Iklan

Senin, 27 September 2021, 12.38.00 WIB
Last Updated 2021-09-27T05:38:01Z
Berita Terkini

Longsor Embang Di Dolat Rakyat, 4 Tewas Satu Patah Kaki

Berita Viral

 

Longsor di Dolat

Binjai - Metrolangkat-binjai.com


Bencana alam berupa tanah longsor terjadi di Desa Sugihen, Kecamatan Dolat Rayat, Kabupaten Karo, atau lazim disebut (Reba Embang), Minggu 26/9) Dinihari, sekira Pukul 14.30 wib. 


Akibatnya, 4 orang dikabarkan meninggal dunia dan satu orang mengalami patah kaki sebelah kiri. 


Menurut data terakhir yang diterima redaksi, adapun korban tanah longsor tersebut adalah :

- Rehan (19) seorang Buruh, warga Dusun l Adimulio, Kelurahan Pasar VI Kuala Mencirim, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat (belum ditemukan)


- Rian (21) seorang Buruh, warga Dusun l Adimulio, Kelurahan Pasar VI Kuala Mencirim, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat (belum ditemukan)


- Reza (19) seorang Buruh, warga Tanah Merah, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai (belum ditemukan)


- Agus (22) seorang Buruh, warga Dusun l Adimulio, Kelurahan Pasar VI Kuala Mencirim, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat (sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia)



- Riswan (23) seorang Buruh, warga Dusun V Dame Rejo, Kelurahan Pasar VI Kuala Mencirim, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat.


Ucapan belasungkawa serta mendoakan semoga korban yang tertimbun tanah longsor segera dapat ditemukan disampaikan oleh banyak orang.


Salah satu yang ikut mendoakan agar para korban segera ditemukan adalah H Zainuddin Purba SH, anggota DPRD Sumut fraksi Golkar, Dapil XII (Binjai - Langkat). Ia juga menyampaikan dukacita yang sedalam dalamnya kepada keluarga korban atas musibah yang terjadi.


"Mewakili rekan rekan Fraksi Golkar DPRD-SU,

dan atasnama keluarga besar H Zainuddin Purba SH, Tanah Seribu, kami menyampaikan turut berdukacita yang sedalam dalamnya atas musibah yang menimpa saudara kami," ucap Pak Uda, sapaan akrab H Zainuddin Purba SH, Senin (27/9) siang. 


Sebagai Wakil Rakyat, Pak Uda juga mendoakan agar korban yang meninggal dunia dalam keadaan mati syahid. 


"Insya Allah kalian semuanya yang meninggal dunia yang sedang bekerja untuk kebutuhan keluarga diterima Allah SWT dengan mati syahid. Insya Allah dimuliakan Allah SWT," tuturnya.


Sedangkan kepada korban yang mengalami patah tulang kaki, legislator dari Partai Golkar ini juga mendoakan semoga diberikan kesembuhan seperti sediakala.


"Kami berharap semoga keluarga yang ditinggalkan sabar dan tawaqal menerima cobaan ini," harap Pak Uda. 


Diketahui, kejadian tanah longsor bermula pada saat 9 orang (termasuk korban) berada di lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan sedang melakukan pengerjaan pembangunan Saluran Dranaise atau lazim disebut Reba Embang, di Desa Sugihen, Kecamatan Dolat Rakyat.


Usai kejadian (tanah longsor) rekan korban yang bernama Tujuan Sembiring (50) langsung menghubungi Kepala Desa Sugihen, Agustiar Kemit, dan selanjutnya menghubungi Kapolsek Tigapanah AKP H Sihotang, yang langsung menuju ke lokasi tanah longsor. 


"Benar, telah terjadi Peristiwa Bencana Alam Tanah Longsor dan atas keterangan saksi yang selamat menyampaikan masih ada 4 (empat) orang yang tertimbun di Tanah Longsor tersebut," ucap Kapolsek Tigapanah AKP H Sihotang, saat di TKP. 


Dengan menggunakan alat manual serta dibantu oleh masyarakat sekitar, mereka pun langsung melakukan pencarian korban yang tertimbun.


Akhirnya, pada Minggu (26/9) sore, sekira Pukul 17.30 Wib, salah seorang korban yang bernama Agus, berhasil ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia.


Evakuasi pun dilakukan terhadap korban dengan membawanya ke RSU Kabanjahe. 


Pencarian pun terus dilakukan, namun karena cuaca yang kurang bersahabat dikarenakan hujan deras, akhirnya pada Pukul 18.30 Wib, upaya pencarian korban yang tertimbun Tanah Longsor dihentikan.


"Lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) Tanah Longsor kemiringan 90 derajat serta tidak ada Akses jalan untuk alat Berat menuju TKP," ujar AKP H Sihotang, sembari menambahkan bahwa pencarian korban akan dilanjutkan pada Senin (27/9) dengan menghadirkan Mobil Damkar untuk membantu pencarian korban dengan cara memyiram tanah bekas longsoran. (Kus)