Iklan

Rabu, 15 September 2021, 14.10.00 WIB
Last Updated 2021-09-15T07:10:48Z
Berita Hari Ini

Gila...! Selama 15 Tahun Galian C Ilegal Ini Bebas Beroperasi

Berita Viral

 
Galian C diduga Ilegal milik Acong yang terus beroperasi

Binjai - Metrolangkat-binjai.com


Hingga saat ini, aktifitas galian C ilegal yang berada di Kecamatan Binjai Selatan, masih terus beroperasi dan menjalankan aktifitasnya dilahan yang disebut sebut eks HGU PTPN 2 tersebut.


Selain dinilai terkesan kebal hukum, masih terus beroperasinya galian C ilegal yang menurut warga sekitar sudah berjalan sekitar 15 tahun ini, membuat warga menilai ada oknum yang membekingi kegiatan itu. 


Menurut salah seorang Supir yang mengangkut material dari lokasi, pemilik lahan galian C yang dimaksud adalah seorang pria berinisial AC. Namun, sang supir terlihat takut saat menyebutkan nama pria yang dimaksud. 


"Saya ngambilnya di pantai (AC-red) yang berada di Tanah Merah," ungkap sang Supir yang enggan menyebutkan namanya tersebut.


Menurut warga, selain berdampak pada masyarakat sekitar, masih terus beroperasinya galian C ilegal itu tentunya juga merugikan Negara. Sebab, angkutan yang melebihi tonase tentunya merusak badan jalan yang kapasitasnya tidak sesuai.


Menyikapi hal itu, Ketua DPRD Binjai H Noor Sri Syah Alam Putra ST, meminta Pemerintah Kota (Pemko) Binjai agar segera memanggil Pengusaha galian C yang dimaksud.


"Terkait adanya kabar tersebut, kami minta Pemko Binjai segera memanggil pengusaha yang dimaksud untuk melakukan audensi.  Dalam audensi itu, tanyakan legalitas perijinannya," urai H Noor Sri Syah Alam Putra, saat dikonfirmasi awak media, Rabu (15/9) Siang. 


Jika galian C yang dimaksud ternyata terbukti ilegal, lanjut Pria yang akrab disapa H Kires ini, maka Pemko Binjai harus menutupnya sampai pengusaha galian C tersebut mengurus ijinnya. 


"Tutup dulu untuk sementara waktu sampai pengusahanya mengurus legalitasnya kalau memang saat ini terbukti ilegal," tegasnya.


Pun begitu, lanjut H Kires yang saat ini sedang berada di Tangerang, jika Pemko Binjai tidak dapat melaksanakan hal itu, maka DPRD Binjai siap membantunya.


"Kita siap memfasilitasi dengan melakukan pendekatan secara persuasif terlebih dahulu kepada pengusaha yang dimaksud," kata H Kires, diakhir pembicaraannya.


Sebelumnya, Wakil Ketua fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Sumut, Hendro Susanto, juga angkat bicara terkait maraknya galian C ilegal di Kecamatan Binjai Selatan. Ia menegaskan, peran seorang Kepala Pemerintah Daerah sangat penting dalam menyikapi keluhan masyarakat yang selama ini terdampak aktifitas Galian C ilegal yang hingga kini masih terus beroperasi. 


"Dalam hal ini, seharusnya peran Walikota yang tegas. Sebab umumnya para pengusaha galian C ilegal membandel," ungkap Hendro Susanto, saat dikonfirmasi awak media, beberapa waktu lalu. 


Pun begitu, lanjutnya, dirinya juga mengakui belum mengetahui pasti apakah Galian C yang dimaksud itu legal atau ilegal. 


"Kalaupun punya izin (legal-red) maka fungsi pengawasan terhadap kegiatan galian C yang dimaksud harus serius oleh Walikota Binjai. Kasihan warga sekitar yang merasakan dampaknya," tegas Hendro, sembari menambahkan, Walikota harus hadir demi memberikan perlindungan kepada warganya. 


Pria berkacamata yang juga dipercaya sebagai Ketua Komisi A DPRD Sumut ini menambahkan, saat ini menurutnya yang dibutuhkan masyarakat adalah aksi nyata dari seorang Kepala Daerah (Walikota Binjai). 


"Buat plank besi di Kota Binjai serta optimalkan Dishub untuk melakukan razia tonase truk yang melintas," tegas Politisi dari PKS ini.


Lebih lanjut dikatakan pria yang juga pernah menjadi Staff Ahli DPR RI ini, Peraturan Daerah (Perda) terkait larangan truk yang melebihi beban muatannya. 


"Buat Perda larangan truk melintas Kota Binjai. Semisal, truk yang melebihi 10 ton beban jalan tidak diperbolehkan melintas," tegas Hendro Susanto. 


Diakhir pembicaraannya, Hendro Susanto menghimbau kepada Pemerintah maupun masyarakat, untuk bersama sama menjaga fasilitas pembangunan seperti Jalan yang anggarannya diambil dari APBD. 


"mari kita jaga setiap jengkal lahan dan jalan yang ada di wilayah Binjai," demikian kata Hendro Susanto diakhir pembicaraannya.


Diberitakan sebelumnya, maraknya galian C ilegal di Kecamatan Binjai Selatan itu, juga mengakibatkan aliran Sungai Namu Sira Sira yang berada di Desa Beguldah 2, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Binjai Selatan, menjadi berlumpur dan nyaris kering.


Akibatnya, ratusan Kepala Keluarga turut merasakan dampaknya, sehingga air yang dulunya dapat dipergunakan sebagai MCK, kini terlihat sangat jorok dan berlumpur.


Warga juga berharap agar Pemerintah atau Institusi terkait dapat segera menertibkan Galian C tersebut. Sebab menurut mereka, kini aliran Sungai Namu Sira Sira yang merupakan air bersih dari pegunungan Leuser, yang merupakan urat nadi bagi masyarakat di Lima Kelurahan/Desa yang ada di Kecamatan Binjai Selatan, sudah tidak bisa lagi dipergunakan warga sekitar. 


"Dulu sebelum adanya galian C itu, biasanya air Sungai ini jernih dan terus mengalir. Air ini dulunya merupakan sumber mata pencarian masyarakat, yakni sebagai modal utama untuk Perikanan dan ratusan hektar lahan Pertanian," ungkap warga sekitar. 


Namun menurut warga, sejak beroperasinya Galian C atau Penambangan Sumber Daya Alam seperti Pasir, Batu dan Tanah Timbun, Sungai tersebut menjadi berlumpur dan nyaris kering.


Ironisnya, parit parit yang dibangun oleh Pemerintah Kota Binjai yang menurut warga memakan anggaran sekitar Rp 700.000.000 (Tujuh Ratus Juta) yang berfungsi untuk mengalirkan air ke lahan Pertanian masyarakat, kini sudah kering dan dipenuhi semak belukar. (Red)