Iklan

Selasa, 03 Agustus 2021, 18.08.00 WIB
Last Updated 2021-08-03T11:08:25Z
Berita Hari Ini

Terkait Aksi Blokir Jalan Ke Bukit Lawang,Ka UPT Jalan : Tahun 2022 Kita Usulkan

Berita Viral

 

Warga mengelar aksi blokir jalan di Kecamatan Kuala-Langkat.

Binjai - Metrolangkat-binjai.com


Terkait Unjukrasa yang dilakukan puluhan warga Kelurahan Pekan Kuala, Kabupaten Langkat, yang didominasi oleh kaum ibu dengan cara memblokir Jalan Lintas Binjai - Bukit Lawang, persisnya dilingkungan VII Kampung Banten, Senin (2/8) kemarin, awak media mencoba melakukan konfirmasi kepada Unit Pelaksana Teknis Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut, Selasa (3/8).


Menurut Kepala UPT Jalan dan Jembatan Dinas BMBK Sumut, Linda Erwan, yang berkantor di Unit Pelaksana Teknis Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut di Kota Binjai, pihaknya sudah mengetahui adanya tuntutan perbaikan jalan yang datang dari masyarakat.


"Ya sudah tahu," ujar Kepala UPT Jalan dan Jembatan Dinas BMBK Sumut, Linda Erwan saat dikonfirmasi awak media, Selasa (3/8). 


Sebagai Kepala UPT Jalan dan Jembatan Dinas BMBK Sumut, Linda meminta masyarakat untuk bersabar. "Terkait masalah jalan rusak, sudah kita usulkan peningkatan jalan tahun anggaran 2022," ujarnya.


Diketahui akses jalan menuju objek wisata Bukit Lawang persisnya di Kelurahan Pekan Kuala, Kecamatan Kuala Kabupaten Langkat, diblokir warga, kemarin (2/8). Massa yang didominasi kaum ibu menuntut agar jalan segera diperbaiki.


Jalan tersebut diketahui milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, yang rusak sejak dua tahun belakangan. Padahal, itu merupakan akses menuju objek wisata di Kabupaten Langkat yang sudah tersohor sampai mancanegara, yaitu Bukit Lawang.


Kerusakan itu membuat warga resah. Buntutnya, akses jalan tersebut ditutup warga.


"Kami meminta agar jalan ini segera diperbaiki. Kami sudah muak dengan kondisi seperti ini," beber warga yang ikut dalam aksi tersebut. 


"Kalau musim panas, abunya beterbangan. Kalau musim hujan, jalan menjadi becek dan licin. Pengendara sering terjatuh karena melintas di sini," sambung warga lainnya. 


Pantauan wartawan, jalan protokol yang rusak sepanjang kurang lebih lima kilometer. Kerusakan makin parah dengan adanya mobil dam truk yang diduga mengangkut material galian C. 


Bahkan, dump truk itu diduga mengangkat muatan melebih tonase. (Kus)