIB
Last Updated 2021-08-04T15:30:25Z
Berita Terkini

Aksinya Viral, Dua Remaja Pemalak Sopir Dijalinsum Gebang Ditangkap

Berita Viral
Kapolres Langkat AKBP Danu Pamungkas Totok didampingi sejumlah perwira polisi saat mengelar temu Pers


Stabat- Metrolangkat-binjai.com


Setelah viral dimedia sosial aksi dua remaja yang nekad melakukan aksi pemalakan terhadap sopir angkutan di Jalinsum Gebang- Aceh ahirnya diamankan petugas kepolisian Polres Langkat .


Pelaku diketahui masih di bawah umur, berinisial YF (18) dan JS (18) warga Kecamatan Gebang Kabupaten Langkat. 


Kapolres Langkat, AKBP Danu Pamungkas Totok didampingi Kapolsek Gebang AKP R Sinaga dalam press releasnya, pada Rabu (4/8) sekira Jam 16.30 WIB menjelaskan aksi keduanya menjadi viral di media sosial lantaran korban merekam peristiwa tersebut. 


Dalam aksinya, pelaku berusaha menghentikan laju truk bermuatan untuk meminta sejumlah uang. 


"Pelaku berteriak-teriak dan memepet korban dan melempari batu yang mengenai kaca truk tersebut. Setelah mendapat informasi yang viral ini, kita melaksanakan lidik dan pulbaket. 


Tak butuh waktu lama, kedua pelaku yang diduga melakukan aksi pelemparan langsung kita amankan, jelas Kapolres.


Dirinya juga menambahkan, bahwa peristiwa yang viral ini terjadi di Jalan Lintas Medan-Aceh, Lingkungan I Tegal Rejo, Kelurahan Pekan Gebang, Kecamatan Gebang, Senin (2/8) sekira Jam 19.02 WIB.


 Setelah keduanya berhasil diringkus, anggota melakukan pengembangan dan ditemukan buku catatan yang berisikan nomor kendaraan atau nomor polisi truk-truk dari Aceh yang melintas membawa muatan. 


"Dalam aksinya kedua pelaku berlindung di bawah Yayasan PS dan mengumpulkan dana dari para sopir truk angkutan. Bagi mereka yang tidak melakukan pembayaran, akan dikejar dan jika tidak mau berhenti, akan dilempari," Tambah AKP R Sinaga.


Ia menambahkan, jika sopir truk sudah bergabung, kedua pelaku memberikan stiker dan mewajibkan membayar iuran setiap bulannya. Aksi ini sudah berlangsung lama, sejak 6 tahun. 


Lanjut Kapolsek, pihaknya terus mendapat informasi soal adanya pemalakan. Hanya saja, korban enggan membuat laporan resmi dengan alasan takut. 


"Kalau tidak mau bergabung, terjadi hal seperti ini. Kutipannya bervariasi, sekitar Rp 50 ribu atau lebih, dilihat dari jenis kendaraannya. 


Mengenai izin Yayasan PS, kami sudah berulang kali menanyakan, namun sampai sekarang ini, kami belum menerima tembusannya," Pungkas Kapolsek.


Atas kejadian tersebut kedua pelaku disangkakan Pasal 170 Subsider 351 KUHP Subsider 335 ayat (1) ke-1e Jo 55 KUHPidana. (Zar)