Iklan

Rabu, 22 September 2021, 19.28.00 WIB
Last Updated 2021-09-22T12:28:52Z
Berita Terkini

Daud Ketaren Apresiasi kinerja Polsek Binjai Timur

Berita Viral
Pihak polsek turun kelokasi lahan yang diklaim sebagian Kelompok pengarap


Binjai - Metrolangkat-binjai.com


Daud Ketaren, pemilik lahan Eks HGU PTPN II Tunggurono, yang berada di Kecamatan Binjai Timur, memberikan apresiasi atas kinerja Polsek Binjai Timur, Polres Binjai, yang melakukan mediasi atas keributan yang dilakukan oleh beberapa orang yang meatasnamakan dari Kelompok Tani, Rabu (22/9) sore, sekira Pukul 16.00 Wib. 


"Tentunya kita berterima kasih kepada Petugas Kepolisian dari Polsek Binjai Timur, yang telah turun langsung kelokasi dan mendinginkan keadaan sehingga tidak sampai terjadi keributan," ungkap Daud Ketaren.

Sebagai Pemilik lahan yang mempunyai alas hak sesuai SK Gubernur tahun 1951, serta dikuatkan dengan SK Lurah Mencirim pada tahun 2010 yang ditandatangani oleh Erwin Syahputra S.Sos selaku Lurah Mencirim, Daud Ketaren juga berharap agar Kepolisian bertindak tegas kepada siapa saja yang membuat anarkis (kriminal) di lahan miliknya. 


Dengan hadirnya Petugas Kepolisian dari Polsek Binjai Timur dilokasi saat para pekerjanya membuat Tapal Batas, lanjut Daud Ketaren, artinya slogan Polisi sebagai Pelindung dan Pengayom masyarakat benar benar dibuktikan secara konsisten.


"Wibawa Institusi Polisi harus terus dikuatkan. Hal itu agar tidak ada kesan Institusi ini melakukan penindasan," urai Daud Ketaren, sembari kembali mengucapkan terima kasih kepada Kapolsek Binjai Timur AKP Arifin Pardede, yang telah mengutus Kanit Reskrim beserta anggotanya kelokasi pembuatan Tapal Batas. 


Menurut Daud Ketaren, beberapa hari sebelumnya dilokasi yang sama, beberapa gerombolan OTK dengan memakai Sebo, sempat menyerang beberapa pekerjanya, hingga salah seorang pekerjanya yang membuat Tapal Batas, Suyanto (43) mengalami luka bacokan senjata tajam dibagian kepalanya dan harus dilarikan ke Rumah Sakit karena diserang oleh sekelompok OTK. 


"Artinya tugas Pokok Polri Sebagai Pelindung, Pengayom dan Pelayan masyarakat, benar benar terbukti," ungkap Daud Ketaren. 


"Mari kita kumpulkan dan adu data. Tunjukkan bukti buktinya agar bisa di klarifikasi data mana yang sesuai dengan Peraturan dan Perundang-undangan yang berlaku di negara kita ini," sambung Daud Ketaren. 


Pantauan awak media dilokasi pembuatan Tapal Batas di Kecamatan Binjai Timur, yang dilakukan oleh para pekerja Daud Ketaren dengan menggunakan alat berat jenis Excavator, tampak beberapa orang mencoba mendatangi para pekerja.


"Lahan ini sudah kami ganti rugi puluhan tahun yang lalu. Dasarnya yaitu SK tahun 1969," ujar salah seorang yang memakai Sebo dan tidak ingin namaya disebutkan. 


Menyikapi hal itu, Polsek Binjai Timur yang diwakili oleh Kanit Reskrim, langsung melakukan mediasi terhadap kedua belah pihak. Dalam mediasi ini akhirnya disepakati kedua belah pihak bersedia menunjukkan dasar alas hak mereka masing masing paling lama hingga Senin (27/9) mendatang.


"Jangan coba coba membuat keributan disini, pasti saya angkat dan saya proses secara hukum. Saya tidak ingin Kota Binjai, khususnya Binjai Timur, terjadi keributan," tegas Kanit Reskrim Polsek Binjai Timur. 


"Mari kita kumpul bermusyawarah untuk mufakat. Tunjukkan bukti buktinya. Kedua belah pihak tentunya mempunyai Penasehat Hukum, silahkan hubungi pihak Polsek Binjai Timur, untuk menentukan dimana kita bermusyawarah," sambungnya. 


Kanit Reskrim Polsek Binjai Timur juga meminta kepada pihak Daud Ketaren, agar jangan melakukan aktifitas terlebih dahulu hingga hari Senin (27/9) mendatang. 


Sementara itu, Penasehat Hukum Daud Ketaren, sempat berdialog secara alot dengan Personil Polsek Binjai Timur yang dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Iptu Fery Sihotang. 


 "Kita selalu patuh dan taat pada hukum," ungkap penasehat hukum Daud Ketaren. (Kus)