Iklan

Kamis, 09 September 2021, 15.16.00 WIB
Last Updated 2021-09-09T08:16:49Z
Berita Hari Ini

Atensi Kapoldasu Diabaikan Polres Binjai...??

Berita Viral


 Binjai - Metrolangkat-binjai.com


Atensi Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Utara seperti nya diabaikan oleh jajaran di Sat Reskrim Polres Binjai. Pasalnya, sudah tiga bulan berjalan, kasus pembakaran rumah orangtua wartawan Metro 24 hingga sampai saat ini belum juga tuntas. Hal itu dikarenakan masih ada 4 orang tersangka yang kini berstatus DPO pihak Kepolisian Polres Binjai. 


Sebab sejauh ini, ke-empat pelaku yang dinyatakan sebagai DPO oleh Polres Binjai, kini masih bebas berkeliaran. Bahkan salah seorang yang disebut-sebut sebagai DPO, tampak berkeliaran di kantor PUPR Pemko Binjai, yang beralamat di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Binjai Utara, Rabu (8/9) kemarin. 


Pria tersebut berinisial HC, dirinya dinyatakan salah seorang Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Binjai dalam kasus pembakaran rumah orangtua Syahzara Sopian, dengan  Nomor LP/B/377/Vl/2021/SPKT/Polres Binjai, atasnama pelapor Muhammad Sabarsyah. 


HC ditetapkan DPO oleh Polres Binjai, serta merupakan satu dari empat orang yang merupakan DPO pembakaran rumah Muhammad Sabarsyah. Berdasarkan keterangan Sat Reskrim Polres Binjai melalui pemeriksaan terakhir pekan lalu Aipda Edi Sucipto selaku Juru Periksa menyatakan bahwa pelaku pembakaran yang sudah ditangkap RS dan UP. 


"Empat orang lagi DPO pembakaran rumah M Sabarsyah. Kini masih dalam penyelidikan Polres Binjai ke-empat pria berinisial HC, PI, KOM dan Ed masih dalam pengejaran," ungkap penyidik Sat Reskrim Polres Binjai, Aipda Edi Sucipto, beberapa hari yang lalu. 


Sementara itu, keberadaan HC yang sempat bertemu dengan salah seorang keluarga korban di Kantor PUPR Binjai, sempat membantah bahwa dirinya bukan pelaku pembakaran rumah dari orangtua Sopian, Wartawan yang beralamat di Jalan Bantara Raya Lingkungkan XII, Kelurahan Berngam, Kecamatan Binjai Kota.


"Aku tidak membakar rumah orangtua Sopian wartawan, namaku ditumbalkan sama ketua. Pengakuan Rasel yang mengatakan aku salah satu pelaku dan aku kini menjadi DPO. Rumah Sopian saja aku tidak tau dimana, kenapa mesti aku yang disebut pelaku pembakaran. Aku bersumpah tidak selamat anak binikku dan orang tuaku kalau aku yang bakar rumah orangtua Sopian," kata HC saat ditemui di Kantor PUPR Kota Binjai.


Sebelumnya, M Sabarsyah (65) orangtua dari Sopian, mencurigai dugaan pembakaran rumahnya dilakukan preman bayaran suruhan SP yang disebut sebut sebagai bandar judi dan narkoba di kota Binjai.


"Ini bukan terbakar namun dibakar. Sebab, tercium aroma bahan bakar minyak (bensin) di dalam rumah. Saat kejadian, saya sedang di ruang tengah menonton TV. Saya yang pertama kali melihat adanya kobaran api dan mencium aroma BBM," ungkap sabarsyah.


Akibat teror tersebut, kaca jendela milik M Sabarsyah menjadi pecah, gorden habis terbakar, serta beberapa peralatan rumah tangga karpet dan juga sofa milik korban nyaris habis dilalap api. (Red)