Iklan

Kamis, 09 September 2021, 16.09.00 WIB
Last Updated 2021-09-09T09:09:18Z
Berita Hari Ini

Ka Lapas Binjai Lakukan Pengecekan Listrik Bersana PT PLN

Berita Viral
Kalapas Binjai sedang melakukan pengecekan


 Binjai - Metrolangkat-binjai.com


Diduga karena adanya Korsleting listrik, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas l A Tangerang, tepatnya di Blok C 2, terbakar pada Rabu (8/9) Dinihari, sekira Pukul 01.45 Wib.


Terbakarnya Lapas tersebut dibenarkan oleh Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly. Ia juga mengatakan, akibat kebakaran itu, 41 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) meninggal dunia.


Agar hal yang sama tidak terjadi, beberapa Lapas atau Rumah Tahanan (Rutan) yang ada pun terus meningkatkan kewaspadaan atau Deteksi dini ke kamar kamar yang dihuni oleh para WBP. 


Salah satu yang terus meningkatkan Deteksi Dini adalah Lapas Kelas ll A Binjai. Di Lapas yang beralamat di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Limau Mungkur, Kecamatan Binjai Barat ini, Petugas Keamanan rutin melakukan Razia ke kamar kamar Warga Binaan. 


Bahkan, agar hal yang sama seperti di Lapas Tangerang tidak terjadi di Lapas Kelas ll A Binjai, ditempat yang dipergunakan untuk melakukan pembinaan terhadap narapidana dan anak didik pemasyarakatan ini juga dilakukan pemeriksaan instalasi listrik. 


"Bekerjasama dengan PT PLN (Persero) Binjai, tadi pagi kami juga melakukan pengecekan listrik dikamar kamar yang dihuni oleh para WBP," ungkap Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas ll A Binjai, Maju Amintas Siburian, saat dikonfirmasi awak media, Kamis (9/9) Siang. 


Selain melakukan pengecekan, lanjut Kalapas Binjai, pihak PT PLN juga mengganti beberapa instalasi listrik. "Usai pengecekan, pihak PLN juga langsung eksen dengan mengganti beberapa kabel dan juga MCB," urai Maju Amintas Siburian.


Pria yang pernah menjabat Karutan l A Medan ini juga menegaskan, selain melakukan pengecekan instalasi listrik, pihaknya juga rutin melakukan razia ke kamar kamar WBP. 


"Tujuannya untuk meantisipasi hal hal yang tidak diinginkan, seperti masuknya barang barang yang dilarang. Ini merupakan bagian dari Deteksi dini," tegas Pria berdarah Batak ini.


Tidak hanya itu, lanjut Maju Amintas Siburian, dengan jumlah WBP yang melebihi kapasitas, Deteksi dini juga sangat diperlukan agar hal hal yang tidak diinginkan bisa segera diantasipasi. 


"Untuk kapasitas Lapas Binjai yaitu 736 WBP.  Sementara saat ini jumlah WBP 1.950 orang.  Artinya dengan over kapasitas ini, sangat diperlukan deteksi dini," tegas Kalapas Il A Binjai. 


Diakhir pembicaraannya,  Maju Amintas Siburian mengucapkan Belasungkawa kepada seluruh keluarga yang menjadi korban kebakaran di Lapas Tangerang. 


"Semoga keluarga korban tabah menghadapi cobaan ini," demikian ucap Maju Amintas Siburian diakhir pembicaraannya. (Kus)