Iklan

Kamis, 16 September 2021, 22.09.00 WIB
Last Updated 2021-09-16T15:09:44Z
Kabar Asahan

Bupati Asahan Ketemu Presiden Jokowi di Rumah Dinas Gubsu

Berita Viral

Medan- Metrolangkat-binjai.com


Bupati Asahan H. Surya, ketemu Presiden Republik Indonesia Joko Widodo saat hadiri kunjungan kerja presiden diaula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Kota Medan bersama seluruh Forkopimda Provinsi Sumatera Utara dan Bupati/Walikota se-Sumatera Utara, Kamis (16/09/2021).


Presiden Jokowi meminta  Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi maupun Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumut, terus mendorong percepatan vaksinasi Covid-19. Presiden ingin stok vaksin di daerah tidak lama berada di gudang penyimpanan.

 

 

“Kita berpacu dengan waktu, jangan sampai ada stok vaksin di daerah, vaksin datang suntikan ke masyarakat, habis minta ke Gubernur. Sekarang stok vaksin kita ada, walau di awal kita sempat kesulitan mendapat vaksin karena negara yang membuat mengutamakan masyarakatnya lebih dulu,” kata Jokowi 


Menurut presiden capaian vaksinasi Sumut secara keseluruhan mencapai 25,7% untuk dosis pertama dan 15,9% dosis kedua, bahkan untuk dosis ketiga mencapai 47,4%. Joko Widodo mengapresiasi kinerja Sumut dalam vaksinasi, namun menurutnya masih perlu peningkatan agar target cepat tercapai.

 

“Dimana sebanyak 26% untuk yang umum dan 24% untuk lansia, , tetapi kita masih perlu mengejar target kita karena masih jauh dari target. Ini butuh kerja sama dengan semua pihak, Forkopimda, tokoh agama, masyarakat,” sebut  Jokowi.

 

Sementara Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan akan terus berupaya untuk meningkatkan vaksinasi ke masyarakat. Dengan mempercepat vaksinasi sudah tentu akan memberikan perlindungan kepada masyarakat dari dampak Covid-19. 


Tetapi setelah divaksin Edy mengingatkan masyarakat jangan lupa protokol kesehatan (Prokes) tetap harus diutamakan guna mencegah dan melawan Covid-19.

 

“Kita terus dorong vaksinasi sampai ke kabupaten/kota. Tetapi, vaksinasi bukan jadi alasan kita mengabaikan protokol kesehatan, Prokes tetap yang utama untuk saat ini,” terang Edy Rahmayadi.

 

Meningkatnya vaksinasi di Sumut berdampak pada angka kematian penderita Covid-19. Angka kematian Sumut 2,6% dari jumlah terkonfirmasi positif, lebih rendah dari nasional (3,24%). Begitu juga dengan angka kesembuhan yang mencapai 93,3% dari sebelumnya 62,8%.

 

“Selain karena disiplin Prokes ini juga karena kita terus meningkatkan vaksinasi. Tetapi, jangan lengah dan kemudian abai akan Prokes, tetapi disiplin Prokes dan tetap perkuat 3T,” tambah Edy Rahmayadi.

 

Sementara itu Panglima TNI Hadi Tjahjanjto mengatakan Sumut perlu mengurangi kesenjangan perolehan vaksin di 33 Kabupaten/kota. Dengan begitu masyarakat Sumut khususnya akan lebih terlindungi dari Covid-19.

 

“Tidak bisa kita fokuskan hanya di satu daerah saja, penanganan covid-19 akan tetap sulit bila daerah di sekitarnya masih tinggi penyebarannya, perlu merata. Jadi, jangan biarkan adanya gap jumlah vaksin yang besar di 33 kabupaten/kota,” tegas Panglima TNI.(Ded)